
Terimakasih engkau telah membuatku kembali bisa melihat mentari hari ini
Jadikanlah hamba makhluk yang senantiasa bersyukur untuk semua nikmat dariMu
Terimakasih untuk semua hal yang telah Engkau berikan selama hidupku
π~π~π~π~π
Kring
Kring
Kring
"Hallo selamat pagi ..."
"Selamat pagi, benar dengan Ibu Nisa?"
"Ya saya sendiri."
"Ini saya Ibunya Sharen, teman sekelas Zidane."
"Oh iya Bu, ada yang bisa saya bantu?"
"Begini, saya ingin mengundang Zi beserta ibu dalam ulang tahun putri saya."
"Oh iya Bu, akan saya usahakan untuk datang."
"Terimakasih Ibu Nisa."
"Sama-sama."
Nisa pun menutup telepon tersebut. Lalu ia pun melanjutkan pekerjaannya. Lalu ada panggilan telepon kembali.
Kring
Kring
Kring
"Assalamu'alaikum ..."
"Wa'alaikumsalam ..."
"Nisa segera ke ruanganku sekarang, penting!" titah Fadhil dari seberang sana.
"Iya mas."
Kemudian sambil membawa berkas-berkas laporan kerjanya ia pun menuju ruangan Fadhil.
Di lorong ia pun sempat bertemu Yo yang kebetulan juga menuju ruangan Fadhil. Mereka ternyata sama-sama dipanggil olehnya.
"Permisi ..." ucap Nisa di depan ruangan Fadhil.
"Masuk."
Nisa dan Yo kemudian masuk ke dalam. Di depan meja Fadhil sudah ada beberapa berkas yang menumpuk. Dan kini pandangan Fadhil tertuju pada Nisa dan Fadhil.
"Duduklah dan lihat berkas yang ada di depan kalian." Titah Fadhil seketika.
Nisa dan Yo kemudian duduk di hadapan Fadhil dan mulai membaca berkas yang ada dihadapan mereka. Lembar demi lembar mereka buka, mereka dengan teliti membaca berkas demi berkas tersebut, sampai ahirnya mereka menemukan hal yang dimaksud Fadhil.
"Apa ini kak?" tanya Yo meminta penjelasan pada atasannya tersebut.
"Seperti yang kita lihat, ada kebocoran dana dalam intern perusahaan, sepertinya kita terlalu baik dengan mereka selama ini."
"Biarkan aku mengatasi hal ini kak." Pinta Yo sesudah membaca semua laporan dokumen tersebut."
"Ok, aku percaya padamu Yo." Ucap Fadhil.
"Kalau kamu butuh bantuan, kami siap membantu Yo." Ucap Nisa kemudian.
"Ok, semua hal sudah kita bicarakan, mari kita mulai rapat pagi ini."
Yo dan Nisa sama-sama mengangguk, lalu mereka pun segera bergegas menuju ruang rapat dan tak lupa membawa dokumen-dokumen penting.
Rapat pagi ini adalah rapat rutin bulanan untuk seluruh pemegang saham di Perusahaan D'Corp.
Semua petinggi perusahaan dan para pemegang saham wajib hadir dalam rapat kali ini.
Karena semua peserta rapat sudah hadir, maka rapat pun segera dilakukan. Semua hal-hal dan poin-poin penting sudah dibahas dengan singkat padat dan jelas. Semua hadirin pun sudah paham dan cukup puas dengan hasil rapat kali ini. Satu jam kemudian rapat pun dibubarkan.
Seperti biasa, Nisa langsung menjemput Zi di sekolahnya. Sedangkan Fadhil dan Yo menentukan langkah-langkah untuk membereskan masalah tadi pagi. Meskipun Yo akan bertindak sendiri, tetapi strategi dari Fadhil juga sangat perlu. Dan mereka akan membahas keduanya diruangan khusus.
Sebuah ruangan yang hanya diketahui Yo dan Fadhil. Tempat itu persis dibelakang sebuah rak buku diruangan kerja Fadhil. Hal itu dilakukan agar informasi perusahaan tetap aman.
Hal-hal sepele tidak boleh bocor, apalagi hal sepenting ini. Bahkan Nisa pun tak tahu ada ruangan khusus disitu.
...***...
Di sekolah Zi.
