After Married

After Married
TERKEJUT



...Sebuah cinta itu harus diawali dengan sebuah kejujuran, dimana ada sedikit celah kebohongan, maka selanjutnya bersiaplah untuk menerima kehancuran akan jalinan cintamu....


...⚜⚜⚜...


Hari semakin berlalu, jalinan cinta Yo dan Alexa akan segera berlabuh di pelaminan. Hari pertunangan mereka akan dilangsungkan bulan depan.


Gedung dan semua ***** bengeknya sudah dipersiapkan bersama dengan Alexa saat ia masih berada di Indonesia. Tetapi sayangnya kemarin ia tidak bisa berlama-lama di Indonesia karena ada proyek mendesak yang harus ditandatangani oleh ayah Alexa. Jadi rencana mereka untuk tinggal satu minggu telah dibatalkan.


"Yo, bagaimana persiapannya, sudah sampai mana?"


"Alhamdulillah udah hampir sembilan puluh persen rampung kak, hanya kurang menunggu undangan jadi."


"Kalau udahan digital-nya bagaimana?"


"Kalau hal itu, alhamdulillah udah di tangan sih, tinggal share aja."


"Alhamdulillah, mulai sekarang kamu harus mempersiapkan diri, jaga kesehatan dan jangan terlalu capek."


"Siap bos."


"Wkwkwk, jadi kangen masa-masa itu."


"Masa apa kak? mau nikah lagi?"


"Amit-amit gak lah, istri aku cuma satu cukup Nisa seorang, ngapain pula minta nikah lagi."


"Ya kali mau ikutin tren jaman sekarang!"


"Tren apaan Yo?" tanya Fadhil penasaran.


"Tren berbagi bird...wkwkwk"


"Berbagi bird?" Fadhil semakin kebingungan.


"Iya kak, berbagi bird itu alias poligami."


"Gak, gak ada kayak gituan di hidup aku. Cukup Nisa satu untuk selamanya."


Kebetulan saat melewati ruangan Fadhil, Zein sempat mendengar pembicaraan mereka. Entah mengapa ketika Fadhil mengatakan isi hatinya bahwa hanya Nisa satu-satunya wanita dalam hidupnya, membuat hatinya berdenyut nyeri.


Apakah ini rasa yang pernah ada untuk Nisa dan tak akan pernah tergantikan? Kenapa rasanya sakit sekali ketika menyadari bahwa orang yang pernah kita cintai harus menjadi milik orang lain.


Tak mau berlama-lama berada di tempat itu, ia pun segera pergi meninggalkan ruangan Fadhil dan kembali ke ruangannya.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Kantor Sheril...


Sheril bukanlah orang sembarangan yang gampang ditipu. Sekali ia curiga maka ia akan menyelidiki hal itu sampai tuntas.


"Permisi ..."


"Nona Sheril ini berkas-berkas yang Anda butuhkan."


"Oke, terimakasih mbak."


"Sama-sama, kalau tidak ada yang diperlukan lagi, saya permisi."


Sheril mengangguk.


Setelah itu, ia mengambil sebuah note kecil. Ia mulai mencatat poin-poin penting disana. Hampir setiap ada sesuatu yang ia pikirkan ia akan mencatatnya dalam buku note kecil itu. Karena hanya disanalah ia bisa berbagi. Lagi pula Sheril bukan tipikal gadis yang mudah percaya dengan orang lain.


Setelah melakukan hal itu, ia pun meneruskan pekerjaan kantornya.


.


.


"Selamat pagi semuanya," ucap Zivanna menyapa semua hadirin meeting pagi itu.


"Pagi Bu," sapa semuanya.


"Oke rapat pagi ini kita mulai."


Zivanna tidak menyadari kalau diantara hadirin meeting itu Kenzo di dalamnya. Kenzo memperhatikan dengan seksama ketika Zivanna mempresentasikan proyeknya.


Di samping Kenzo ada asisten setianya. Ia dengan setia memperhatikan bos-nya yang sedang bucin akut itu.


"Dasar bucin parah, kayak gitu aja dibelain sampe gak kedip," batin asisten Kenzo.


"Oke, sekian presentasi dari saya, bila ada yang ditanyakan, waktu dan tempat saya persilahkan."


Setelah dirasa cukup maka Kenzo mengangkat tangannya. Hingga Zivanna kaget akan kehadiran kekasihnya di tempat itu.


"Kenzo?" batin Zivanna.


"Oke, untuk Mr. Kenzo waktu dan tempat dipersilahkan," ucap sekertaris Zivanna yang kebetulan mendampingi bosnya meeting pagi itu.


.


.


Lalu apakah Zivanna akan gugup atau bersikap sama seperti sebelum menyadari kehadiran Kenzo di tempat meeting itu? Kita simak di up selanjutnya...


Jangan lupa mampir di karya othor yang lain ya..





Terimakasih sebelumnya 🙏