
Lalu keduanya pun berbincang - bincang lama disitu. Sampai dokter yg mau memeriksa Zein datang ke ruangan perawatan Zein.
" Selamat sore Zein."
" Sore dok.."
" Boleh saya memeriksa keadaan kamu ?
" Boleh dok..silahkan. "
Setelah selesai memeriksa Zein...maka dokter pun mencatat hasilnya dalam buku rekap kesehatan Zein.
" Bagaimana dok..? " tanya Zein pada dokter.
" Sebenarnya ada beberapa alasan yg mengharuskan kamu untuk beristirahat lebih lama Zein. "
" Kenapa ? apa ada masalah lagi."
" Untuk sementara waktu memang sebaiknya kamu istirahat lebih banyak Zein. " ucap Pak Charles.
" Tapi pak.."
" Kalau tidak ada yg ditanyakan kembali ..aku permisi dulu Zein.."
" Terimakasih dok."
Setelah dokter keluar, Pak Charles segera buka suara.
" Zein kamu tenanglah dulu..urusan pekerjaan biar dihandle Zivanna dulu..kamu fokus istirahat saja ....lagipula pernikahanmu tinggal beberapa bulan lagi..kasihan tunanganmu.."
" Tapi..."
" Kamu tidak usah hawatir..urusan Zivanna biar menjadi urusan bapak."
" Tapi saya juga sudah berjanji untuk menikahi Zivanna pak..saya sudah..."
" Sudah apa Zein..kamu tidak usah hawatir..aku sudah tau semuanya kok..kamu tenang saja. "
" Maksudnya.."
" Maafkan sikap putriku Zein..aku sungguh minta maaf padamu untuk semua kejadian yg menimpamu kemarin.." ucap Pak Charles tulus.
" Seharusnya saya yg minta maaf pak..bukan anda..karena saya telah..." ucapnya terjeda.
" Karena telah meniduri putriku ? "
Zein terheran melihat Pak Charles berbicara tanpa beban...padahal ia sendiri sudah sangat stress memikirkan semuanya. Apalagi tentang masa depannya dengan Nisa.
" Kenapa kamu diam Zein..ini semua tidak seperti yg kamu pikirkan."
Pak Charles tampak menghela nafas panjang sebelum ia kembali melanjutkan kemana arah pembicaraannya.
" Zivanna yg mengatur semuanya Zein..ia dengan sengaja menaruh obat dalam minuman dan makananmu sehingga kau merasa pusing dan Zi mengantarmu ke hotel lalu terjadilah itu."
Zein masih tampak berfikir..
" Malam itu tidak terjadi apa - apa Zein..kamu dan Zi tidak melakukan apa- apa..ia hanya tertidur disampingmu setelah ia melucuti pakaianmu dan pakaiannya..tapi kalian tak melakukan apa - apa..tapi Zi membuat seolah kamu telah menidurinya."
Zein masih syok mendengar semua penjelasan dari Pak Charles yg notabene sudah dianggap ayah oleh Zein dan merupakan ayah kandung Zivanna.
" Zi sangat mencintaimu dan sangat terobsesi terhadapmu..maka dari itu ia melancarkan segala cara agar ia bisa mendapatkanmu..oleh karena itu aku secara pribadi ingin meminta maaf untuk semua kesalahpahaman ini."
" Apa kau memaafkanku dan putriku.." ucap Pak Charles tulus.
Zein nampak berfikir lalu ia memandang orangtua didepannya.
" Aku memaafkannya pak..aku juga minta maaf tidak bisa mewujudkan keinginan putri bapak " ucap Zein perlahan.
" Kamu tenang saja Zein..kalau dia macam - macam biar aku kirim lagi ke luar negeri..ha..ha..ha.." ucapnya diselingi canda tawa.
Zein hanya prihatin pada Zivanna..sebenarnya ia anak yg baik..tapi karena kurang kasih sayang maka ia pun menjadi seperti sekarang ini.
" Oh ya..aku pamit dulu Zein.."
" Terimakasih pak..untuk kunjungannya."
" Sama - sama..aku permisi. "
Lali sesudah Pak Charles pergi..Zein segera mengirim pesan pada Nisa..ia begitu kangen dengannya.
Nisa yg baru saja sampai di kamarnya.. mendengar ada bunyi notif di Hpnya.. artinya ia
mendapat pesan dari Zein...kenapa ia tau..karena emang notifikasinya dibuat berbeda dari lainnya.
