
Setelah makan siang, Yo segera mengantarkan mereka ke sebuah apartemen. Sebuah apartemen yang dekat dengan rumahnya.
"Terimakasih banyak untuk jamuan makan siangnya."
"Sama-sama sayang."
Hari ini merupakan hari paling membahagiakan untuk Yo. Karena apa yang ia impikan selama ini akan segera terwujud.
Senyum merekah tak pernah lepas dari wajah tampan Yo. Begitu pula dengan sebaliknya, Alexa juga sangat berbahagia hari itu.
"Bagaimana pa, terlihat sekali jika Alexa sangat berbahagia dengan kekasihnya kali ini, aku harap papa menyetujuinya."
Lelaki paruh baya itu memandang tenang wajah istrinya lalu ia pun menyakinkan hahwa kali ini semuanya akan berjalan lancar.
"Tenanglah, aku pasti akan merestui mereka."
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama."
Mereka pun saling menggenggam tangannya untuk menyalurkan kebahagiannya hari itu.
Perjalanan dari rumah makan sampai apartemen membutuhkan waktu hampir dua puluh menit. Untungnya kemarin ia sudah ijin untuk bekerja setengah hari. Sehingga ia dengan bebas menemani keluarga calon istrinya itu.
"Nah itu apartementnya."
Lalu mereka berempat segera menuju lift, tak lupa ia menekan angka dua puluh lima, tempat dimana apartemennya berada.
"Sepertinya ini apartement mahal ya sayang," ucap Alexa menyadari kalau calon suaminya membuang banyak uang untuk menyambutnya.
"Enggak kok, lagian ini apartement milik kakak aku jadi kamu tenang aja."
"Oke."
Lalu obrolan mereka terhenti saat itu karena pintu lift sudah terbuka.
Mereka berjalan beriringan menuju kamar mereka.
"Nah sudah sampai, silahkan masuk."
"Makasih."
Lalu mereka mulai beriringan memasuki salah satu unit apartement itu, yang di depan kamarnya bertuliskan 201.
"Wow, bagus sekali sayang."
"Kamu suka?"
Alexa mengangguk.
"Suka Yo, terimakasih banyak."
"Sama-sama om, tante"
Lalu Yo pun mengajak mereka berkeliling unit apartement mereka. Serta view yang sengaja dipilih Yo agar penghuni kamar tersebut bisa menikmati sunrise maupun sunset.
.
.
Saat di balkon.
"Wah udaranya sejuk ya?" ucap Alexa sambil menikmati udara di lantai itu.
"Hmm, iya seger banget, pas banget dinikmatin jam segini."
"Oh ya, aku pamit dulu ya, jangan lupa untuk dandan yang cantik nanti malam."
Alexa tersenyum.
"Karena kamu akan aku kenalkan pada keluargaku disini."
"Iya sayang, makasih banyak."
"Ya sudah aku permisi, kalau ada apa-apa jangan lupa untuk call aku, oke."
"Siap."
Yo segera mengajak Alexa kembali ke ruang utama. Sehingga Yo dengan mudah bisa berpamitan pada keluarga Alexa.
"Om, tante, maaf saya permisi dahulu."
"Iya, hati-hati ya Yo."
"Siap om."
Tak butuh waktu lama, Yo sudah berada di basement apartement itu. Dengan segera ia melajukan mobilnya menuju rumah Fadhil.
Di sana ia akan membantu keluarganya untuk mempersiapkan pesta penyambutan calon istrinya itu.
"Semoga acara nanti malam bisa berlangsung dengan aman, Aamiin," doa tulus dalam hati Yo.
Menurut rencana awal, nanti malam mereka akan dijamu untuk makan malam di kediaman Fadhil. Hal itu juga untuk memperkenalkan dan mendekatkan keluarga Yo dengan keluarga Alexa.
Tetapi sebelum melangkah jauh, ia teringat untuk memesan sebuah buket bunga untuk Alexa nanti malam.
Ia pun memutar arah kemudinya, menuju sebuah toko bunga. Untungnya pemilik dan karyawan toko bunga itu sangat baik hati. Sehingga Yo lebih mudah meminta bantuan mereka untuk merangkaikan buket bunga untuk Alexa.