After Married

After Married
RUMAH SAKIT



Lalu ayah Nisa pun mengantarkan keluarga Zein menuju ke ruang perawatan, sedang ibu Nisa masih setia menemani putri semata wayangnya tersebut.


" Nisa yg sabar ya..terus berdoa agar operasinya berjalan lancar, dan Zein segera bisa dipindah ke ruang perawatan." ibunya masih saja menguatkan batin putrinya.


**********


Ahirnya lampu hijau ruang IGD itu menyala, pertanda bahwa operasinya telah selesai. Pintunya pun terbuka dan kepala dokter yg menangani operasi Zein keluar.


Buru - buru Nisa menghampiri dokter tersebut dan menanyakan bagaimana keadaan Zein.


" Gimana dok? "


Dokter itu menjawab , " Mari ikut ke ruangan saya, nanti saya jelaskan disana. " kemudian Dokter itu melangkah meninggalkan ruang IGD menuju ruangan pribadinya.


Nisa dan ibunya pun mengikuti kedua orang itu menuju ruang pribadi dokter.


Setelah sampai di ruangannya, dokter mempersilahkan Nisa dan Ibunya untuk duduk.


" Maaf dengan siapa ini ? "


" Saya Nisa dok, tunangan pasien anda yg baru saja dioperasi tadi, dan ini ibu saya. " jelas Nisa pada dokter itu.


" Begini Ibu....karena pasien mengalami perdarahan di dada dan perut dan berisiko menimbulkan kematian, maka tadi saya lakukan penanganan cepat yaitu operasi. Karena korban mengalami benturan hebat di bagian dada, kemudian tulang rusuknya patah dan menusuk paru-paru atau jantung, maka dipastikan korban akan sesak napas," kata Dokter


Sesak napas ini terjadi akibat paru-paru terisi oleh darah. Jika paru-paru sudah penuh oleh darah, maka harus segera dilakukan tindakan oleh tim medis. Jika terlambat sedikit saja, ini bisa menimbulkan kematian, bahkan seketika itu juga di tempat kejadian.. Untung saja tadi korban dibawa tepat waktu dan langsung saya ambil jalan operasi dengan persetujuan dari ayah anda.


Ibu dan Nisa saling menatap, lalu mencoba memahami yg terjadi.


" Lalu gimana keadaannya dok? "


" Kita tunggu sampai 24 jam, kalo kurang dari itu pasien sadar artinya pasien sudah berangsur - angsur pulih dan dipastikan operasi berhasil, tetapi jika pasien belum sadar maka akan saya ambil tindakan lebih lanjut. "


" Dan maaf pasien ada di ruang khusus dan masih dipantau kondisinya, dan hanya diperbolehkan maksimal 2 orang yg masuk dan menjaganya. "


" Ba..a.iik dok."


Kemudian setelah mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama, ia pun keluar dari ruangan dokter dan segera menuju kamar Zein untuk melihat keadaannya.


Sebelum masuk ia memakai baju khusus yg sudah disediakan oleh perawat tadi.


Lalu ia pun masuk kedalam ruangan itu. Derai air mata tak kuasa ia tahan. Dengan langkah gontai ia pun mendekati ranjang pasien yg digunakan Zein.


Senyum yg beberapa jam lalu masih bisa ia lihat, sekarang tidak terlihat lagi. Dan didadanya masih tertempel selang- selang yg membantu pernafasannya.


Kepala dan tubuhnya penuh perban...wajah tampannya terlihat memucat. Dengan perlahan ia memegang tangan Zein dan mengusap wajahnya.


" Kenapa kamu ga mendengarkan kata- kataku tadi sih...andai kamu dengar permintaanku tadi, pasti semua g terjadi. Dan aku masih bisa ngobrol denganmu.." tangis Nisa yg sejak tadi ia tahan ahirnya terus membasahi pipi Nisa.


Badan Nisa yg juga demam, karena dari tadi belum makan apapun sejak puasanya tadi membuat suhu tubuhnya meningkat.


Dan beberapa saat kemudian ia pun pingsan.


30 menit kemudian ada suster yg mengecek keadaan Zein dan melihat Nisa pingsan, lalu memberitahukan dokter, dan membawanya ke ruang perawatan.


Ibu Nisa yg baru saja keluar dari kamar perawatan calon besannya kaget saat melihat Nisa di kasur yg didorong suster.


" Sebentar sus..maaf kenapa dengan gadis ini? "


" Dia pingsan buk, dan demamnya tinggi,,harus segera diberi perawatan oleh dokter. "


" Saya ikut dok..saya ibunya."


" Silahkan buk."


