After Married

After Married
BAB 220. BERSYUKUR



Perjodohan yang dilakukan oleh Keluarga Uvano dengan Keluarga Satria sudah diatur sejak lama. Tetapi Sheril tidak mengetahui hal itu. Sayang, Leo yang baru saja mengetahui hal itu semakin bahagia kala mengetahui jika Sheril adalah calon istrinya.


"Bagaimana pun kamu menghindariku, aku akan tetap menjadi calon suamimu," ucap Leo bangga di kursi kebesarannya.


Leo memandang lepas hamparan pemandangan dari ruangan kerjanya itu sembari tersenyum.


"Kalau aku bisa mendapatkan hatimu kembali, aku berjanji padamu untuk pergi ke psikiater. Demi kesembuhanku."


Beberapa saat yang lalu.


PLAK!


Sebuah tamparan mendarat mulus di salah satu pipi Leo. Hadiah dari sang ayah yang mengetahui kelakuan bejat sang putra sesaat setelah ia mendapatkan laporan dari salah satu orang kepercayaannya yang mengatakan jika selama ini Leo sakit se*.


Dari hal itulah perjodohan yang sudah ia atur hampir saja berakhir. Untung saja Keluarga Satria mau memberi kesempatan satu kali lagi pada Keluarga Uvano untuk memperbaiki keadaan ini.


"Beraninya kamu membohongi kepercayaan dari Papa!"


"Seharusnya kamu bilang dari awal maka, semua ini tidak akan pernah terjadi!" bentak Ayah Leo.


Leo menunduk dan mulai menjelaskan duduk masalahnya pada sang ayah. Helaan nafas berat terdengar dari lelaki yang hampir menyentuh setengah abad itu.


Ia mulai memejamkan mata tak kuat menghadapi semua cobaan yang terjadi kali ini. Tapi ia tak bisa menyalahkan sepenuhnya hal ini pada putranya. Melainkan ia harus menyelidiki dan membuat sang pelaku jera.


Tetapi ia mempunyai satu ide, dan mungkin bisa menyelamatkan putranya dalam situasi kali ini.


"Oke, Papa mempunyai satu ide yang mungkin bisa kamu pakai."


Leo mengangkat wajahnya lalu mulai mendengarkan satu persatu penjelasan dari ayahnya itu.


"Oke, aku akan melakukan semua itu demi Sheril."


"Papa percaya padamu!" ucapnya sambil menepuk perlahan bahu putranya.


Setelah itu ia pun meninggalkan putranya itu sendiri di dalam kamar. Sejak saat itu pula, Leo kembali ke mansion milik Keluarga Uvano dan menjual apartement miliknya itu.


Satu persyaratan dari sang ayah sudah ia lakukan dan tinggal dua langkah lagi, ia akan berhasil mendapatkan pujaan hatinya.


"Sheril tunggu aku kembali."


Sementara itu di rumah yang lain, seorang wanita sedang uring-uringan di dalam kamarnya. Ia telah kehilangan aset berharganya kali ini. Sejak Leo memutuskan tali ikatan terlarang diantara mereka, ia menjadi sering marah-marah.


Gi-la, mungkin sebutan itu sangat cocok untuknya. Terlalu berambisi membuatnya gelap mata. Kecelakan manis yang ia ciptakan dulu membuatnya kecanduan sama seperti yang dialami oleh Leo saat ini. Bedanya Leo hanya menginginkan tubuhnya. Sedangkan wanita itu telah jatuh cinta pada Leo. Bahkan ia mau di madu asalkan ia bisa tetap menjadi dan bersama Leo.


Kenyataan kalau selama ini ia berhubungan dengan Keluarga Uvano sedikit membuatnya bangga. Apalagi ia bisa menjebak salah seorang pewaris tunggal Kerajaan Uvano.


"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka kau pun akan mengalami hal yang sama," ucapnya sambil mematut diri di depan cermin.


"Ya, aku memang sudah gi-la karenamu Leo, jadi sampai kapan pun aku tak akan melepasmu!" ucapnya penuh ambisi.


Sementara Leo sudah melakukan pendekatan kembali pada Keluarga Satria. Awalnya memang terkesan sulit, beruntung Leo dengan didampingi kedua orangtuanya secara langsung menjelaskan semuanya di depan Keluarga Satria. Hingga akhirnya Sheril luluh dan memberikan kesempatan kedua untuknya.


Bodoh, ya memang dia wanita bodoh tapi ia tidak akan tinggal diam jika Leo berani mengabaikan kepercayaan terakhirnya kali ini.


"Ingatlah Leo, harga sebuah kepercayaan itu amat mahal. Satu kali lagi kau membuang jauh kepercayaan dariku, maka jangan harap kau bisa kembali."


Leo mengangguk patuh, ia tau, bahwa sejujurnya hatinya dan hati Sheril memang untuk bersatu. Maka dari itu, Leo akan berjuang mati-matian untuk itu.


Karena sebuah pernikahan hanya akan terjadi satu kali dalam hidupnya dan ia amat menjunjung tinggi prinsipnya.


...⚜⚜⚜...


...Kediaman Nisa...


"Makanan sudah siap, Mas," ucap Nisa setelah melihat suaminya turun dari tangga.


"Makasih, Sayang."


Fadhil segera mengecup kening Nisa pagi itu. Baginya kesalahpahaman diantara mereka yang terjadi beberapa waktu lalu telah usai. Kini mereka sudah saling percaya satu sama lain. Tetapi ia tetap tidak mengijinkan Nisa berdekatan kembali dengan mantan suaminya itu.


Nisa yang jauh lebih paham akan sifat suaminya itu jauh lebih dulu memaafkan semua kelakuan suaminya. Baginya keutuhan rumah tangganya jauh diatas segalanya.


Sementara itu, lebih baik membatasi istrinya kali ini daripada ia harus kehilangan istri dan anaknya. Untuk soal Zi ia tidak akan melarang lagi jika ia ingin bertemu dengan ayah biologisnya. Mungkin dengan begitu ia akan kembali dekat dengannya seperti dulu.


Sikap posesifnya saat ini harus ia buang agar keluarganya kembali utuh. Toh saat ini ia memiliki Aaron. Jika Zi memilih tinggal bersama ayah kandungnya ia tak akan melarang lagi.


"Pagi, Mommy .... pagi Daddy ...."


"Pagi, Sayang," sapa Nisa pada putra pertamanya itu.


"Hai Boy," sapa Fadhil.


"Bagaimana sekolahmu akhir-akhir ini?" ucapnya basa-basi.


"Lumayan menyenangkan kok, lagi pula aku sudah berbaikan dengan Sharen."


"Baguslah kalau begitu."


"Ya sudah kalau begitu, yang terpenting kamu fokus ke sekolah, oke."


"Oke, Dad."


Kali ini Nisa sangat beruntung karena keluarganya sudah kembali seperti semula. Ia pun berharap semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Aamiin.


"Semoga Daddy benar-benar mencintai Mom sama selerti Ayah Zein yang sangat mencintai Mama Nisa," doa Zi dalam hatinya.


Zi jauh lebih peka terhadap apa yang dialami Nisa dan ayahnya. Tapi Zi masih kecil, ia hanya bisa memendam rasa keingintahuannya dan egonya untuk semua masalah yang sedang terjadi saat ini.


Lagi pula, ia amat mengerti jika Nisa juga menginginkan hal yang sama dengan dirinya, yaitu keutuhan sebuah keluarga. Tapi mungkin suatu saat nanti, Zi akan lebih memilih tinggal bersama ayah biologisnya yaitu Zein.


.


.


...🌹Bersambung🌹...