*** " Assalamu' alaikum sayang 🥰 "
Tumben pake emoticon kaya gitu..ucap Nisa dalam hatinya.
*"* " Wa'alaikumsalam sayangnya Nisa 😘 "
*** " Udah pulang ? "
*"* " Udah dong..baru aja nyampe kamar..he..he.."
*** " Gimana perjalanannya kemarin..lancar dan capek g..?"
*"* " Ha..ha..mayan juga si..soalnya Nisa lom pernah perjalanan jauh ..apalagi pake pesawat gitu...ha..ha.."
*** " Menyenangkan bukan rasanya naik pesawat ? "
*"* " Tentu dong..sayangnya naiknya g sama kakak si.."
*** " Maaf..tapi kakak janji lain kali kita akan naik pesawat yg sama dan duduknya bersebelahan...atau..gimana kalau honeymoon nanti kita pergi kesana lagi..berdua tentunya.."
*"* " Ha..ha..kakak mah ada - ada aja..emangnya dapat cuti berapa hari..sampai pake acara honeymoon segala.."
*"* " Kakak mah enak...bisa cuti lama..lah Nisa...bisa- bisa cuti lama dipecat nanti..🤣 "
*** " Ya kalo dipecat tinggal pindah kerja ama aku aja..kan lebih enak sayang- sayangannya..g perlu LDR an lagi.."
Nisa yg diseberang sana hanya senyum - senyum sendiri..membayangkan bagaimana nanti saat mereka sudah menikah..akankah sama seperti ini..
*** " Tu kan diem..jangan menghayal yg engga - engga dulu ya...wkwkwkwkwkwk.."
Nisa semakin merah padam menahan malu.." Untung aja cuma sebatas sms...coba kalau video call..waaa..bisa malu abis- abisan ini.." gumam Nisa dalam hatinya.
*"* " Kakak ..udah dong becandanya..kalo terus dibecandain Nisa tinggal mandi lo.."
*** " Mau dong dimandiin sekalian ama Nisa.."
*"* " Kakaaakkkk Zein ..🙈.."
*** " Ya dah sana cepat mandi...au asem ni lama - lama.."
*"* " Tu kan ujung- ujungnya Nisa lagi yg salah...udah ah..mau mandi dulu..bye..🤗 "
*** " See you sayang 😘 "
*"* " Bye 😘 "
Lalu Nisa pun mengahiri pesannya lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
Sementara Zein diujung sana sedang senyum - senyum sendiri. Ahirnya..masalah yg ia pikirkan beberapa hari ini mulai menguap entah kemana sejak Pak Charles mengungkap segalanya.
Ahirnya disela doa- doa yg terus ia panjatkan Allah akan mengabulkannya bersanding dengan Nisa. Semoga ke depannya tidak akan ada lagi masalah yg lebih berat dari ini.
Lalu sesudahnya perawat datang dan mengganti infus ditangan Zein. Ia memang diperintahkan untuk mengganti obat Zein dan memindahkan ruangannya atas permintaan dokter yg menanganinya.
Ya..dokter yg menangani Zein memang sengaja memindahkan kamar Zein agar tidak ada lagi yg menjenguk Zein agar ia tak terganggu masa istirahatnya.
Lagian Zein sebelumnya sudah berpesan..bila sampai ada yg menjenguknya..itu artinya ia harus segera pindah kamar. Dan tadi Zein sudah mengirim pesan bahwa yg mengunjunginya adalah boss dikantornya. Bisa jadi nanti putrinya akan menjenguknya dan berbuat nekat lagi .
Saat brankar dipindahkan Zein sama sekali tidak menolak..karena ia tau bahwa ini atas perintah dokter yg menanganinya.
Nisa diseberang sana sedang mandi sambil tersenyum - senyum sendiri mengingat Zein tadi menggodanya dan ia sempat membayangkan hal yg tidak - tidak. Zein memang sukses mengerjainya..dan Nisa pun tak keberatan akan hal itu..karena memang Nisa sangat hafal akan kelakuan Zein.
Dan karena itulah Nisa sangat mencintai Zein. Karena di dalam Zein ada paket lengkapnya.
.
.
HAI HAI..READERS KESAYANGAN AUTHOR..MAAF YA JADI MUNCUL KARAKTER BARU..TAPI BEGITULAH KEHIDUPAN..ADA SAJA MASALAH YG DATANG SILIH BERGANTI
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊
SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT KALIAN SEMUA 😘😘