After Married

After Married
KECELAKAAN



Zein dan Nisa sama-sama bahagia dengan pertumbuhan baby Zi. Dan mereka beruntung memiliki mbok Iyem yg senantiasa menjaga baby Zi saat mereka bekerja. Di era modern seperti ini sangat susah mencari baby sister yg seperti Mbok Iyem.


Kini baby Zi menginjak usia satu tahun. Ia juga sudah pandai berceloteh dan berjalan setapak demi setapak. Dan kini ia bisa memanggil mama dan ayah.


"Mamm ... ma." Ucapnya terbata.


"Hai juniormya mama, udah kangen mama ya."


Dan baby Zi sudah merentangkan kedua tangannya menyambut ibunya.


"Hmm, sayangnya mama ... mmmuuachhh."


Baby Zi tampak nyaman dan bahagia bersama ibunya. Mereka pun melepas kangen satu sama lain.


Sementara itu Zein dalam perjalanan pulang dari luar negeri. Ia pun tak sabar untuk kembali bertemu dengan keluarga kecilnya. Sudah seminggu ini ia melakukan pekerjaan bisnisnya di luar negeri.


Dan tiba-tiba ...


Kepada semua penumpang mohon untuk memakai masker oksigen dan memakai pelampung, karena ada gangguan pada sistem komunikasi.


Dan pesawat yg ditumpangi Zein pun mengalami kecelakaan, pesawatnya jatuh di tengah perairan Indonesia.


πŸƒDi rumah Nisa.


Prang ...


Bingkai foto dirinya dan Zein pun terjatuh ke lantai. Nisa dan baby Zi pun kaget.


"Ga ada angin ga ada hujan tapi kok fotonya bisa jatuh." Batin Nisa, ia pun sudah mendapatkan firasat buruk tentang sesuatu hal.


Kring ... Kring ... Kring ...


"Non, ibu mas Zein telpon, katanya non disuruh liat berita di TV." Ucap mbok Iyem dari ruang tengah.


Dan Nisa pun segera menyalakan TV, setelah ia mengajak baby Zi duduk di karpet.


HOT NEWS SIANG INI


"Pesawat dengan nomor penerbangan XXX telah mengalami kecelakaan disekitar perairan Indonesia. Dan sekarang kasus ini sedang dalam penyelidikan."


Cetaarrrrr ... bagaikan petir yg menyambar disiang bolong, Nisa pun meneteskan air matanya tanpa permisi.


Ia tau betul bahwa pesawat itu yg sedang dinaiki suaminya. Dan apakah suaminya masih selamat? Entahlah pikirannya sudah kalang kabut. Dan ia masih tak bisa mencerna lagi berita tadi. Mbok Iyem yg melihat majikannya menangis segera menghampirinya dan memberikan dukungan. Tak lupa ia pun mengajak baby Zi untuk pergi meninggalkan mommynya yg sedang bersedih.


Nisa pun diberi waktu untuk menumpahkan kesedihannya. Dan beberapa menit kemudian, Dokter Richard pun datang untuk memberi dukungan moral pada istri sahabatnya tersebut.


"Permisi mbok, apa Nisa didalam?"


"Iya den, non ada diatas sedang menangis dari tadi."


"Saya permisi ke atas dulu ya mbok."


"Enggih den."


Dan ia pun segera menuju kamar Nisa.


Tok


Tok


Tok


"Nis ... Nisa? Ini aku Richard, boleh aku masuk?"


Nisa pun mendengar ada seseorang di luar, "Iya silahkan masuk."


Lalu dokter Richard pun masuk.


"Nisa, percayalah semua akan baik-baik saja, kamu yg kuat ya. Sekarang kamu ikut aku ke bandara untuk memberikan data-data keluarga para penumpang, agar tenaga medis bisa melakukan identifikasi secara cepat."


Nisa masih terbengong, dan tidak merespon ucapan dokter Richard. Dan Richard pun tidak hilang akal, ia segera menarik tangan Nisa dan mengajaknya ke luar kamar.


"Mau kemana? hiks ... hiks ...."


"Sudah ikut saja."


"Baik den."


"Untuk apa?"


"Nisa, dengarkan aku, semua data-data itu akan membantu mempercepat identifikasi korban kecelakaan pesawat yg ditumpangi suamimu? apa kamu tidak ingin bertemu dengan Zein lagi?


Nisa pun mulai mencerna kata-kata dokter Richard. Dan ahirnya mereka berempat pun pergi ke bandara.


