After Married

After Married
FLASH BACK



...Masa lalu akan selalu datang dan menghantui kita di setiap waktunya, karena apa yang belum selesai pasti akan meminta penyelesaian dan kejelasaannya....


...Meskipun kita berusaha menghindar, tetapi pasti akan ada jalan lain dari Tuhan yang membuat kita kembali ke dalam masa lalu. Karena masa lalu adalah bagian dari masa depan yang akan mendewasakan kita....


...⚜⚜⚜...


Sejak kepergian Fajar, kehidupan keluarga Cahaya tidak tenang seperti dulu lagi. Saat ini bahkan Cahaya tidak seceria dahulu. Ia lebih banyak melamun daripada bergerak aktif dan lincah seperti saat ada Fajar disana.


Kedua orang tuanya sudah memberikan penjelasan padanya tetapi apapun yang diusahakan oleh kedua orangtuanya tetaplah Nihil. Inilah ketakutan yang selalu membayangi Ayah Cahaya saat ini.


Sejak ia menemukan Fajar di tepi laut, ia sudah menduga kalau hal ini suatu saat pasti akan terjadi. Karena sebelum ia datang dan memutuskan untuk tinggal di pulau terpencil itu, suatu saat pasti putrinya harus memilki pasangan hidup.


Entah datang darimana disaat kegundahan hatinya, datanglah Fajar yang mulai mengisi hari-hari sang putri.


Meski mereka tidak tau asal usulnya tetapi mereka merawat Fajar sepenuh hati. Tetapi anehnya Fajar tidak bisa mengingat apapun saat itu.


Ahirnya dengan segala konsekuensi yang bakal ia hadapi suatu saat nanti, ahirnya dia merestui anaknya menyukai Fajar. Sampai ahirnya beberapa bulan lalu, tingkah Fajar mulai berubah.


Ia pun menyadari perubahan sikap Fajar, karena ia juga sama-sama pria dewasa. Ia juga tau kalau Fajar mungkin mempunyai sebuah keluarga yang entah saat ini mereka berada dimana.


Sampai saat itu ia mengeluh sakit kepala ketika mendengar bunyi pesawat yang melintasi pulau mereka. Ayah Cahaya jadi berasumsi kalau Fajar mungkin saja salah satu korban kecelakaan pesawat. Mungkin saja ia terdampar di pulau itu, sedangkan pulau yang ia tempati sangat terpencil dan jarang ada orang melintasi pulau mereka.


Kini bebannya kembali bertambah, karena bukan hanya putrinya yang harus ia sembuhkan. Istri kesayangannya yang mempunyai sebuah trauma pun menjadi pemurung seperti dulu. Ia pun harus bekerja keras untuk kedua orang yang sangat ia cintai.


.


.


🍃FLASH BACK ON


"Mas, terimakasih sudah memilihku untuk menjadi pasangan hidupmu."


"Sama-sama dek."


BRAKKK!!!


Pintu rumah kedua pasangan pengantin muda itu di dobrak warga sekitar. Kini sudah ada puluhan orang yang berada di depan rumah mereka sambil berteriak.


Banyak yang mengelukan kalau Ibu Cahaya adalah seorang pelakor yang merebut salah seorang suami dari salah satu warga disana.


Karena geram, Ayah Cahaya pun keluar dari rumah dan mencoba menghadapi para warga yang sudah naik pitam itu.


"Cukup ... cukup ...!"


Salah seorang wanita dengan perut membuncit maju dan mulai berbicara.


"Mas, kamu lupa sama aku hah?"


Mata Ayah Cahaya membulat sempurna kala itu. Ia tau kalau wanita itu adalah wanita yang tempo hari ia bantu saat ia berada dalam masalah. Tetapi ternyata kini bantuannya disalah artikan olehnya.


"Ka-kamu?"


"Ya ini aku mas, istrimu, lihatlah anak kita ada disini saat ini, kenapa kamu malah berselingkuh?"


"A-aku, sepertinya kau salah orang nona, aku bukan suamimu, aku baru saja mengenalmu mana mungkin aku suamimu?"


"Jangan berkelit sudah bawa kesini pelakor itu dan seret dia pergi dari desa ini." Teriak warga ramai-ramai.


Ibu Cahaya yang kala itu masih merupakan warga baru dan baru saja menikah, ketakutan di dalam rumah. Ia masih meringkuk di sudut ranjangnya sambil terus meremas bajunya. Ia sangat ketakutan akan amukan warga, meski ia tau kalau apa yang mereka tuduhkan tidak benar.


Sampai ahirnya saat pintu kamarnya terbuka, ia kaget dan hampir terlonjak.


"Astaghfirullah..."


"Dek, ayo ikut aku keluar sebentar," ucap Ayah Cahaya.


Dengan terus berpegangan pada tangan suaminya, sepasang suami istri itu keluar dari kamar tidur mereka untuk menemui warga.


"Bapak-bapak, ibu-ibu, perkenalan ini Fatimah istri saya. Kami memang baru saja menikah tadi pagi dan saya baru saja pulang dari pondok pasantren bersama istri saya ini."


"Ah, tidak mungkin, lelaki kalau sudah salah past8 banyak alasannya," ucap salah warga yang terus memprovokasi warga.


Sedangkan wanita yang mengaku istri Ayah Cahaya tidak suka akan hal itu. Ia memang sengaja menjebak lelaki di depannya ini, karena ia juga tak mau anak yang dikandungnya saat itu menjadi anak yatim. Sedangkan kedua orangtuanya adalah pejabat desa.


Karena sebuah pertemuan kapan hari dengan Ayah Cahaya membuatnya gelap mata dan membuat rencana seperti ini. Ia pun menjadi kalut karena ternyata kini ia sudah menikah. Karena sudah kepalang tanggung ia pun meneruskan rencananya ini.


Malam itu suasana menjadi semakin panas karena warga terus mendesak Ayah Cahaya dan Fatimah istrinya. Ahirnya malam itu mau tak mau mereka bertiga dibawa ke kantor kepala desa.


Di tempat itu mereka di desak untuk mengakui perbuatan mereka, Ayah Cahaya mengatakan segalanya di depan kepala desa dengan sejujur-jujurnya. Tetapi wanita yang mengaku istrinya itu tetap pada tuduhannya. Sedangkan Fatimah, saking takutnya ia malah pingsan.


Ahirnya ia pun dilarikan ke rumah kepala desa. Sedangkan para warga sudah dibubarkan sejak tadi. Karena kepala desa mau menyelesaian hal ini secara pribadi dengan Ayah Cahaya.


Untungnya kemarahan warga sudah meredam, sehingga dengan mudah mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.