After Married

After Married
AHIRNYA KETEMU



"Selamat pagi," sapa Sheril ketika menginjakkan kaki di meja resepsionis perusahaan Fadhil.


"Pagi Nona, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya Sheril dari Perusahaan T&T ini bertemu dengan Bapak Yoshua, kemarin sudah membuat janji bertemu."


"Baik Nona, biar saya chek kembali."


"Oh ya Nona, Anda sudah ditunggu beliau saat ini di ruangannya."


Setelah mendapat akses masuk, Sheril segera menuju ke ruangan Yo. Ia pun kembali naik ke lantai delapan belas, tempat Yo bekerja. Kebetulan pada saat yang sama, Ferry baru saja keluar dari lantai atas. Ia pun menggunakan lift yang sama dengan Sheril gunakan.


Ia memang sebelumnya baru melakukan meeting dengan Fadhil di ruang direksi. Karena perusahaannya baru saja menandatangani kontrak bisnis dengan perusahan Fadhil.


Ferry adalah orang yang beberapa hari lalu mencari segala info tentang Sheril. Beruntung siang ini pun ia kembali bertemu dengannya sesaat sebelum ia menaiki lift yang baru saja ia gunakan.


"Bos, sepertinya wanita tadi adalah..."


"Benar sekali, instingmu sungguh lumayan Ben."


"Ben gituloh bos."


Saat Ferry mau melangkah keluar, nyatanya si Ben malah menghampiri meja resepsionis.


"Ben, mau kemana? kita buru-buru."


"Bukan menjawab pertanyaan bossnya, ia malah semakin mendekati meja resepsionis tersebut."


"Permisi Mbak, mau tanya."


"Iya mas, tanya apa?"


"Nona yang memakai stelan jas berwarna navi tasi dari perusahaan mana ya mbak?"


"Oh, nona yang baru saja masuk ke lift ya?"


Ben mengangguk.


"Itu tadi namanya Nona Han Sheril, beliau adalah putri dari pemilik Perusahaan T&T."


"Memangnya ada apa ya?"


"Bukan apa-apa sih mbak, cuma penasaran dengan beliau, karena tempo hari dia menolong saya."


"Iya mas, gak apa-apa kok."


"Makasih sekali lagi ya."


"Iya sama-sama."


"Darimana saja sih, jam segini kita udah mepet sama jadwal meeting selanjutnya. Aku harap kau bisa membenahi jadwal-jadwal yang tidak masuo akal, mengerti?"


"Mengerti bos, oh ya bos, jadi begini bos, tadi tuh saya cuma pengen tau aja siapa nama nona tadi, trus saya nyamperin ke sana. Haduh saya jadi kelupaan pamit sama bos tadi, maaf ya boss."


"Bilang dong dari tadi, bikin saya kesel aja."


"Tenang boss, saya punya obat buat ngilangin cinta kasih."


"Sue lo, emangnya apaan?"


"Sabar dong, jangan keburu-buru bos."


"Jadi nama gadis tadi adalah Han Sheril, ia adalah putri pemilik Perusahaan T&T grup."


"Ha-ah," ucap Ferry terkejut.


"Wah sebenarnya aku mau ngomong, kalau kamu tuh ternyata sangat pandai dan teliti. Gak salah ayahku memilih-mu sebagai assisten pribadiku."


"Sama-sama bos, saya juga bersyukur bisa mengabdi dengan baik sama bos selama ini."


Sementara mobil yang mereka kendarai sudah melaju membelah bangunan ibu kota.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Perusahaan D & Zi...


"Selamat siang nona," sapa para karyawan yang bertemu dengan dirinya.


Ia pun melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan Yo. Tak lama kemudian nama ruangan Yo sudah terlihat. Ia pun makin mempercepat langkah kakinya.


Kebetulan dari arah berlawanan terlihat Zein sedang membawa berkas-berkas. Tetapi karena sama-sama tidak fokus ke jalan. Mereka berdua malah bertabrakan.


Kertas-kertasnya beterbangan kesana-kemari. Hingga ahirnya Sheril membantunya merapikan file milik lelaki tersebut.


"Sepertinya aku tidak pernah melihat orang ini?" gumamnya.


.


.


...🌹Bersambung🌹...