
Ahirnya hari yang ditunggu telah tiba. Keluarga Alexa sudah sampai di Indonesia, atau ebih tepatnya kemarin sore.
>>FLASH BACK ON
Maaf Othor translate pakai bahasa Indonesia aja ya, meskipun aslinya mereka berbahasa Inggris.
"Sayang, dimana pacar kamu, katanya dia yang jemput?" tanya mami.
Alexa masih mengedarkan pandangannya ke seluruh bandara. Sampai ia bisa menangkap sosok yang ia maksud.
"Hai ..." sapa Alexa senang ketika mendapati kekasihnya sudah terlihat di sebelah sana.
"Hai sayang," ucap Yo melambaikan tangannya.
Lalu dengan segera Alexa berserta orangtuanya segera mendekati Yo yang sudah menunggu di pintu kedatangan luar negeri.
Perjalanan panjang yang barusan ia lewati kini telah hilang rasa letihnya berganti dengan kebahagiaan.
Setelah sampai mereka segera berjabat tangan dan hampir saja mereka berpelukan. Untung Alexa sudah memberikan kode pada Yo agar menjaga sikapnya.
Untung Yo sudah terlatih dalam hal membaca kode. Sehingga kode dari Alexa dapat ia baca dengan sangat sempurna.
Lalu setelah berjabat tangan dengan Alexa maka Yo segera menjabat tangan kedua calon mertuanya. Tak lupa ia juga berbasa-basi sebelumnya agar suasana tidak terasa canggung.
"Alhamdulillah kamu sudah sampai sini dengan selamat, aku sangat bahagia," ucap Yo sesaat mobil yang mereka kendarai sudah meninggalkan bandara.
"Sama sayang, aku juga sangat bahagia ahirnya bisa berkunjung ke sini."
Mereka pun ahirnya berbincang-bincang dengan sangat nyaman. Nyatanya calon mertuanya juga welcome padanya. Sehingga Yo dengan mudah dapat masuk ke dalam keluarga Alexa.
Sebenarnya sangat susah untuk menembus keluarganya. Terlebih ayahnya sangat selektif dalam memilih calon pasangan. Tentu saja hal itu sempat membuat ibunya hawatir.
"Oh ya, mau makan siang dulu ga?" ucap Yo memecah keheningan di dalam mobil.
"Sebentar biar aku tanya ke mama dan papa terlebih dahulu."
"Pa, ma mau mampir makan siang dulu ga? nih Kak Yo ingin mengajak kita makan siang.
Kedua orangtua itu hanya saling memandang satu sama lain, hingga ahirnya mereka pun mengangguk tanda setuju.
"Oke kak, mereka setuju."
"Ya sudah kita mampir ke restoran western aja ya, takutnya kalau aku bawa ke restoran lokal mereka kurang suka."
"Iya terserah kakak aja, yang penting nyaman dan bersih."
"Oke."
Lalu Yo mulai memutar arah kemudinya menuju sebuah restoran western. Mobil hitam itu membelah jalanan ibu kota siang itu. Karena belum sampai waktu jam makan siang, jadi jalanan belum terlalu ramai.
Dua puluh menit kemudian ahirnya mobil itu telah sampai di tempat tujuan. Yo memarkirkan mobilnya di sebuah tempat parkir yang lumayan dekat dengan pintu masuk restoran.
Hal itu dimaksudkan agar calon istri dan calon mertuanya itu tidak terlalu kecapekan dalam berjalan. Maklum saja, biasanya sehabis perjalanan jauh biasanya akan mengeluh capek. Maka dari itu ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu masuk.
Saat mereka masuk, nuansa western sangat terlihat nyata di bangunan itu. Bahkan untuk anak-anak yang sudah ingin main atau tidak sabar menunggu orangtunya makan, ada sebuah tempat bermain mini disana.
Dengan cepat Yo membukakan pintu mobil untuk calon istri dan calon mertuanya.
"Terimakasih kakak."
"Sana-sama sayang ..."