After Married

After Married
PENGALAMAN PERTAMA



"Mommy ... perlengkapan snorkling itu sangat lengkap, jadi tidak mungkin terjadi apa-apa, semua safety."


"Oh ya?"


"Really Mommy." Ucap Zi kecil dengan mantap dan penuh semangat.


Tentu saja sebelum ia menyetujui usulan Fadhil ia sudah mencari tau semua tentang snorkling di Internet.


...πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ...


"Mommy ga usah hawatir dengan Zi, karena ada Daddy Fadhil dan penyelam handal yang akan menemaniku saat snorkling nanti."


"Iya sayang, Mommy paham, yang penting kalau kamu sudah capek segera naik ke atas. Suhu di air bisa berubah-ubah, begitu pula dengan kondisi lautnya."


"Iya Mommy ..."


"Kadang laut yang tenang justru bisa menghanyutkan."


"Oke Mom." Jawab Zi singkat.


Zi yang sudah malas berdebat mengalihkan perhatiannya pada game. Karena kalau sudah ngomong, apalagi menasehati, Nisa suka bicara panjang kali lebar.


Melihat putranya asyik dengan dunianya sendiri, Nisa pun melanjutkan aktivitasnya didepan cermin.


...***...


Fadhil sudah siap dengan kegiatan hari ini, ia juga sudah berpakaian santai. Sekarang ia sudah bersiap-siap menuju ruang makan di lantai satu.


Kali ini ia akan mengajak Nisa dan Zi turun secara bersama ke lantai satu. Ia pun berinisiatif untuk mengetok pintu kamar Nisa terlebih dahulu.


Tok


Tok


Tok


"Assalamu'alaikum ..."


"Wa'alaikumsalam," jawab Nisa dan Zi secara bersamaan dari dalam kamar.


Ceklek


"Eh mas, sudah siap?" tanya Nisa basa-basi.


"Alhamdulillah sudah, kamu sudah siap?" tanya Fadhil.


"Sudah mas, sekarang juga sudah jam 12.30 kan."


"Hai Daddy," ucap Zi sembari mencium tangan Fadhil.


"Hai boy, sudah siap?"


"Sudah dong."


"Kalau begitu ayuk kita makan siang dulu sebelum berangkat."


"Oke."


Fadhil, Zi dan Nisa ahirnya menuju ke ruang makan secara bersama, tentu saja mereka sudah sholat dhuhur sebelumnya. Karena itulah Fadhil memilih kegiatannya dilakukan jam segini, biar tidak melewatkan waktu sholat dhuhur.


Bagaimanapun mereka adalah muslim, jadi harus melakukan kewajiban utamanya terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya.


Karena makan siang sudah tersedia, mereka langsung memakan makanan yang sudah dihidangkan, tetapi sebelumnya mereka sudah berdoa terlebih dahulu.


Sesudah itu, untuk mempersingkat waktu, mereka segera menuju lokasi wisata. Perjalanan ke tempat snorkling kali ini menggunakan kapal boat. Jadi mereka diantar langsung oleh para pemandu wisata disana dan ada salah satu instruktur snorkling yang sudah disewa Fadhil untuk mengarahkan dan melatih Zi saat snorkling nanti.


Keputusan dari instruktur selam kali ini sedikit membuat Zi kecewa akan hasilnya.


Untuk Fadhil dan Nisa diperbolehkan untuk snorkling dalam waktu lama. Sedangkan Zi hanya diperbolehkan sebentar saja. Karena memang anak kecil tidak boleh snorkling dalam kedalaman tertentu.


Zi sempat kecewa tapi ia sangat patuh pada Mommy dan Daddynya. Maka ia pun secara ikhlas menerima arahan dari instrukturnya.


Setelah semuanya siap, dan semua peralatan snorkling sudah terpasanga dengan baik, maka penyelaman pun dimulai.



Ternyata kegiatan snorkling pada anak yang diperkenalkan sejak dini, membuatnya lebih bisa melatih pernafasannya. Usai aman untuk memperkenalkan dunia air bisa dimulai sejak usia 2 tahun sampai 5 tahun.


Mereka bisa dilatih dengan latihan dasar berenang dan menyelam. Tentunya dengan didampingi kedua orang tua dan pelatih atau instruktur yang sudah berpengalaman di bidang olahraga air.


...***...


Keindahan dalam laut membuat Zi terpesona dan kagum akan ciptaan Allah. Tak henti-hentinya ia bersyukur akan semua keindahan yang ada didepan matanya.