Sesampainya di bandara, Nisa mengikuti kemana arah tujuan dokter Richard, dan mereka pun ke bagian informasi dan mengkonfirmasi kembali tentang kecelakaan pesawat yg ditumpangi Zein.


Di bandara sudah banyak keluarga korban kecelakaan pesawat XXX, dan juga beberapa polisi yg sedang melakukan tugasnya dalam penyelidikan kasus kecelakaan pesawat XXX.


πŸƒFadhil pov-


Fadhil yg sudah menjadi bagian keluarga Nisa dan Zein pun segera menyusul Nisa ke bandara. Ia juga ingin tau kabar tentang kebenaran tentang kecelakaan pesawat tersebut.


Dengan kecepatan penuh ia melakukan mobil sport-nya ke bandara. 30 menit kemudian ia telah sampai di bandara. Setelah memarkirkan mobilnya ia pun menuju tempat dimana Nisa dan Richard karena sebelumnya ia telah menelpon Richard untuk memastikan posisi keberadaan mereka.


"Nisa?" sapa Fadhil sesaat setelah ia sampai di tempat Nisa.


Nisa yg mendengar seseorang memanggilnya segera mendongakkan kepalanya, "Mas Fadhil."



"Iya ini aku, kamu ga kenapa-napa kan? tenanglah semua pasti bisa kamu lewati."


"Hiks ... hiks ... hiks ..." Ahirnya tangis yg ia pendam terluapkan juga di depan Fadhil.


Dan Fadhil pun hanya bisa menyalurkan ketenangannya lewat dekapannya. Kerapuhan seorang Nisa yg tak pernah ia lihat kini tergambar jelas didepan wajahnya. Fadhil sungguh tak tega melihat semua kemalangan yg menimpa Nisa.


Andai ia bisa membantu mengurangi beban fikiran Nisa, ia akan melakukan apapun untuk mengukir kembali senyum diwajah manis Nisa.


"Sabar Nisa, semua pasti bisa kamu lalui dengan baik, percaya padaku." Ucapnya lirih sembari mengelus pucuk kepala Nisa.


Di sisi lain, baby Zi yg sebelumnya rewel sudah sedikit tenang dan kini pun tertidur. Karena Nisa sudah ada yg menemani, maka baby Zi dan Mbok Iyem diantar pulang ke rumah oleh dokter Richard, karena kondisi bandara tidak baik untuk balita.


πŸƒDi keluarga besar Zein


Ibunda Zein jatuh pingsan setelah memberi kabar pada menantunya, ia tak kuasa melihat putranya mengalami kecelakaan. Sedangkan cucunya baru saja berusia satu tahun.


"Ayah, bagaimana ini? keadaan ibu semakin memburuk."


"Sabarlah, kakakmu pasti ketemu, kita doakan semoga kakakmu selamat."


"Aamiin."


Dan semua anggota keluarga Zein diliputi awan gelap karena kedukaan yg sedang mereka alami saat ini. Begitu pula dengan keluarga Nisa yg mendapat kabar dari besannya bahwa menantunya mengalami kecelakaan.


Mereka hanya bisa mengirim doa, sembari menenangkan Nisa. Karena bagaimanapun kedepannya jika hal terburuk terjadi Nisa lah yg akan menjadi penentu masa depan putra semata wayangnya dengan Zein.


Dan mereka akan melakukan perjalanan menuju kota Nisa malam itu juga. Sedangkan keluarga Zien masih menunggu kesehatan ibunda Zein sedikit pulih.


"Badai pasti berlalu, asalkan kita mampu dan yakin kalau kita pasti bisa melewati ujian itu. Berdoalah sebanyak mungkin dan berusahalah tiada henti agar kamu segera bisa keluar dari badai itu dan kamu bisa kembali menjadi seorang yg tangguh dan kuat."


~Bersambung~


.


.


.


.


.


HAI-HAI ... FANY HADIR KEMBALI SETELAH SEKIAN LAMA HIATUS DARI NOVEL KEDUA INI.. MAAFKAN FANY YA πŸ™


INSYAALLAH HABIS INI FANY AKAN LEBIH GIAT UNTUK UP..


DAN SELAMAT MENIKMATI MUSIM KEDUA DARI AFTER MERRIED 😘😘😘


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFTNYA YA.. SEMOGA ALLAH MELIPATGANDAKAN REZEKI KALIAN SEMUA..AAMIINπŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—