After Married

After Married
PERGULATAN PANAS



Lalu Zein yg sadar situasinya dan kecanggungan Nisa... kembali mencium lembut rambut Nisa dan terus menerus sampai ahirnya mereka pun melakukan ciuman sebagai suami istri dan eng ing eng..melakukan hal yg seharusnya mereka lalukan sebagai sepasang suami istri.


Nisa yg kelelahan akibat ulah Zein ahirnya tertidur di samping Zein.


Sedangkan Zein sangat bersyukur bisa memiliki Nisa. Wanita yg dulu jauh dari impiannya justru kini telah menjadi pelengkap hidupnya.


Ia sangat bersyukur saat reuni waktu itu bisa ikut dan ahirnya bertemu dengan Nisa.


🌱 Flash back on -


Nisa yg jaman sekolah dulu sangat berbeda dengan Nisa yg ia temui saat reuni.


Dulu saat sekolah , Nisa adalah gadis yg sangat tomboy dan blak blakan kalo ngomong.. meskipun ia unggul di bidang prestasi tapi kalau soal dunia percintaan Zein jamin pasti ia kan kalah unggul dengannya ..saat di acara reuni dia bersikap sangat manis dan feminim..hingga membuatnya berani bertukar no telepon. Dan ahirnya di pertemuan reuni sesudahnya mereka sudah resmi pacaran.


Dulu meskipun Nisa tomboy tapi ia sangat baik hati dan membela temannya , maka dari itu ia juga terkenal diantara teman - temannya. Terkenal akan kebaikan hatinya dan prestasinya. Ia memang mempunyai inner beauty yg luar biasa sehingga membuat seorang Zein bertekuk lutut di hadapannya sekarang.


Dan sekarang Nisa jauh - jauh beribu kali lipat lebih cantik dimata Zein. Maka dari itu Zein tak kan pernah bisa untuk berpaling dari seorang Nisa.


🌱 Flash back off -


" I love you my wife " ucap Zein sambil menciumi pucuk kepala Nisa.


Nisa yg terus diciumi Zein pun seolah tak terusik karena memang ia sudah sangat kelelahan akan perjalanan jauh mereka dan akibat ulah Zein tadi.


Ahirnya Zein pun membaringkan dirinya disamping Nisa dengan memeluk tubuh Nisa dengan lembut. Aroma tubuh Nisa sudah menjadi candu baginya dan ahirnya ia pun terlelap dan menggapai mimpi indahnya dengan Nisa.


🌱 Keesokan harinya


Nisa yg terusik tatkala sinar mentari mencoba menerobos jendela kamarnya ahirnya mengerjapkan matanya. Dan ia mendapati tangan kokoh yg menimpa badannya.


Nisa sempat tersentak kaget.. sampai ia baru ingat kalau tadi malam sudah terjadi hal yg tidak - tidak..dan tentu saja itu akibat ulah Zein suaminya.


Ia melihat pakaiannya dan pakaian Zein sudah jauh terlempar dari kasurnya. Lalu ia menilik ke dalam selimut untuk memastikan sesuatu.


" Astaga.." ia menepuk jidatnya sendiri. Lalu rona merah seketika menyembul di kedua pipinya..mengingat adegan 21 + yg terjadi malam tadi.


" Jadi benar- benar semalam sudah terjadi dan bukan mimpi.." ucapnya perlahan.


" Zein yg dimatanya lugu ternyata sangat nakal dalam hal begituan.." Argghhh.." Nisa menggigit bibir bawahnya lalu menoleh ke arah Zein..apakah Zein sudah bangun atau belum..ia mendengar semua omelanku tadi tidak ya ? " batin Nisa berkecamuk.


Lalu dipandanginya lelaki tampan di sampingnya..lelaki yg mampu membuat Nisa bahagia dan terluka..sampai ia pun takut kehilangan Zein..apalagi mengingat kecelakaan yg pernah menimpanya, membuat Nisa sangat mencintai Zein dan tak ingin ditinggalkan kembali olehnya.


Nisa yg dulu tegar dan kuat bisa menjadi rapuh seketika saat ia ditinggalkan Zein dalam keadaan sakit waktu itu. Ya..laki- laki disampingnya adalah seseorang yg tak pernah dibayangkan akan hadir dalam hidup Nisa.


