After Married

After Married
PULANG KE INDONESIA



" Ya dah..lanjutin makannya ..nanti Nisa pengen berfoto disana..siapa tau bisa jadi foto termanis kita buat pre wedding.. " ucap Nisa malu - malu.


Sementara Zein masih mencoba tersenyum meski hatinya sedang bimbang saat ini. Saat ini ia butuh saran dan dukungan tapi orang yg biasanya ada di posisi itu sedang dihadapannya saat ini. Dan ia tidak bisa membagi masalahnya dengannya saat ini. Karena ia sudah tidak bisa lagi memiliki Nisa.


Dan sesudah makan, Zein pun menuruti keinginan Nisa yg mau berfoto di kota itu. Dan hari itu dilewati mereka berdua dengan romantis.


🌱 Keesokan harinya


Pesawat yg ditumpangi Nisa berangkat 30 menit sebelum pesawat Zein. Mereka memang tidak sempat bertemu di bandara, tapi mereka akan berjanji bertemu saat nanti sudah tiba di Indonesia.


Didalam pesawat Zein yg duduk bersebelahan dengan Zivanna tak bisa bergerak bebas. Karena sedari tadi ia terus saja menempel padanya.


" Kak Zein...kakak tenang saja..karena nanti biar aku yg bicara sama ayah ya..kak Zein nurut aja." ucapnya yg masih bergelayut manja di lengan Zein.


Zein masih memandangi Zivanna yg ada disampingnya, mimpi apa dia sampai bisa bersama wanita aneh disampingnya. Hanya dalam waktu semalam, semua impian yg ia bangun dengan Nisa hancur seketika.


Sebuah perjalanan yg harusnya berisi moment indah bersamanya, justru hancur ditangannya sendiri. Andai perjalanan kali ini ia menolaknya, pasti semua ini tidak akan terjadi. Lalu apa yg harus ia katakan pada keluarga Nisa dan keluarganya sendiri.


"Kak Zein, kakak gak dengar semua perkataanku tadi ya?" ucapnya menggerutu karena sedari tadi Zein sungguh mengabaikannya.


Tiba-tiba nyeri di dadanya semakin bertambah. Padahal diagnosis dokter beberapa bulan yg lalu sudah mengatakan bahwa ia sembuh total. Tapi kenapa sakitnya seperti saat itu?" ucapnya pelan seraya memegangi dadanya


Zivanna yg melihat raut di wajah Zein berubah pucat lalu memegangi dahi Zein.


"Kak Zein sakit?"


Zein masih tak bergeming. Ia hanya berdzikir sambil memegangi dadanya. Berdoa agar ia bisa selamat sampai pesawat mendarat.


Zivanna semakin panik. Dia hendak berdiri tapi tangannya dicekal Zein.


"Diam dan duduk,doakan saja aku masih selamat sampai pesawat mendarat," pintanya.


"Tapi kak?"


"Lakukan atau kita batal menikah," ucapnya diiringi ancaman.


Saat ini Zivanna tidak tau kalau obat yg sudah ia campurkan pada dessert Zein adalah obat keras yg tidak bisa diterima oleh hati Zein yg sudah pernah di operasi. Maka sudah dipastikan pula Zivanna tidak tau dosis yg digunakan saat itu sehingga ia asal memberikannya pada pelayan di restaurant itu.


"Ok .."


Lalu 2 jam kemudian mereka pun mendarat dengan selamat di Indonesia.


Zein yang masih bisa berjalan segera menuju pintu keluar dari bandara. Lalu ia pun memesan taksi dan menuju rumah sakit yg pernah ia datangi saat melakukan chek up dulu.


Ia bahkan melupakan kehadiran Zivanna yg sudah sejak tadi mengomel karena Zein berani meninggalkannya.


Sesampainya di rumah sakit Zein langsung meminta jadwal untuk menemui dokter yg menanganinya. Sewaktu di dalam taksi Zein sudah menghubungi dokternya tersebut.


Kebetulan dokternya sedang dinas malam dan kebetulan baru saja kembali dari ruang operasi, sekarang ada di ruangannya. Lalu ia pun diperbolehkan masuk.


"Selamat malam dok"


"Malam Zein, bagaimana,masih terasa sakit?" ucapnya.


