
Tak lupa ia memberi kabar pada adiknya yg sedang di rumah. Zein memang sangat menyayangi adik satu- satunya itu. Tadi saat ia menolak , adiknya sempat ngambek karena tidak boleh ikut ke rumah sakit, tapi Zein bisa menenangkannya , dan ahirnya adiknya mengalah.
Ahirnya setelah menunggu beberapa detik kemudian ia ahirnya makanan pesanan mereka datang.
Ibunya memesan 2 piring nasi goreng ayam dan 1 porsi bakso.
" Kamu mau makan yg mana Zein? " tanya ibu dengan lembut ? "
" Nasi goreng saja bu. "
" Kalo ayah..? "
" Bakso dong.."
" Kalo gitu ibu yg nasi goreng satunya..mari kita makan.." ajak ibunya.
Dan kemudian mereka bertiga menyantap makanan yg sudah dipesan ibu. Sebenarnya ia tau mana makanan kesukaan suami dan anaknya..tapi ia masih memperlakukan mereka seperti saat di rumah. Yg jelas memanjakannya..karena ia amat bersyukur memiliki keluarga yg masih rukun sampai hari ini
.
Belum sampai menyelesaikan acara makannya..telpon Zein berdering.
" Maaf ... Zein angkat telponnya dulu.." ucapnya meminta ijin pada kedua orangtuanya.
Ibu dan ayahnya mengangguk tanda menyetujuinya. Lalu Zein mengangkat icon hijau di HPnya.
" Assalamu'alaikum..hallo.." ucapnya
Lalu ia pun mengobrol dengan orang yg menelponnya tadi. Sesudah 10 menit berlalu..percakapan mereka terhenti.
Lalu Zein meneruskan kembali acara makannya. Setelah itu mereka bertiga menuju musholla untuk beribadah. Dan kembali menuju ruangan Dokter Ibram. Ya nama dokter yg merawat Zein adalah dr. Ibram Sp.PD-KP.
Beliau merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan Pulmonologi (Sp.PD-KP)
yg menangani keluhan dan pengobatan terkait penyakit sistem pernapasan.
Beberapa jenis penyakit yang dapat ditangani oleh seorang pulmonolog antara lain adalah tuberkulosis paru, pneumonia, kanker paru, bronkitis, asma bronkial, PPOK, emfisema, emboli paru, gagal napas, efusi pleura, dan cystic fibrosis.
Setelah menunggu 30 menit ahirnya hasil tes keluar.
Ketika orang tersebut ahirnya dipersilahkan masuk ke ruangan dokter.
" Selamat siang ibuk bapak dan saudari Zein. Hasil rontgen paru - paru saudari Zein sudah keluar.
Karena kemarin saudari Zein mengalami benturan keras pada dada, dan tadi saudari Zein juga masih mengeluh sakit di bekas operasinya kemarin..jadi bisa dilihat disini ini ada beberapa penggumpalan darah terjadi di bagian ini... dan ini..
Meski sebenarnya termasuk proses yang normal, tapi penggumpalan darah setelah operasi juga bisa menandakan ada yang tidak beres dengan tubuh. Ini terjadi ketika pembentukan gumpalan darah tersebut terjadi di bagian pembuluh darah vena, sehingga justru menghambat kelancaran aliran darah.
Kondisi tersebut dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Akibatnya, pasokan darah yang diterima jantung menjadi kurang optimal. Risiko tersebut bisa semakin parah ketika pembentukan gumpalan darah yang tidak normal terjadi di organ vital tubuh, seperti otak, paru-paru, dan lainnya.
Atau dalam kondisi lainnya, gumpalan darah tersebut bisa berjalan hingga masuk ke dalam organ vital, misalnya paru-paru. Ini disebut dengan emboli paru, yang bisa mengancam jiwa karena menghambat kelancaran aliran darah.
Pasalnya, pasca operasi merupakan waktu di mana anda diharuskan untuk banyak beristirahat. Secara otomatis, tubuh cenderung tidak aktif atau tidak banyak bergerak. Sedikitnya pergerakan yang anda lakukan ini, kemudian membuat aliran darah di pembuluh darah lebih lambat. Alhasil, terbentuklah gumpalan darah.
Penggumpalan darah ini biasanya terbentuk selama 2-10 hari setelah operasi, tapi bisa juga bertahan lebih lama sekitar 3 bulan.
Begitulah penjelasan dr. Ibram yg panjang lebar.
" Lalu apakah kondisi itu berbahaya buat Zein dok ? " tanya ayahnya
" Untuk sementara waktu akan saya beri obat- obatan..dan tolong diminum rutin, tapi sebelumnya saya juga akan menyuntikan beberapa obat biar mengurangi penggumpalan darah tersebut."
" Ini saya tunjukan cara penggunaan obat ini..mari ikuti saya buk..pak."
Lalu dokter pun menunjukkan cara menyuntikkan obat tersebut. " Rutin minum obatnya sesuai jadwal di minggu pertama, dengan cara disuntikkan di bawah kulit ya.." ucapnya kembali sembari mempraktekkan caranya.
Dan nanti di minggu kedua akan kita lihat lagi perkembangannya.
" Saudari bekerja dimana..agar nanti saya limpahkan berkas dan riwayat kesehatan anda di rumah sakit terdekat dengan tempat saudari Zein bekerja." ucap dokter Ibram.
Lalu Zein pun menuliskan tempat dan alamat kerjanya.
Dokter pun menerima dengan senyumannya. " Tenang saja ..tempat ini sangat dekat dengan tempat praktek kakakku..kamu tenang saja Zein..pasti kamu akan cepat sembuh. "
" Oh ya...ini resepnya.."
" Terimakasih dok.." ucap ibu Zein
" Terimakasih dok..kalo begitu saya permisi " ucap Zein.
" Sama - sama " ucap dr. Ibram.
Lalu mereka bertiga segera keluar dari ruangan tersebut. Ahirnya chek up yg melelahkan hari itu selesai juga.
Mereka bertiga segera menuju ke tempat pembayaran dan segera ke apotik untuk menebus semua resep dari dokter tadi. Setelah semuanya selesai..mereka bertiga segera menuju rumah karena hari hampir sore.
🌱 Kantor Nisa.
Di kantor..Nisa sangat cemas menunggu hasil chek up Zein hari ini. Tapi ia juga harus bersikap profesional agar pekerjaannya segera selesai tepat waktu.
Deadline yg menumpuk sedikit membuat Nisa kewalahan, karena dalam waktu yg bersamaan dia menghandle 2 proyek secara langsung.
Untung saja patnernya sangat bisa dihandalkan, jadi sedikit mengurangi beban pikirannya.
Urusan pekerjaan dan urusan hati harus bisa terpisahkan. Karena kalau sampai tercampur bukannya selesai malah akan tambah menumpuk dan memakan waktu lebih banyak.
Waktu sudah menunjukan pukul 17.00.. saatnya ia membereskan meja kerjanya. Ia sudah lembur 1 jam untuk menyicil pekerjaannya yg menumpuk.
Setelah beres..ia pun segera keluar dari ruangan kerjanya berbarengan dengan kak Ari. Teman kost sekaligus patner kerjanya.
" Pulang bareng yuk Nis..bareng - bareng jalan kaki maksudnya..ha..ha.."
" Hayukk.." ucap Nisa.
Lalu mereka berdua pun segera keluar dari kantor dan menuju kost mereka berdua. Cukup 10 menit perjalanan dengan kaki ahirnya mereka sampai di kost.
Nisa segera menuju kamarnya begitu pula dengan Kak Ari.
Ceklek..
" Assalamu'alaikum "
Nisa membuka pintu dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur, tak lupa ia mengechek HPnya untuk memastikan apa Zein sudah pulang dari chek up atau belum .
Lalu ia pun mengirim pesan pada Zein.
" Assalamu'alaikum kak.."
Setelah menunggu hampir 5 menit belum ada jawaban ia pun mengambil handuk dan hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
HAI HAI..READERS KESAYANGAN AUTHOR.. AKU UDAH BALIK LAGI..BISMILLAH..SEKARANG UDA LEBIH ENAKAN BADANNYA.. INSYAALLAH MULAI UP LAGI PER HARI INI YA..😊
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊
SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT KALIAN SEMUA 😘😘