After Married

After Married
BADAI PASTI BERLALU



"Badai pasti berlalu, asalkan kita mampu dan yakin kalau kita pasti bisa melewati ujian itu. Berjuanglah selagi engkau mampu. Berdoalah sebanyak mungkin dan berusahalah tiada henti agar kamu segera bisa keluar dari badai itu dan kamu bisa kembali menjadi seorang yg tangguh dan kuat."


.


.


.


πŸƒKEESOKAN HARINYA


Semua anggota keluarga sudah hadir di rumah Nisa. Dan menurut kabar berita terbaru, semua penumpang pesawat XXX sudah meninggal semua. Karena sampai saat ini, hanya kepingan-kepingan badan pesawat dan beberapa barang penumpang yg sudah berhasil mereka temukan.


Sedangkan jenazah para penumpang masih dalam proses pencarian. Semua kru penyelam terbaik dan para tenaga medis sudah dikerahkan. Kini tinggallah keluarga korban tinggal menunggu hasilnya.


"Nisa, kamu yg sabar ya, masih ada baby Zi yg butuh perhatian kamu. Kamu harus bangkit dan kuat." Ucap Ibu Nisa memberi semangat.


"Kakak harus kuat, kakak pasti bisa, hiks ... hiks ... hiks ..." ucap adik Zein yg kebetulan sudah hadir di rumah Nisa.


Sedangkan Nisa hanya terdiam, ia masih begitu syok dengan musibah yg menimpanya berkali-kali. Sudah banyak sekali cobaan hidup yg ia alami saat menjalin kasih dengan suaminya tersebut.


Kini ia tak mempunyai semangat hidup seperti dulu lagi. Separuh nyawanya sudah hilang tak berbekas, hilang bersama kepergian suami tercintanya.


Satu kalimat terahir yg masih terngiang-ngiang di benaknya adalah


"Sayang kamu adalah wanita terbaik yg pernah aku temui dalam kehidupanku, sekarang aku sedang mempersiapkan masa depan terbaik untukmu, baby Zi dan keluarga kecil kita. Jika suatu saat aku pergi dan tak kembali, jagalah buah hati kita sepenuh hati. Tetaplah kuat dan jadilah ibu dan istri terbaik untuk keluarga kecil kita. Aku akan selalu mencintaimu kemarin, saat ini dan sampai kapanpun. I love you Annisa Faiha."


Entahlah beberapa hari sebelum kepergian Zein ke luar negeri, ia sudah merasakan beberapa firasat. Dari sikap Zein yg sangat perhatian sampai dia selalu memberikan waktu lebih untuk sekedar bermain dengan baby Zi dan juga dirinya. Padahal akhir-akhir ini ia sangat sibuk jadwal kerjanya.


Ia pun menjadi sangat bijak dan menjadi sosok ayah yg sangat sempurna dan sangat menyayangi keluarganya. Ia bahkan tak pernah marah meskipun Nisa banyak maunya. Entahlah akhir-akhir ini Nisa menjadi sangat manja pada suaminya, dan tentu saja Zein sangat menyukai sifat manja istrinya tersebut.


Zein sudah menjadi patner hidup terbaik untuknya, meski banyak rintangan yg selalu menyertai mereka tapi semua bisa diatasi saat mereka berdua. Nisa yg manja telah melengkapi sosok Zein yg dewasa.


Nisalah sosok yg mampu memberikan warna pada hidup Zein yg selalu terobsesi dengan pekerjaan yg kadang membuatnya lupa akan kesehatannya. Untung Nisa sangatlah jeli, jadi ia mampu memberi rambu-rambu jika suaminya tersebut sedang gila kerja.


Kini ia sudah memiliki seorang Putra, yaitu Rafassya Zien Alfaruq, atau biasa dipanggil baby Zi. Balita itu pun tumbuh dengan berjuta kasih sayang dari kedua orangtuanya dan juga keluarga besarnya. Kini ia harus berpisah dengan ayahnya. Entah apa yg harus ia katakan jika nanti ia menanyakan keberadaan ayahnya tersebut.


Kini takdir datang dan merenggut paksa kebahagiaan yg sudah ia dan Zein bangun. Akankah ia mampu menjadi sosok ibu yg sempurna bagi putra semata wayangnya. Hanya buliran air mata yg mampu keluar dari kedua bola mata Nisa, sedangkan hatinya hampa kehilangan sosok penyempurna kehidupannya.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Diseberang sana, Fadhil juga sangat bingung dengan posisinya. Sebagai sahabat Zein dan Nisa, ingin sekali ia bisa menenangkan hati Nisa, tapi pekerjaan di kantornya juga sangat banyak dan menyita waktu. Begitu pula dengan Richard, pasien di rumah sakitnya juga bertambah banyak, ia pun tak bisa menyisihkan sedikit waktunya untuk menghibur Nisa.