⚘⚘⚘


Nisa pun kembali dalam kesadarannya. Lalu ia pun mencoba bangkit dari tempat tidurnya.. tapi karena bagian intimnya masih begitu sakit akibat pergulatan panasnya tadi malam.. hingga tak sadar ia pun menyenggol lengan Zein.


Zein yg tau Nisa sudah bangun segera membuka matanya dan mencoba mendekati tubuh Nisa yg hanya dibungkus selimut.


" Masih sakitkah.." ucapnya sambil mencium tangan Nisa.


Nisa hanya mengangguk sambil malu - malu.


" Aku gendong ya.."


Tapi belum melangkah jauh, selimutnya tak sengaja terinjak kaki Zein mengakibatkan Nisa terjatuh.


" Auuuuwwwhhh..." ucap Nisa yg masih memegangi selimut yg tersisa.


Zein pun berlari ke arah Nisa..ia pun lupa memakai apa- apa.."


" Aaarggghhh..kakak..itu..itu ditutupin dulu .." ucap Nisa sambil menunjuk junior Zein yg tanpa bungkusan.


Zein yg baru sadar ia pun tersenyum, lalu mendekati Nisa sambil melancarkan aksi jailnya.


" Maaf ya..." ucapnya sungguh- sungguh."


Lalu ia pun menggendong Nisa ala brydal style menuju kamar mandi. Ia mendudukan Nisa di bibir bathup yg agak lebar.. lalu mengisi bathupnya dengan air hangat. Setelah itu ia mengajak Nisa untuk mandi bersama, tapi sebelumnya ia sudah mendudukan Nisa di dalam bathup.


" Sayang mau aku mandiin atau mandi sendiri .."


Nisa yg masih menutup matanya ahirnya dengan terpaksa membuka matanya.


" Aa..aku mandi sendiri saja kak.."


" Kenapa kamu masih malu..kan tadi malam sudah saling melihat semuanya.."


Zein kemudian berjongkok di dekat Nisa...


" Semua yg aku punya sudah menjadi hak paten kamu sayang..jadi g usah malu - malu lagi.." ucapnya.


" OMG..kak Zein mesum banget ternyata..aaarrghhh aku tertipu..huaa..." ucap Nisa dalam hatinya.


Ahirnya Zein yg masih berada didekat Nisa tak bisa lagi membendung gairahnya saat melihat Nisa yg sedang menyabuni tubuhnya..


Dan terjadilah lagi hal hal yg semalam telah terjadi.


Nisa yg tak kuasa menolak karena kekuatannya jauh dibawah Zein.. ahirnya menikmati permainan Zein yg sedikit lebih lembut dari permainan tadi malam. Entah sudah berapa ronde yg mereka habiskan. Atau Zein memang sengaja melampiaskan hasratnya yg sudah menggebu..wkwkwkwkwk..author tidak tau..🤭✌😊


Entah kenapa aroma tubuh Nisa membuatnya bergairah setiap saat. Dulu saat tak sengaja berciuman dengan Nisa di bioskop saat itu..saat itulah yg membuat salah satu bagian dari tubuh Zein bereaksi. Entah kenapa saat mencium aroma tubuh Nisa..otomatis junior Zein sudah On dengan sendirinya. Meski tidak se-kokoh dan setegak sekarang.


Padahal kalau di dekat Zivanna yg begitu seksi saja, juniornya sama sekali tak bereaksi. Bahkan saat Zivanna merayunya ia juga tak bereaksi seperti saat ini. Tapi hari ini berbeda. Ia sangat menikmati masa honeymoon mereka.


Setelah 1,5 jam mereka mandi..ahirnya mereka selesai juga mandinya.


Zein kembali menggendong Nisa saat hendak keluar kamar mandi, lalu membawa mereka menuju walk in closet untuk memakai pakaian.


" Kak Zein..please..biarin Nisa memilih dan memakai pakian sendiri ya.." rengek Nisa yg melihat Zein masih memilih pakaian untuk Nisa.


Zein hanya tersenyum..ia tau Nisa sangat takut kalau dia akan menerkamnya lagi seperti saat di toilet tadi.


" Kak Zeinnnn...please deh.." sungut Nisa dengan kesalnya.


" Ok..ok..aku keluar dulu sayang..kalau butuh bantuan aku siap membantumu.." ucapnya sambil mencium kening Nisa.


Nisa pun ahirnya lega saat Zein melangkahkan kakinya keluar menuju tempat tidur mereka.