
aku melihat bunda menghela kan nafas panjang dan menyimpan sendok yang sudah dia pegang.
berbeda dengan ka Yugi yang terlihat menahan kesal sampai membuat wajah nya yang putih terlihat memerah.
baru saja bunda membuka mulut nya untuk berbicara padaku, ka Yugi sudah lebih dulu menarik tangan ku dan membawaku keluar, tangan ka Yugi memegang tangan ku dengan erat dan menarik ku sekuat tenaga untuk bisa ikut bersama nya.
terlihat beberapa pasang mata mulai mengikuti aku dan ka Yugi, beberapa pasang mata lain nya juga ada yang melihat ke arah bunda dan om Redy.
" ka Yugi sakit !!!!! "
aku terus berusaha melepaskan tangan ka Yugi yang semakin kencang memegang tangan ku.
ka Yugi baru melepaskan nya saat aku dan ka Yugi sampai di parkiran tepat di depan mobil ka Yugi.
" udah deh ka engga usah nyembunyiin apapun lagi dari aku "
kali ini aku yang sudah lama menahan amarah sudah tidak bisa menahan nya lagi, semua nya seperti sudah memenuhi isi kepalaku dan siap untuk meledak.
" kamu harus fokus pada ujian mu "
" Kaka pikir aku bisa fokus dengan sekolahku kalau kalian seperti ini terus "
" jadi mau kamu apa??? kamu mau tau masalah keluarga kita sebenar nya??? Iyah ???? terus kalau kamu udah tau apa yang bisa kamu bantu buat jadiin keluarga kita utuh kaya dulu lagi "
seketika aku terdiam mendengar ucapan ka Yugi, dia terlihat sangat marah meski tidak meninggikan suara nya sama sekali, wajah nya semakin memerah, kedua tangan nya pun sudah mengepal.
" jadi menurut ka Yugi aku salah kalau aku tau masalah bunda dan ayah ??? "
kali ini suara ku mulai sedikit rendah dan terdengar seperti bergetar karna menahan tangisan.
" kamu engga salah ri "
" teruus ..... kenapa hanya aku yang engga tau ka "
" aku benar benar mengkhawatirkan kamu ri "
ka Yugi menundukan kepala nya, seperti nya dia sedikit menangis, itu membuat aku merasa kasian dan berhenti bertanya apapun lagi pad ka yugi.
tiba tiba terdengar suara bunda dari arah samping, dengan wajah yang terlihat pasrah bunda mencoba mengatakan semua nya pada ku tentang apa yang terjadi antara ayah dan bunda.
bunda memberikan ponsel nya pada ku dan memperlihatkan berita tentang bunda yang berselingkuh itu pada ku, berita bohong yang sengaja ayah buat agar aku dan ka Yugi membenci bunda dan tetap mendukung apapun keputusan ayah.
" bunda tidak akan memaksamu untuk percaya atau tidak dengan berita itu, tapi itu lah berita yang ayah kamu buat untuk menjauhkan aku dan kamu "
bunda berhenti sejenak dan mencoba menahan isak yang sudah terlanjur terdengar oleh ku.
" pada awal nya bunda dan om Redy memang hanya sebatas teman sekolah, tapi semenjak ayah berselingkuh dengan Tante Riska, bunda merasa seakan bunda tidak mempunyai lagi kekuatan, sampai pada akhir nya om Redy memberi bunda kenyamanan dan memulihkan kembali kekuatan bunda untuk tegar dan menerima semua nya "
" Tante Riska "
suara ku bergetar, lututku seketika terasa lemas, bagaimana tidak Tante Riska yang dulu aku kenal sebagai Tante yang baik, yang bisa memberi kenyamanan sama seperti saat aku bersama bunda, ternyata merupakan tersangka utama dalam kerusakan rumah tangga bunda dan ayah.
