After Married

After Married
BAB 222. BERANGKAT LIBURAN



Keadaan rumah tangga Nisa dan Fadhil sudah sedikit membaik. Kini mereka bahkan sudah bersiap-siap untuk pergi liburan ke Bali selama empat hari.


Fadhil bahkan meminta ijin untuk ketidakhadiran Zi di sekolah karena ada acara keluarga. Sebuah alasan klasik yang diberikan oleh para orang tua jika anak-anak diajak liburan di saat masih kegiatan belajar di sekolah.


"Semuanya sudah siap?" tanya Fadhil pada asisten rumah tangga miliknya.


"Sudah,Tuan. Semua barang yang berada di koper sudah saya naikkan di mobil yang kedua," lapor ketua pelayan.


"Oke, terima kasih."


Lalu Fadhil segera menggendong Baby Aaron, dan menggandeng tangan Nisa.


"Ayo sayang, segera naik," pinta Nisa lembut pada putranya.


Setelah itu, Zi segera naik di kursi belakang duduk bersama pengasuh Aaron yang memang diajak ikut serta.


"Oke, Pak, jalan!" perintahnya pada sang sopir.


"Siap."


Kedua mobil berwarna hitam itu segera meninggalkan rumah milik Fadhil untuk menuju bandara. Hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit, maka mereka akan sampai di bandara dengan kecepatan yang sedang.


Aaron tampak bahagia dan nyaman ketika berada dalam gendongan ayahnya. Terlebih mereka punya ikatan darah, jadi mungkin saja, Aaron lebih bahagia jika bersama ayahnya. Beruntung, Zi yang saat ini duduk dibelakang sama sekali tidak protes akan hal itu.


Sebelum ini, Nisa memang sudah memberikan edukasi tentang bagaimana jika Zi mempunyai seorang adik. Tumbuh sebagai anak pertama, Zi sudah mampu menjadi seorang kakak yang baik untuk adiknya.


Tunjukkan Contoh yang Baik


Tips mendidik anak yang pertama adalah dengan menunjukkan contoh yang baik. Memang tidak ada orang tua sempurna, tapi sudah seharusnya Anda dan pasangan memberikan contoh yang baik pada anak di kehidupan sehari-hari. Bila Anda ingin anak bertutur kata yang lembut dan baik serta bersikap sopan,  maka Anda harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Ingatlah jika orang tua merupakan contoh yang akan diikuti oleh anak hingga mereka dewasa. 


Panggil Nama Anak


Saat memanggil anak juga sebaiknya dengan menyebut namanya, sehingga sang anak merasa dianggap dan dihargai oleh orang tua. Ketika menoleh dan memerhatikan Anda, katakan dengan baik apa yang diinginkan dari si kecil. Hindari untuk berteriak karena ini bukanlah cara mendidik anak yang baik. Bila kebiasaan ini dilakukan, malah membuat si Kecil merasa kesal dan takut terhadap Anda dan tidak mendengarkan perkataan Anda. 


Bangun Kebiasaan untuk Mendengarkan 


Cara mendidik anak yang baik perlu membiasakan diri untuk mendengarkan apa pun perkataan anak. Walau Anda memberi perintah kepadanya, tidak berarti Anda tidak mendengar alasan mereka. Bisa jadi anak sedang merasa lelah, sedang kesal dengan suasana sekolah, atau memiliki masalah dengan temannya, dan lain-lain. Bila Anda menunjukkan sikap mau mendengar keluhan mereka, akan membuat anak mendengar perintah Anda. Dengan mendengarkan anak juga akan membuatnya terbiasa mengemukakan pendapatnya.


Kenali Pemicu Emosi pada Anak


Orang tua harus tahu kapan dan penyebab anak sedang merasa kesal atau marah terhadap sesuatu. Jika ingin memberi perintah atau mengajarkan anak sesuatu jangan diwaktu-waktu tersebut ya. Jika anak sedang marah, coba berikan waktu untuknya tenang dan biarkan ia menjelaskan apa yang menyebabkannya marah. Barulah setelah anak merasa tenang, Anda bisa berbicara padanya, misalnya memberi perintah atau mengajarkan sesuatu. 


Selalu Konsisten


Pola asuh yang diterapkan secara rutin dan konsisten akan membuat anak merasa lebih aman. Anak menjadi paham tentang apa yang diinginkan oleh Anda sebagai orang tuanya sehingga bisa bersikap lebih tenang ketika diberikan perintah. Contohnya, Anda melarang si Kecil untuk tidak menghabiskan makanannya secara berulang-ulang setiap hari secara konsisten, anak akan lebih memahami dan bersikap tenang untuk menghabiskan makanannya. 


Nah semoga bermanfaat ya, sumber info tentang edukasi yang bersumber dari googlen, dan sebuah situs www.zurich ....


...🌹Bersambung🌹...