Nisa sudah sampai di sekolah Zi, ia juga sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir sekolah. Hampir semua orang di sekolah Zi memberi hormat dan salam pada Nisa. Nisa pun membalas sapaan mereka dengan ramah.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Bu ..."
"Siang Ibu Nisa, Zi ... sudah dijemput mama kamu."
"Iya Bu."
Lalu Zi pun mengambil tasnya kemudian berpamitan pada gurunya. Tak lupa memberi salam dan mencium tangan Ibu Gurunya.
Begitu pula dengan Nisa, ia pun memberi dalam kemudian berpamitan, tak lupa berterimakasih. Sesudahnya, mereka berdua langsung menuju tempat parkir mobil.
"Bagaimana pelajaran hari ini sayang?"
"Baik Mom."
"Lalu kenapa cemberut seperti itu?" tanya Nisa penasaran.
Setelah sampai Zi langsung masuk ke dalam mobil. Begitu pula dengan Nisa yang menyusulnya. Nisa pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Zi dan mengajaknya ke kantor Nisa.
"Sayang, Mommy sedang bertanya pada kamu, kok 'ga dijawab?"
"Mommy pasti sudah tau jawabannya." Ucap Zi masih dengan wajah murungnya.
"Mom tidak tau sayang, tadi pagi kamu masih ceria, kenapa sekarang cemberut gitu?"
"Mommy mampir resto favorit aku dulu, aku lapar." Pinta Zi.
"Oke ... oke ... tapi setelah itu kamu cerita sama Moms ya."
"Hmm ..."
Karena permintaan putranya, ia pun melajukan mobilnya menuju restaurant favoritnya. Biasanya Zi meminta hal itu, sudah bisa dipastikan ia sedang bad mood. Nisa sudah hafal dengan tingkah putranya tersebut.
Apalagi sejak ia bersekolah sudah jarang sekali ia meminta hal itu. Pasti masalah kali ini lumayan baginya. Lima belas menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Nisa dan Zi sama-sama sudah turun dari mobil, mereka lalu masuk ke dalam resto dan memesan makanan dan minuman. Hanya dengan makanan sudah bisa mengembalikan mood Nisa dan Zi.
Ibu dan anak ini mempunyai kebiasaan unik. Kalau sedang bad mood mereka akan melampiaskan dengan membeli makanan yang mereka suka. Dan terbukti sesudahnya mood mereka kembali membaik setelahnya.
Kalau Nisa selalu memilih ice cream dan makanan manis. Kalau Zi akan memilih nasi goreng seafood. Tentunya itu karena sejak dalam kandungan Zi sudah suka nasi goreng.
πFLASH BACK ON
Bisa dipercaya atau tidak, tetapi sejak awal kehamilan Zi, Nisa tak bisa mengkonsumsi naai dan lauknya. Bahkan mencium aroma masakan ia sudah mual.
Oleh karena itu, Zein pun tak kehabisan akal, ia akan mencarikan cara agar Nisa dan bayinya tetal mendapatkan nutrisi yang seimbang. Dan untungnya ia masih bisa makan buah-buahan meskipun dibuat rujak. Untung saja saat itu Mbok Iyem masih ada, jadi beliau juga turut andil menjaga kandungan Nisa.
Dan diawal semester dua, Nisa sudah bisa mengkonsumsi nasi, meskipun sudah berwujud nasi goreng. Tentunya nasi goreng lengkap penuh gizi untuk ibu hamil. Karena Nisa belum bisa memakan makanan normal seperti biasanya. Jadilah dengan cara itu ia bisa mengkonsumsi nasi.
Mungkin berawal dari situ Zi sudah mulai menyukai nasi goreng. Bahkan dari semua jenis nasi goreng ia sangat suka. Terlebih nasi goreng seafood ini, ia amat menyukainya.
πFLASH BACK OFF
"Enak ga sayang nasgornya?"
"Enak lah Mom, rasanya masih seperti biasanya Moms." Ucapnya sambil terus menyendok makanan itu ke mulutnya.
"Enak dong, siapa dulu yang merekomendasikan tempat ini?"
"Daddy Fadhil dong."
"Karena rasanya memang ...."
"Ah mantaps ..." ucap mereka berbarengan.
Dan sesudahnya mereka pun tertawa bersama-sama.
~Bersambung~
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAKππ...