After Married

After Married
PERJALANAN KE KOTA NISA



Sebenarnya ia tidak marah pada bawahannya, cuma saat itu ia juga dikejar deadline yang harus selesai minggu ini, mau tak mau ia juga menekan anak buahnya.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Setelah menempuh setengah perjalanan panjang dan melelahkan, ahirnya Zein tiba di kota kelahiran Nisa dan dirinya. Sesuai jadwal, keretanya akan berenti disana selama 30 menit. Lalu setelah itu kereta akan melanjutkan perjalanan panjangnya kembali.


Disana Zein membelikan Nisa makanan favorit dari kotanya tersebut. Makanan yang selalu membuat orang yang sudah memakannya kembali merindukan dan ingin kembali lagi ke kota itu.


Ya, kalian tentu tidak tahu bukan, meskipun badan Nisa kecil, tapi makannya banyak banget. Beruntungnya ia mempunyai tubuh yang tidak mudah gemuk, jadi sebanyak apapun ia makan 'ga akan mempengaruhi BB nya.


Jangan kaget, soalnya Nisa itu enerjik dan suka sekali olahraga, apalagi joging pagi yang 'ga pernah ia lewatkan. Jadi meskipun tubuhnya kecil, imut tapi alhamdulillah kalo soal kesehatan, ia amat menjaganya.


Setelah membelikan Nisa makanan favoritnya, Zein melihat ada scraft yang lucu, ia jadi teringat Nisa. Pasti cantik kalo ia yang memakainya, jadilah Zein juga membelikannya untuk Nisa.


Dan sebelum 30 menit, ia sudah kembali lagi ke dalam kursinya di kereta. Dan sesuai jadwal keberangkatan, perjalanan panjang pun siap dilanjutkan kembali.


"Semangat Zein, sebentar lagi kamu akan ketemu gadis kecilmu," batin Zein sambil sesekali tersenyum.


Maklum saja sejak beberapa bulan ini mereka jarang sekali bertemu, mereka hanya meluapkan kerinduannya lewat telpon saja. Dan saat pekerjaan Zein memberikan waktu, maka ia langsung mengabulkan permintaan Nisa untuk bertemu.


πŸƒDi Kota X


Nisa pov -


Setelah melewati 3 hari yang melelahkan ahirnya Nisa bisa sedikit bernafas lega. Melepaskan penat dari segala deadline yang sudah mengejarnya. Untung saja Nisa mempunyai kemampuan diatas rata-rata, jadilah pekerjaan seberat dan sebanyak apapun masih bisa ia atasi dengan cukup baik.


Ya ... sosok Nisa adalah contoh nyata karyawan muda yang mempunyai kapasitas dan kemampuan kerja yang sangat baik. Sifat teliti dan kepandaiannya mengatur waktu membuat atasannya selalu puas dengan hasil kerjanya.


Bahkan dalam masa magang kemarin, ia juga termasuk dalam jajaran 3 karyawan magang dengan gaji diatas rata-rata plus bonus yang lumayan lebih banyak dibanding karyawan magang yang lainnya.


Untung saja, Nisa termasuk anak yang suka menabung dan hemat. Meski masih sendiri, alur keuangannya cukup stabil. Dan ia bisa menyisihkan hampir 70% gajinya untuk tabungan masa depan. Keinginan untuk membuat kedua orangtuanya bangga membuat Nisa extra bekerja keras.


Dari jaman sekolah, ia sudah terbiasa hidup susah, bahkan untuk membeli sebuah boneka barbie, ia harus menunggu tabungan pribadinya cukup. Ia tak mau menyusahkan kedua orangtuanya hanya karena keinginannya itu.


Karena kalau sampe mereka membelikannya mainan itu, artinya Nisa 'ga akan jajan hampir 2 mingguan. Makanya sejak saat itu, ia menabungkan semua uang jajannya agar mampu membeli apapun keinginannya. Dan sejak saat ia berjanji tidak akan menyusahkan kedua orangtuanya dengan hal-hal yang sepele.


"Akhh, kayaknya terakhir kali telepon kak Zein adalah hari minggu kemarin deh."


Hiks ... hiks ... hiks ...


"Maafkan aku kak, sampai lupa menghubungimu, ini semua gara-gara kerjaan Nisa yang 'ga ada habisnya."


"Pokoknya sepulang kerja nanti Nisa akan telpon kak Zein, Nisa kangen kak ... hiks ... hiks ... hiks ..." gumam Nisa lirih saat ia mencoba mengungkapkan kegundahannya beberapa hari terakhir ini.


