After Married

After Married
MASALAH BARU



Zein berada di Indonesia waktu bagian barat dan Nisa berada di Indonesia waktu tengah.


Nisa yg belum tau tentang keadaan Zein masih bersikap biasa. Dan ia pun baru saja mengaktifkan HP-nya.


Ingin sekali ia menghubungi Zein, tapi ia belum sampai kostnya. Maka ia pun mengurungkan niatnya dan segera masuk mobil perusahaan yang sudah menjemputnya.


Setelah 45 menit perjalanan, ahirnya mereka sampai di kost Nisa. Ia pun berterimakasih pada pak sopir dan mengucapkan selamat tinggal pada rekannya.


"Thank's James ... see you ..." ucapnya pada rekannya.


"Your welcome Nisa ... see you tomorrow ..." ucapnya sambil melambaikan tangannya pada Nisa.


James adalah rekan Nisa yg baru. Ia memang bukan orang Indonesia, makanya ia lebih menggunakan bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia.


Dan ia juga suka sekali berbincang-bincang pada Nisa karena Nisa orangnya cepat akrab dan sangat ramah menurutnya. Lagian Nisa juga cukup fasih berbahasa Inggris.


Karena jam sudah malam, maka Nisa pun segera menuju kamarnya di lantai dua. Sesampai di kamarnya, ia pun menaruh koper di dekat almarinya.


Dan ia mengambil HP dari dalam tasnya. Niatnya mau menghubungi Zein. Tapi diurungkannya, ia hanya mengirim pesan dan memberi tahunya kalo ia sudah sampai dengan selamat sampai di Indonesia.


Dia juga mengucapkan selamat malam dan mengucapkan semoga mimpi indah pada Zein.


Keesokan harinya di Rumah Sakit International.


๐ŸƒZein Pov -


Zein sudah merasa baikan, ia pun segera membuka matanya dan membenahi duduknya. Ia meraih Hp-nya yang semalam ia taruh di nakas di samping brankarnya.


Ia melihat Nisa mengirim pesan padanya, memberitahukannya kalau ia sudah sampai dengan selamat tadi malam.


Zein tersenyum mengingat wajah Nisa yang hampir seminggu kemarin melakukan perjalanan bisnis di kota yang sama dengan dirinya. Bahkan mereka selalu menghabiskan malam berdua untuk mengelilingi indahnya kota tersebut di malam hari.


Sampai ia teringat hal yg membuatnya marah.


"Shiittttttt ... aku melupakannya di bandara kemarin, bagaimana ini?" ucapnya bingung.


Ia pun teringat akan ayah Zivanna, ia mau meminta ijin untuk tidak masuk kantor hari ini karena kesehatannya tidak memungkinkan.


"Hallo ..."


"Hallo pak, ini Zein ..." ucapnya pada orang diseberang sana.


"Hai Zein, bagaimana kabarmu? kata Zivanna kemarin kamu sakit?" tanya Pak Charles.


"Iya pak, makanya hari ini saya meminta ijin untuk tidak masuk kantor untuk sementara waktu."


"Baiklah, kamu tenang saja, biar anak nakal itu yang membereskan semua pekerjaanmu sampai engkau pulih."


"Ba-aaikkk pak, terimakasih banyak."


"Tenang saja, Zivanna sudah menceritakan semuanya padaku, nanti aku akan mengunjungimu."


"Terimakasih banyak pak." Ucap Zein.


Lalu percakapan mereka berhenti. Zein masih tidak dapat mencerna semua kejadian beberapa hari lalu, sampai ahirnya kondisinya kembali drop. Sekarang yang ia fikirkan bagaimana ia harus bilang pada kedua orangtua Nisa dan keluarganya sendiri nanti.


๐ŸƒZivanna pov -


Bruakk ...


Terdengar suara pintu digebrak Pak Charles, ia masuk kamar putrinya dengan amarah di pagi-pagi buta.


"Bangun Zivannaa ..." ucapnya menggelegar seisi kamar putrinya.


Zivanna yang masih terlelap tidur ahirnya terbangun. Ia kaget ada ayahnya disamping kasurnya.


"Bangun dan segera ke kantor!" interupsinya pada putrinya tersebut.


"Tapi aku kan mau tidur yah, perjalanan kemarin sungguh melelahkan bagiku." Ucapnya protes.


"Bangun sekarang atau semua fasilitasmu aku cabut ..." gertak ayahnya.


"Ayaah ... ti-tidak! Kenapa harus Zi yang ke kantor, kan ada Zein yang bisa menghandlenya."


"Kamu kira setelah perbuatanmu kemarin ia akan baik-baik saja."


"Ingat bahkan sekarang Zein harus di rawat di rumah sakit karena ulahmu."


"Kenapa kamu tidak bisa bersabar sedikit lagi haahhhh ..."


"Ayah, cukup! dari dulu ayah tidak pernah menyayangiku ..." ucapnya sambil berlari ke dalam kamar mandi.


Ia begitu kesal dengan ayahnya sendiri. Sejak ibunya pergi meninggalkan keduanya, ayahnya mulai berubah. Ia yang dulunya lembut dan memanjakannya sekarang berubah menjadi galak dan suka mengatur semua kegiatan Zivanna.


๐ŸƒFlash back on -


"Zi darimana saja kau jam segini baru pulang?" hardik ayahnya ketika melihat Putrinya mabuk dan pulang malam.


"Dari main lah yah, masa ayah 'ga pernah muda si?" ucapnya sambil berjalan dengan gontai.


"Zi, kamu papa besarkan bukan untuk seperti ini, kamu harusnya jangan menghambur-hamburkan uang, tapi bekerjalah di perusahaan papa. Aku jamin kamu bakal lebih bahagia ketimbang kamu bermain dengan kawanmu yang tidak jelas.


"Bekerja ...?"


"Ya kamu sudah kuliah di luar negeri harusnya ilmunya kamu manfaatkan dengan membesarkan perusahaan ayah," ucapnya.


"Memang ada karyawan yang ganteng kah sampai ayah menyuruhku bekerja di perusahaan ayah?"


"Tentu saja banyak," ucapnya.


" Sungguh ??? "


" Yes.."


" Ok..mulai besok aku mau bekerja di perusahaan ayah. " ucapnya.


" Tapi ingat..kamu harus meninggalkan kebiasaanmu yg buruk itu..ayah tidak suka.." pinta ayahnya.


" Ok...yah aku janji.."


Zivanna lalu mulai masuk ke kamarnya. Sebenarnya Zi anak yg baik..tapi sesudah ibunya pergi..ia berubah menjadi tidak terkontrol seperti saat ini. Ayahnya terlalu sibuk dengan bisnisnya..sampai ia kehilangan istrinya yg lebih memilih rival bisnisnya.


Dan Zi yg saat itu sedang kuliah di luar negeri menjadi syok dan berubah 180 derajat. Ia lebih suka dunia malam ketimbang fokus ke kuliahnya.



Visual Zivanna...๐Ÿค—


.


.


.


HAI HAI..READERS KESAYANGAN AUTHOR..MAAF YA JADI MUNCUL KARAKTER BARU..TAPI BEGITULAH KEHIDUPAN..ADA SAJA MASALAH YG DATANG SILIH BERGANTI


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT KALIAN SEMUA ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