Mereka sama-sama kehilangan sosok Zein yg begitu hangat dimata mereka. Apalagi Zein sudah menganggap mereka berdua bagian dari keluarga kecilnya, pertemanan mereka membuat satu sama lain saling melengkapi.


Mereka juga sangat menyayangi Nisa seperti layaknya keluarga, terlebih ia adalah satu-satunya istri sahabat terbaik mereka. Dan juga ada baby Zi yg hadir juga untuk menjadi penyemangat mereka.


Kini satu-satunya fokus mereka adalah mengembalikan kondisi psikis Nisa, agar nanti tak mempengaruhi kondisi psikis baby Zi juga.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Sementara itu kediaman Zein.


Polisi dan bagian team pencarian korban kecelakaan pesawat sudah berhasil menemukan barang2 Zein. Kartu identitas dan lainnya sudah diketemukan, tetapi tidak dengan jasadnya.


Keluarga Nisa pun sudah mendapatkan kabar tentang kepastian hal itu. Ibunda Zein bahkan sempat pingsan setelah mendengar kabar tersebut. Sedangkan Nisa jatuh tertunduk mendengarkan kabar tersebut.


Ibu Nisa-lah yg kini ada disamping Putrinya tersebut dan coba memberikan dukungan moril pada putrinya tersebut.


"Ibu ... ?"


"Iya sayang, Ibu disini."


"Kamu ga salah nak! Engga ada yg patut kamu persalahkan. Ini sudah menjadi jalan takdir untukmu. Kamu yg kuat ya sayang."


"Tapi kenapa Bu?" Nisa masih saja menangis tiada henti.


Sedangkan di salah hati ibunya, ia juga sangat bersedih atas kejadian yg menimpa putri satu-satunya tersebut.


Mereka berdua saling berbagi rasa malam itu. Sampai ahirnya Nisa pun terlelap dalam dekapan ibunya.


Ayah pun tak tega melihat keadaan putrinya seperti itu, ia pun menyusul istri dan anaknya ke dalam kamar Nisa.


Ceklek


"Ibu ...?"


"Ya pak."


"Nisa sudah tertidur?"


"Iya pak." Ucap Ibu sambil memperlihatkan kalau putri mereka sudah terlelap.


"Alhamdulillah kalau begitu. Ibu istirahat saja dulu, biar aku yg gantian menjaga anak kita." Ucap ayah kemudian.


Ibu pun mengangguk, dan beliau pun permisi lalu keluar kamar dan langsung melaksanakan ibadah isya'.


Seusai ibadah, ibu pun berdoa.


"Ya Allah kuatkanlah kami dalam berjuang, ampunilah dosa-dosa kami, kuatkanlah putriku dalam menghadapi garis takdir dari Mu. Aku yakin akan ada hal indah dibalik kejadian ini. Dan semoga setelah ini Putriku mendapatkan kebahagiaan yg sempurna. Sehatkanlah cucuku sebagaimana engkau memberikan kamu kesehatan sampai detik ini. Aamiin."


Sesudah itu ia pun kembali ke dapur untuk membawakan beberapa makanan untuknya dan putrinya. Karena seingat mereka, sedari siang mereka berdua belum makan ataupun minum.


πŸƒFadhil pov-


Di kantor Fadhil.


"Yess berhasil, ahirnya aku bisa pulang juga." Ucap seorang direktur muda di dalam ruangannya.


Setelah seharian penuh ia berkutat dengan pekerjaannya, kini ia bisa pulang dan mengistirahatkan tubuhnya. Dengan bergegas ia pun kembali ke rumahnya.


Dengan mobilnya ia pun membelah jalanan ibu kota yg padat merayap. Sebuah kota besar yg tak pernah tidur karena kesibukan para warganya yg terus gila kerja. Tak terkecuali dengan Zein dan dirinya.


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


HAI-HAI ... FANY HADIR KEMBALI SETELAH SEKIAN LAMA HIATUS DARI NOVEL KEDUA INI.. MAAFKAN FANY YA πŸ™


INSYAALLAH HABIS INI FANY AKAN LEBIH GIAT UNTUK UP..


DAN SELAMAT MENIKMATI MUSIM KEDUA DARI AFTER MERRIED 😘😘😘


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFTNYA YA.. SEMOGA ALLAH MELIPATGANDAKAN REZEKI KALIAN SEMUA..AAMIINπŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—