Lalu ia pun mengikuti arah langkah suster tadi. Ayah Nisa yg melihatnya pun ikut mengikuti suster tadi.


Lalu Nisa diperiksa dokter yg sama dengan yg menangani Zein. Ia diberi cairan infus dan obat penurun demam.


Sesudah itu ia pun keluar. Dan di depan pintu ada orangtua Nisa. " Bagaimana dok ?"


" Sudah saya beri obat buk, sebentar lagi keadaannya membaik, dia kekurangan cairan dan belum mendapatkan asupan makanan lebih dari 15 jam..makanya suhu tubuhnya meningkat dan pingsan akibat banyak beban di pikirannya."


Setelah menjelaskan panjang lebar, sang dokter pun permisi.


Dia harus segera memeriksa keadaan Zein yg sempat tertunda tadi.


Dan sesudahnya ia pun bersyukur karena perkembangan pasien menunjukkan progres terbaik.


Ia berangsur - angsur membaik dan semoga bisa segera melewati fase kritis ini..


" Bagaimana ini yah..semua jadi begini."


" Iya..tapi mau gimana lagi..mereka saling mencintai yah..masa g ada cara lain supaya mereka bisa bersatu. "


" Kita berdoa saja sama Allah biar diberikan jalan yg terbaik buat semuanya. "


" Aamiin.." ucap mereka bersamaan.


🌱 Sementara itu di tempat lain.


Fadhil begitu gelisah hari ini. Dari kemarin pagi sampai hari ini dia tidak melihat Nisa membuat status di WA storynya.


" Ada apa dengan Nisa..? " gumam Fadhil .


Ia begitu gelisah sejak kemarin. Ia merasakan ada sesuatu yg mengganjal dihatinya.


Sebelah hatinya terasa nyeri, ia ingin sekali mendengar kabar tentang Nisa. Tapi panggilannya sejak kemarin tidak ditanggapi olehnya.


Sampai ahirnya ia menanyakan kabar Nisa pada Yogi. Yogi yg sudah lama tidak mendengar kabar Nisa..ahirnya mencari tau kabarnya dengan datang ke rumah Nisa.


Tapi pintu rumahnya tertutup,,meski ada sebuah mobil yg parkir disana. Ahirnya ia pun mengetuk pintu rumah Nisa.


Tok..tok..tok..


" Assalamu'alaikum "


Merasa ada yg mengetuk pintu rumahnya ,,kak Tasya pun membuka pintu rumah.


" Iya sebentar. " Ia pun melangkah menuju pintu utama.


Ceklek.


" Ya..mau cari siapa? " tanya kak Tasya


" Maaf kak..Nisa ada ? aku Yogi temen Nisa saat magang di kota X .


" Oh ..maaf tapi Nisa di rumah sakit dari kemarin sore. "


" Maaf Nisa kenapa? "


" Bukan Nisa yg sakit..tapi Zein tunangan Nisa dan keluarganya kemarin kecelakaan ."


" Zein????? " tanyanya panik.


" Iya..kamu kenal? "


" Iya dia juga teman saya saat sekolah dulu."


Dari kamar tengah ..baby je menangis.." Oek..oek..oek.."


" Oh ya..masuk dulu dik.." pinta kak Tasya sembari mempersilahkan Yogi masuk ke dalam ruang tamu."


" Silahkan duduk, aku panggilkan kakak Nisa dulu ya..biar dia yg jelasin..maaf kakak tinggal dulu..baby je menangis.." pamitnya kemudian ia masuk ke rumah.


Lalu kak Adrian menemui Yogi.


" Loh ada Yogi disini..gimana? "


" Kata istri kakak, Zein dan keluarganya di rumah sakit ya kak..kecelakaan. " tanya Yogi to the point.


" Iya..kejadiannya kemarin...dan baru saja aku terima telpon dari ibu, katanya Nisa ikutan pingsan dan demam.."


" Lah..kok bisa..???"


" Iya..dia dari kemarin lom buka puasa sama sekali dan trus trusan menunggu sampai Zein selesai operasi..dan ahirnya karena kecapekan dia pingsan di ruang perawatan Zein." terang kak Adrian.


Lalu kak Adrian menjelaskan semua kejadiannya pada Yogi. Yogi pun merasa prihatin karena ia merupakan sahabat Nisa dan Zein. Sampai ahirnya ia pun ikut menjenguk Nisa dan Zein ke rumah sakit bareng kak Adrian yg mau mengantarkan baju ganti pada ayah dan ibunya.


~ Bersambung ~


.


.


.


MAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAAF JIKA UPDATENYA MASIH 1 EPISODE PER HARI..🙏😊


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU YA " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