
...Setiap masa lalu pasti akan selalu datang menghampiri kita, terlebih jika kejadian di masa lalu itu belum kita selesaikan....
...Berpikirlah positif jika masa lalu datang menghampirimu, karena bagaimanapun masa lalumu adalah bagian masa depanmu....
...⚜⚜⚜...
.
.
Bak disayat sembilu, kini luka di hati Nisa semakin menjadi. Ketika dulu ia dipuja saat pertama kali hadir di keluarga besar Fadhil tetapi hanya dengan kedatangan mantan suaminya kini merubah pandangan semua orang pada dirinya.
Ia tidak pernah menyangka sama sekali kalau Zein datang secepat ini. Nisa masih membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, ia masih terisak di dalam sana. Fadhil juga merasa bingung karena posisinya serba salah.
Ia bingung harus bersikap seperti apa terhadap ibunya nanti. Kini kebencian sudah pasti menyerangnya. Apalagi Zein datang tiba-tiba, meski ia mengaku sebagai Fajar tetapi ia yakin orang yang hadir di acara tadi adalah Zein.
Ia pun memijit kepalanya yang kini terasa mau pecah. Nisa yang menyadari suaminya gelisah mendongakkan wajahnya.
“Mas, apa kau juga meragukan cintaku, hiks ...”
“Apa yang kau bilang sayang, aku tidak pernah meragukan cintamu, apalagi di tengah kita ada Aaron, mana mungkin aku akan berpaling darimu.”
“Ta-tapi ibu mas...”
“Sabar sayang, biar nanti kita jelaskan sama-sama apa yang terjadi.”
“Lalu ibuku bagaimana?”
“Ibu sudah mendingan, tadi ibu cuma syok karena melihat Zein disana.”
“Apa mas juga yakin kalau itu tadi Mas Zein, bukan Fajar seperti yang Mang Dede katakan.”
“Entahlah mas, aku pusing.”
“Istirahatlah sayang, aku masih disini untukmu.”
Fadhil masih berusaha menenangkan istrinya sembari mengelus pucuk kepalanya. Bagaimanapun yang terjadi kini ia harus lebih protektif pada Nisa dan keluarga kecilnya.
“Mas, aku ...”
“Sudahlah, cepat istirahat.”
Nisa mencubit kecil perut suaminya.
“Awhh ... kok dicubit sih yang,” gerutu Fadhil.
Nisa terkekeh kecil, “Habis mau minta makan kok disuruh bubuk.”
Nisa pun mengerucutkan bibirnya, dan hal itu sukses membuat Fadhil gemas akan tingkah manja istrinya dan cup ... ia pun mengecup bibir monyong sang istri.
“Dih, mas nakal ...”
“Satu seri ...” ucapnya sambil berlari menghindari istrinya keluar kamar.
Ia pun bergegas ke dapur untuk mengambilkan makanan untuk istri tercintanya. Sedangkan di ujung dapur ada Yo yang bersiap menunggu kedatangannya.
“Yo, aku minta kau menyelidiki apa motif Zein kemari, lalu ada hubungan apa antara dia dan Mang Dede.”
“Siap kak,” ucap Yo lalu meninggalkan kakak angkatnya itu.
Saat Fadhil sibuk dengan makanannya dari arah belakang muncul Ayah Nisa.
“Iya Pak, mari duduk.”
Lalu kedua lelaki beda generasi itu mulai berbicara dari hati ke hati. Sudah cukup lama sampai ahirnya panggilan dari ibu Nisa mengalihkan pembicaraan mereka.
“Ya sudah, saya permisi dulu pak, ibu.”
Lalu setelah berpamitan ia pun menuju kamar Nisa. Ternyata di dalam kamar sudah ada Zi yang sedang memeluk ibunya.
“Kenapa sayang?”
“Zi sayang mama dan ayah.”
“Iya mama juga sayang Zi.”
“Makanan datang ...”
“Daddy ...”
“Hai boys.. makan bareng ayah dan mama yuk.”
“Hayukk...” ucapnya senang.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Di kediaman Fadhil...
Sekembalinya dari rumah Nisa, Zein mengurung dirinya di dalam kamar. Pikirannya berputar-putar ditambah lagi dengan sakit kepala yang tiba-tiba menyerangnya.
“Aargghhh ...”
Mang Dede yang mendengar teriakan Zein dari dalam kamarnya segera berlari menuju lantai atas. Karena kamarnya terkunci ia pun mencoba mendobrak ruang kamar Zein.
Percobaan pertama gagal, lalu di kesempatan kedua, pintu kamarnya terbuka.
Di lihatnya Zein sedang terbaring di kamarnya sambil memegangi kepalanya.
“Ada apa Tuan?”
Karena tidak ada jawaban, ia pun berinisiatif untuk menghubungi dokter Richard. Karena seingatnya hanya dia yang biasa dipanggil Nisa saat ada apa-apa di keluarganya.
Ia pun mendial nomor dokter Richard dengan segera. Setelah tersambung, dokter Richard pun segera mendatangi kediaman Zein.
Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba. Sesuatu yang diharapkan Richard seolah memberinya kesempatan emas kali ini.
Ia memang berniat untuk menyelidiki apakah orang yang dilihatnya di rumah Fadhil itu benar sahabatnya ataupun bukan.
Dengan mengendarai mobil hitamnya ia pun melaju ke kediaman Zein.
.
.
...Bersambung...
.
.
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, dan FAVORIT nya kak, terimakasih 🙏...