"Tadi sewaktu perjalanan dipesawat dada ini terasa nyeri sekali, sampai nafas pun tersengal." Kemudian Zein menceritakan semuanya.


"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang berat sampai kondisi kamu ngedrop lagi?"


"Atau kamu mengkonsumsi sesuatu mungkin?"


Zein teringat sesuatu dan menceritakan semua kejadian yg menimpanya malam itu. Dokter Fariz sudah menjadi teman Zein, maka dari itu Zein pun berani menceritakan semuanya pada sahabatnya itu.


"Ok, kita chek darah lengkap, kamu berbaring dan aku akan ambil sample darah kamu."


Lalu dalam sepersekian detik berikutnya sample darah sudah dipegangnya. Lalu ia menyuruh Zein untuk sementara waktu istirahat di rumah sakit itu, sampai esok hari, karena kondisi Zein naik turun .


Zein pun menurutinya dan segera beristirahat dengan selang infus yg menancap disalah satu lengannya.


🌱 Zivanna pov -


"Beraninya kamu meninggalkanku lagi Zein," geram Zivanna di bandara. Lalu ia pun menelpon supir pribadinya untuk segera sampai di bandara. Ia tak suka jika harus menunggu lama di sana.


Ia juga melihat koper Zein ketinggalan di sana.


"Aneh, kalau dia buru-buru kenapa sampai kopernya ia tinggalkan disini, atau jangan-jangan, sffttttt..." Zivanna baru ingat wajah Zein tadi pucat sekali dan ia terus memegang dadanya.


"Atau jangan-jangan dia ke rumah sakit, sebaiknya aku telfon papa, pasti beliau tau apa yang terjadi pada Zein."


Sambil menunggu supirnya ia pun menelpon papanya.


" Hallo pa..".


" Iya..kamu sudah sampai nak ? "


" Sudah pa..tapi Zein ninggalin Zi dibandara sendiri...dan tadi ia memegangi dadanya dan pergi meninggalkan Zi tanpa pamit.


Ayahnya yg diseberang sana hanya menghela nafas panjangnya. Lalu ia pun menjelasakan detai penyakit yg pernah di alami Zein .


" Mulut Zivanna menganga lebar ..ia tak menyangka pujaan hatinya pernah mengalami kecelakaan hebat dan beruntungnya ia masih selamat sampai hari ini..tapi ia juga kawatir karena ayahnya menyebutkan kalo sakitnya bisa kambuh jika ia sedang mempunyai beban pikiran ataupun terkena obat tertentu."


Maka dari itu Zein memang pemilih soal makanan..dan ia amat menjaga kesehatannya sampai hari ini.


Lalu ayahnya pun bertanya kenapa Zein meninggalkannya? bukankah sebelumnya hubungan mereka baik- baik saja dan bahkan Zivanna meminta ayahnya untuk menjodohkannya dengan Zein meski ia sudah bertunangan.


" A..aakuu..menjebaknya pa.."


" Aapaaa..." ucapnya terkaget.


Begitu pula yg kaget akan teriakan ayahnya diseberang sana..sampai Hp-nya pun ia jauhkan dari telinganya.


" Zivannaaaa....cepat pulang..." teriak ayahnya.


Ia pun segera menutup Hp-nya lalu segera pergi menuju rumahnya sesaat supirnya sudah datang. Tak lupa ia pun membawa koper Zein yg ketinggalan tadi.


Sepanjang perjalanan rumahnya ia terus saja mengomel..apalagi ia baru saja menerima kenyataan kalau Zein seperti tadi karena ulahnya kemarin.


🌱 Nisa pov -


Meskipun Nisa berangkat lebih dulu 30 menit dari pesawat Zein..tapi ia pun juga lebih lama sampai di Indonesia. Karena memang jarak yg ditempuh Nisa lebih panjang ketimbang Zein.


Zein berada di Indonesia waktu bagian barat dan Nisa berada di Indonesia waktu tengah.


Nisa yg belum tau tentang keadaan Zein masih bersikap biasa. Dan ia pun baru saja mengaktifkan HPnya.


.


.


.


HAI HAI..READERS KESAYANGAN AUTHOR.. MAAF JIKA SETELAH INI CERITANYA AGAK BERAT..SOALNYA MEMANG ALURNYA BEGITU.....HE..HE..✌😊


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊


SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT KALIAN SEMUA 😘😘