" bunda tidak tau harus menyalahkan siapa dan membenci siapa, bunda menyayangi Tante Riska karna dia satu satu nya sodara kandung bunda, tapi ayah mu..........bunda juga engga bisa membenci nya karna dia ayah dari anak anak bunda "
kaki ku mulai terasa kaku dan sedikit gemetar sampai membuatku hampir terjatuh, beruntung om Redy dan ka Yugi dengan cepat menahan ku agar tetap bisa berdiri.
" maaf kan bunda, mungkin bunda sudah gagal menjaga keluarga yang selama ini bunda bangun, tapi bunda harap kamu dan Kaka mu bisa tetap merasa bahagia meskipun keluarga kita seperti ini ada nya "
aku masuk ke dalam mobil ka Yugi dan menutup lalu mengunci nya agar bunda atau om Redy tidak bisa menghalangi aku untuk pergi.
" ka Yugi ayo pergiii.... !!!!!!! "
aku berteriak pada ka Yugi lewat jendela mobil yang aku buka sedikit, tanpa mengatakan apapun pada bunda dan om Redy ka Yugi langsung masuk ke dalam mobil nya dan membawa aku pergi.
sepanjang perjalanan ka Yugi dan aku saling terdiam, hingga akhir nya Sampai di rumah ka Yugi.
" ini rumah siapa??? "
" ini rumah Kaka, kamu istirahat dulu di sini "
aku mengikuti ka Yugi yang berjalan lebih dulu untuk membuka pintu.
ka Yugi membereskan kamarnya dan memintaku untuk istirahat di kamar nya.
" kamu baik baik ajah ri ????? "
seketika kepala ku menggeleng karna memang yang aku rasakan engga ada yang baik baik ajah, pikiran ku sekarang kosong, aku membaringkan tubuhku dan memeluk guling yang ada di sebelahku.
ka Yugi tau aku perlu waktu sendiri tanpa di ganggu, ka Yugi menutup pintu kamar nya setelah dia berjalan keluar meninggalkan aku yang sudah berbaring di atas tempat tidur milik nya.
ka Yugi membanting kan tubuh nya yang semakin terlihat kurus itu di atas sofa, dia mengacak acak rambut hitam nya, ka Yugi benar benar terlihat seperti frustasi kali ini.
kehancuran rumah tangga antara ayah dan bunda benar benar menghancurkan semua hal indah yang aku dan ka Yugi selalu bayangkan.
terlebih orang yang menghancurkan semua nya itu adalah orang terdekat yang sudah aku dan ka Yugi sayangi sebagai mana orang tua kita sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tante Riska menghampiri ayah yang masih berada di ruangan nya, sambil tersenyum tanpa merasa berdosa sedikitpun, begitupun dengan ayah yang menyambut Tante Riska dengan lembut dan sumringah.
" mas..... "
panggil Tante Riska pada ayah dengan nada lembut agar terdengar manja.
" aku bilang kamu cukup lihat ajah Ris, aku engga bakal buat kamu terlihat seolah olah biang keladi nya di sini "
" makasih ya mas, aku seneng banget "
Tante Riska memeluk ayah dan mengecup bibir ayah, Tante Riska dan ayah tampak nya udah engga merasa ada kecanggungan sama sekali untuk menunjukan pada orang orang kantor bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih dari rekan kerja ataupun adik dan kaka ipar.
" aku udah pesen tiket buat kita liburan, jadi kamu tinggal siap siap "
Tante Riska seketika terlihat sumringah mendengar kabar yang di berikan ayah pada nya.
" serius mas ??? "
" Iyah, tapi aku harus menemui Yuri terlebih dulu, dia mungkin sudah melihat berita itu, jadi mas berencana mengajak nya liburan sekaligus mendekatkan kamu dengan Yuri "
" tapi mas, aku takut dia....... "
" tenang mas yang atur "
Tante Riska kembali tersenyum, ya Tante Riska seperti nya benar benar merasa bahagia saat ini, berbanding terbalik dengan apa yang aku dan ka Yugi rasakan saat ini.