After Married

After Married
STORY OF RICHARD



Tentu saja itu dilakukan dokter Richard sebagai ucapan terimakasih karena sudah membantu dirinya menemukan istrinya saat ini. Satu tahun yang lalu, dokter Richard kecelakaan dan salah satu pendonor yang menyelamatkannya saat itu ialah wanita disampingnya ini yang sudah resmi menikah dengannya delapan bulan yang lalu.


...πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ...


DR. RICHARD POV


Hari itu sepulang dinas dari rumah sakit, ia ingin mampir disebuah kedai kue, ia ingin membelikan beberapa kue kesukaan ibunda tercinta disana. Kebetulan ia bisa pulang sore, jadi sekalian ingin memberikan surprise untuk ibundanya ia berniat membelikan beberapa kue manis untuknya.


Sampai disana ia memarkirkan mobilnya di arena parkir. Kebetulan disisi jalan ada sebuah kedai bunga yang barusan buka juga.


"Mm, sekalian aku belikan bunga untuk bunda ah, dah lama sekali aku tidak membelikan bunga lily untuk beliau."



Setelah ia turun dari mobil, ia pun masuk toko kue dan memilih beberapa cake disana. Setelah itu ia pun membayarnya dan berpindah ke seberang jalan untuk membeli bunga.


Dari arah kanan tiba-tiba melaju sebuah mobil dengan kecepatan penuh dan .....


Tint ... Tint ... Tint ...


Cittt... Bruaakkkkkk ....


Tubuh dokter Richard terpental beberapa meter ke sisi jalan. Dari telinga dan hidungnya keluar darah segar, ia pingsan di tempat. Ia mengalami tabrakan maut disana. Naasnya sang pengendara mobil sport itu tunangan dokter Richard bersama kekasih barunya.


Mengetahui yang ditabrak itu adalah tunangannya ia pun keluar dari mobil dan berlari ke arahnya. Masih tercium bau darah segar dari tubuh dokter Richard. Ia pun memeriksa tunangannya tersebut lalu menelpon pihak rumah sakit. Di salah satu tangannya masih erat memegang paper bag berisi kue untuk ibundanya.


Dari dalam toko kue keluarlah seorang gadis yang juga berniat untuk membantu dokter Richard. Ia pun ikut menemaninya sampai ke rumah sakit. Karena para pelaku sudah dibekuk polisi.


Sesampainya di rumah sakit, dokter Richard langsung dilarikan ke UGD. Perempuan yang mengantarnya ke rumah sakit cuma menunggu di luar ruangan. Untung saja rumah sakit itu tempat dokter Richard bekerja, jadi tanpa bertanya lebih dulu, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan pada atasan mereka.


Karena terlalu banyak mengeluarkan darah, diperlukan banyak kantung darah untuknya. Kebetulan stok darah yang sesuai dengan dokter Richard sedang kosong di rumah sakit itu. Ahirnya mereka mencari pendonor darah. Kebetulan perempuan yang membawa dokter Richard masih berada didepan ruang operasi.


"Bagaimana kondisi pasien sus?" tanyanya saat ada salah satu perawat yang keluar dari ruang operasi.


Suster itu mengingat kembali siapa yang berada di depan ruang operasi itu. Karena perempuan tadi tau yang dipikirkan suster maka ia pun kembali berbicara.


"Perkenalkan, saya Alisya suster, saya orang yang membawa pasien tadi kesini."


"Owh, maaf-maaf saking paniknya saya sampai lupa."


"Tak apa suster, lalu bagaimana dengan kondisi pasien kenapa lama sekali operasinya?"


"Maaf, dokter Richard eh maaf ... karena pasien kehilangan banyak darah, maka ia membutuhkan pendonor darah saat ini, karena kebetulan stok di rumah sakit ini sedang kosong."


Ia pun manggut-manggut, "Kalau begitu ambil darah saya saja sus, siapa tau cocok."


Suster tersebut memandangi Alisya dari atas sampai bawah, kemudian mengangguk," Baik silahkan nona ikut dengan saya."


Kemudian Alisya pun mengikuti suster menuju ruang lain untuk memeriksa apakah jenis golongan darahnya cocok dengan dokter Richard. Serangkaian tes pun dilakukan. Dan dari hasil tes alhamdulillah golongan darah Alisya cocok dengan dokter Richard.


Maka saat itu juga, darah Alisya pun diambil beberapa kantong untuk segera ditransfer ke tubuh dokter Richard yang masih didalam ruang operasi. Tiga puluh menit kemudian, keluarga dokter Richard sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang operasi.


Disana mereka bertemu dengan Alisya. Ia pun memberikan hormat pada keluarga dokter Richard yang baru datang.


Beberapa jam kemudian, operasi sudah selesai dilakukan. Lampu ruang operasi sudah padam. Brankar dokter Richard pun segera dipindahkan ke ruang ICU untuk memantau kondisi pasien sampai stabil.


Dari situlah mereka mengetahui kalau Alisya yang menjadi pendonor darah untuk dokter Richard sekaligus orang yang membawanya ke rumah sakit.


...***...


Kondisi dokter Richard ahirnya kembali pulih setelah melewati masa kritisnya. Selama itulah kedekatan dirinya dengan Alisya mulai terjalin. Meski bukan dirinya yang mengakibatkan dokter Richard kecelakaan tetapi entah kenapa ia begitu peduli dengan kejadian yang menimpa dokter Richard.


Dua hari sekali ia datang dan menjenguk dokter Richard sembari membawakan kue-kue buatannya untuk teman mengobrol mereka. Mantan tunangan dokter Richard pun tidak pernah datang untuk menemuinya di rumah sakit.


Setelah kejadian itu dirinya dan mantan kekasihnya sudah memutuskan jalinan ikatan pertunangan mereka. Pihak keluarga dokter Richard tidak terima atas perlakuan tunangannya itu yang tidak sengaja menabrak dokter Richard. Bahkan ia dan kekasih barunya yang menabraknya.


Dari kejadian itu mereka menyimpulkan kalau selama menjalin hubungan dengan dokter Richard, ia sudah selingkuh, untungnya semua terbongkar tepat waktu. Kalau tidak sudah dipastikan pernikahan mereka akan berumur jagung.


Meskipun Alisya orang baru yang hadir dalam kehidupan dokter Richard, tetapi ketulusan hatinya membuat dokter Richard jatuh cinta padanya. Ia bahkan tidak mempermasalahkan status Alisya yang seorang yatim piatu.


Sejak saat itulah mereka menjalin kasih. Dan satu bulan kemudian mereka memutuskan menikah. Dokter Richard tidak ingin kehilangan Alisya, ia juga sudah cukup umur, dan pihak keluarganya pun setuju. Maka dari itu ia pun mempercepat pernikahan mereka.


...***...


Rasulullah SAW berpesan, ''Wahai para pemuda, jika salah seorang dari kalian mampu menikah, maka lakukanlah, sebab menikah itu baik bagi mata kalian dan melindungi yang paling pribadi (farj).'' (HR Bukhari dan Muslim).


Hadis di atas mengisyaratkan untuk segera menikah bila lahir batin, fisik maupun mental, telah mampu. Bahkan, Rasulullah SAW mempertegas, ''Barangsiapa yang suka syariatku, maka hendaklah mengikuti sunahku. Dan bagian dari sunahku adalah menikah.'' (HR Baihaqi).


Menikah memiliki banyak keutamaan. Pertama, terpelihara diri dan agamanya. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika seorang telah menikah, berarti ia telah mencukupi separuh dari agama, maka hendaklah bertakwa pada Allah dalam menjaga sisanya yang separuh.''


Kedua, mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT. ''Pintu-pintu langit akan dibuka dengan rahmat-Nya dalam empat situasi, yaitu saat turun hujan, saat seorang anak melihat wajah orang tuanya dengan kasih, ketika pintu Ka'bah dibuka, dan saat pernikahan,'' jelas Rasulullah SAW.


Ketiga, berbagi kasih sayang dan cinta. ''Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah adalah Dia menciptakan dari jenismu pasangan-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketenteraman dari (pasangan-pasangan)-nya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir"Β (QS Ar-Rum (30): 21).


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAKπŸ™πŸ˜Š...