Nisa bahkan tidak diberi tau akan kejutan yang sudah Zein persiapkan. Bukannya ia 'ga kangen, tapi demi melancarkan misi rahasianya, Zein memendamkan rasa kangennya itu. Namanya orang yg jatuh cinta, 'ga ada yang namanya 'ga rindu.


"Menahan rindu itu berat cuy, daripada menahan rindu, mending menahan lapar gue masih kuat," batin Zein.


πŸƒSementara itu dihati yang lain.


Fadhil pov -


Pertemuan terahir dengan Nisa minggu kemarin membuatnya memendam kerinduan yang terdalam.


Ya sosok Nisa membuat hari-hari Fadhil lebih berwarna, lebih ceria dan tentunya lebih berbunga-bunga rasanya.


Pertemuan dengan Nisa membuat energinya kembali full terisi. Ia juga semakin semangat bekerja. Apalagi mengingat wajah imut dan menggemaskan Nisa. Senyumannya, tingkah polosnya, selalu terngiang dikepala Fadhil. Selama ini belum ada wanita yang mampu memberikan Fadhil sensasi itu.


Sensasi cinta yang berbeda lebih tepatnya. Rasa nyeri itu kembali menyengat hatinya saat mengingat Nisa begitu bahagia saat bertelpon ria dengan pacarnya kapan hari.


Expresinya benar-benar membuatnya iri, akankah ia mampu membuatnya lebih bahagia saat bersamanya nanti. Tegakah ia memisahkan kedua insan tersebut? Sanggupkah ia melihat kesedihan di wajah Nisa kelak? Banyak sekali ketakutan-ketakutan yang datang dan membayanginya setiap waktu. Semua kenangan manis kembali muncul saat ia mengingat Nisa.


Sore itu, di kantor Nisa, ia kembali menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Ia juga sudah membersihkan meja kerjanya, apalagi ketika ia melihat waktu kerjanya tinggal 5 menit.


Tumpukan kertas file kerja telah ia rapihkan di map kerjanya, buku dan alat tulis lainnya ia masukkan ke dalam laci, termasuk fotonya bersama kekasihnya saat liburan kapan hari.


Sebenarnya ia amat anti menyimpan foto atau sampai mencetak foto bersama. Tapi karena ini merupakan cinta pertamanya, maka ia pun mencetaknya.


Zein adalah penyembuh saat cinta pertama Nisa kandas tanpa kejelasan. Hubungan cintanya tak pernah indah, ya jelaslah lah, karena cinta pertamanya tak memberikannya kebahagiaan dan hanya berahir dengan hubungan yang menggantung.


Sebagai wanita biasa, ia juga ingin merasakan cintanya berwarna dan bahagia selamanya. Tapi apa mau dikata, baru memulai aja uda kalah. Dan ahirnya tidak berakhir bahagia.


Sedangkan untuk cinta keduanya saat ini, ia benar-benar menjaganya sepenuh hati. Rasa kehilangan yang dulu itu benar-benar menorehkan luka yang dalam.


Untung saja Zein datang dan menyembuhkan luka-lukanya. Dan sekarang tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada habisnya.


Cerita cinta dengan Zein bahkan sudah mengantongi restu dari kedua orangtuanya. Dan hanya tinggal menunggu kesiapan dari Nisa.


Padahal kalau boleh dibilang, Nisa belum memikirkan sampai sejauh apa ahir hubungannya nanti. Meski ia juga ingin menikah tapi setidaknya tidak sekarang, karena usianya saja baru 18 th.


Dirinya baru aja mendapatkan KTP, masa iya status SINGLE-nya harus berganti titel menjadi seorang MENIKAH. Ga lucu dong, masa iya usianya masih unyu-unyu kok udah menikah.


"Hiks ... hiks ... hiks ... apa kata dunia?"


Begitulah pemikiran polos Nisa.


Salahnya juga, Zein adalah orang pertama yang datang ke rumah Nisa dan mengaku menjadi pacar Nisa. Tentu saja keluarganya amat senang, karena putri kecilnya udah mengenal cinta.


~ Bersambung ~


.


.


.


.


SEKALI LAGI AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA SEMUA READERS YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI... MAKASIH BANYAK YAβœŒπŸ˜ŠπŸ™


MAAF KALO MUNGKIN ALURNYA MASIH FLAT YA... KARENA MEMANG INI BELUM SAMPAI IMTI CERITA NOVEL INI... KARENA MASIH PANJANG... SEMOGA KALIAN SABAR MENANTI YA 😘😘


.


.


.


...JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DALAM BERKARYA DENGAN ...


...LIKE...


...KOMEN ...


...FAVORIT ...


...VOTE/GIFT ...


...TERIMAKASIH BANYAK πŸ™...