Karena ia tidak boleh terlalu lama didalam sana, ia pun hanya bisa menunggu kedua orangtuanya diatas perahu.


Sedangkan Nisa dan Fadhil masih menikmati keindahan alam dibawah laut Raja Empat. Bersyukur kelestarian alam dibawah laut disana masih bagus, terawat dan terjaga.


Pengelola dan para turis yang datang bisa terus bekerja sama dalam menjaga keasrian biota laut didalamnya. Sehingga menambah nilai plus pariwisatanya.


Selama di dalam laut, tangan Nisa selalu menggenggam tangan Fadhil. Tentunya Fadhil sangat menikmati momen seperti ini. Apalagi ia bisa sedekat ini dengan Nisa.


Ini adalah pengalaman pertama kali Nisa melakukan snorkling. Ia sama sekali belum pernah melakukan hal tersebut. Sebenarnya Fadhil juga belum pernah melakukan snorkling. Ia hanta tau pelajaran dasarnya saja. Itupun ia belajar dari internet.


Dan sebenarnya ada seseorang yang berjasa untuk semua ini. Ya ... ini adalah usul Yoshua. Ia mengusulkan agar sesuatu saat ia mengajak Nisa dan Zi pergi liburan ke Raja Empat.


Karena keindahan alam didalam lautnya masih asri dan terjaga, tentu saja akan memberikan pengalaman baru untuk Nisa maupun Zi. Dan ternyata semua dugaan Yo benar. Semua sangat antusias dalam liburan kali ini.


Ini sudah kedua kalinya mereka terjun kembali ke dalam laut. Nisa sudah tidak terlalu takut lagi, ia sudah berani berenang sendiri mengitari batuan karang dan kembali ke sisi Fadhil.


Fadhil pun merasa senang Nisa menikmati liburan kali ini. Sesudah semuanya puas menikmati keindahan bawah laut. Fadhil dan Nisa ahirnya naik ke permukaan.


"Mommy ... Daddy ... kenapa kalian lama sekali!" protes Zi ia tumpahkan ketika melihat mommy dan Daddy-nya berhasil naik ke permukaan dan duduk di dek kapal.


"Maaf sayang, Mommy terlalu bahagia tadi."


Nisa pun merentangkan tangannya agar Zi datang dan menyambut pelukannya. Dan benar saja, Zi mendekati Mommynya dan berpelukan.


Zi sebenarnya anak yang manja jika bersama Nisa. Tapi ketika di luar rumah ia akan terlihat mandiri.


Apalagi wajah tampan yang dimiliki Zi mampu memikat teman-teman lawan jenisnya di sekolah.


Tak jarang banyak sekali anak-anak perempuan yang mengidolakan Zi.


Sebenarnya Zi tidak suka akan hal itu, tetapi ia lebih sangat menjaga image-nya. Ia juga tak mau terlalu dekat dengan perempuan, karena ia tidak mau membagi cintanya pada orang lain kecuali hanya pada ibunya seorang, yaitu Nisa.


"Belum cukup berpelukannya? ngiri nih ..." canda Fadhil yang bingung kenapa ia bisa merasakan cemburu saat Nisa dipeluk anaknya sendiri.


Nisa dan Zi sama-sama menoleh ke arah Fadhil.


"Daddy mau dipeluk? sini Dad, Zi peluk." Ucapnya sambil merentangkan tangannya ke arah Fadhil.


Fadhil tersenyum penuh kemenangan. Ia benar-benar telah mengambil hati Zi untuknya.


"Ok Boy, sini sayang."


Dan kini giliran Zi dan Fadhil yang berpelukan. Tak lupa ia pun mengedipkan mata genitnya ke arah Nisa. Sedangkan Nisa hanya mengedikan bahunya tanda acuh.


"Boy, lihatlah Mommy kamu cemburu sama Daddy." Ucap Fadhil sembari menunjukan tangannya ke arah Nisa.


Nisa pun membalas dengan pelototan tajam darinya. Fadhil hanya tersenyum melihat tingkah Nisa barusan.


"Dasar gadisku, kau sama sekali tidak berubah, I Love You." Ucap Fadhil dalam hatinya.


Dan Nisa pun segera melepas segala peralatan snorkling yang masih menempel ditubuhnya.


...~Bersambung~...


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAKπŸ™πŸ˜Š...