
Bagaimana pun status jandanya membuatnya risih, apalagi usianya masih muda. Tapi apa boleh buat, takdir membuatnya berada dalam posisi seperti ini.
π~π~π~π~π
Beberapa bulan kemudian.
Tanggal 19 Desember adalah hari ulang tahun Zi yang kedua tahun. Persiapan pesta ulang tahunnya pun sudah direncanakan dengan matang oleh keluarga besar Nisa dan keluarga besar Zein.
Rencananya pesta ulang tahunnya akan dilaksanakan secara indoor . Temanya tentu tema anak-anak. Karena Zi menyukai tokoh spiderman, maka kue ulang tahun dan pernak-perniknya pun sesuai dengan tokoh hero tersebut.
Zi sekarang juga sudah pandai berbicara tidak cadal lagi seperti waktu belasan bulan yang lalu.
Ia pun tumbuh penuh dengan kasih sayang. Tentunya kasih sayang dari ibunya Nisa dan pamannya Fadhil.
Mereka mengasuh Zi seperti kedua orangtua yang utuh. Saling melengkapi satu sama lain. Tapi sampai saat ini Nisa belum mau melepas masa jandanya. Ia masih fokus pada perkembangan Zi.
Jangan ditanya usaha Fadhil sudah sedemikian banyak untuk mendapatkan hati Nisa. Tapi sepertinya sampai saat ini cintanya masih bertepuk sebelah tangan.
Bahkan keluarga bedar Fadhil sempat menjodohkan putra pertamanya dengan teman masa kecil Fadhil, tapi ia pun menolak, karena cintanya masih untuk Nisa seorang.
Beberapa bulan sebelumnya ia juga dijebak oleh kolega bisnisnya. Dengan alih-alih perjamuan makan malam, ia diundang ke sebuah hotel dan didalam makanannya sudah dicampuri dengan obat yang akan membuat lupa orang yang meminumnya. Tentu saja obat itu juga termasuk obat pera****ng.
Untung saja assisten Yo datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkan Fadhil. Dan tentu saja kerja sama dengan perusahaan tersebut batal dalam sekejap mata. Meskipun mereka sudah meminta maaf secara pribadi dan didepan umum, tapi tak akan memperbaiki jalinan kerja sama mereka yang telah rusak.
Yang namanya bisnis harus kejam. Kalau tidak mau jatuh harus pintar menjalankan strategi bisnis. Banyak sekali jebakan yang dilakukan para pesaing bisnis untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
Untung saja assisten Yo pandai membaca situasi.
Meskipun ia tidak diundang tapi setidaknya ia bisa melacak keberadaan kakaknya tersebut.
Meskipun Fadhil seorang CEO, tapi ia jarang membawa pengawal pribadinya. Karena ia tidak mau terkekang atau terbatasi gerak-geriknya hanya karena status sosialnya.
Ia juga ingin menjadi rakyat biasa, dan bisa membaur dengan mereka. Apalagi ia juga berasal dari keluarga biasa. Hanya karena berkat kerja kerasnya kini ia menjadi orang no 1 di beberapa perusahaan ternama di Indonesia.
Fadhil adalah sosok CEO yang disegani para pesaing bisnisnya. Ia tak pernah sekalipun mengunakan cara licik dalam berbisnis.
Sebenarnya para ia memiliki beberapa pengawal tapi mereka hanya mengamati dari kejauhan, kalau ada apa-apa mereka baru akan mendekat. Kecuali memang ada tugas khusus, maka mereka akan berada dibelakang Fadhil langsung.
Seperti hari ini mereka juga ikut mengawal Fadhil dalam pesta ulang tahun Zi. Semua tamu undangan pun sudah hadir disana. Termasuk para kolega bisnis Fadhil dan Nisa.
Dan Zi kecil juga sudah bersiap-siap di podium bersama Nisa dan kedua pasang kakek dan neneknya. Mereka sama-sama diatas panggung untuk menemani Zi kecil meniup lilin.
Fadhil dan Yo juga ada diatas panggung bersama mereka. Keluarga Zean maupun keluarga Nisa juga sangat menyukai kehadiran Fadhil dan Yo, bahkan mereka sudah dianggap bagian dari keluarga besar mereka.
Setelah semua hadirin datang, maka acara pun dimulai. Semua antusias akan pesta tersebut, dan tentu saja suasana aman terkendali karena pengamanan dari para pengawal Fadhil yang sudah standby di setiap titik lokasi pesta.
Dan sampailah pada moment Zi meniup lilin. Semua hadirin menyanyikan lagu selamat ulang tahun secara bersama-sama.
Beberapa dekorasi dalam ulang tahun Zi.
Happy birthday to you πΆ
Happy birthday to you πΆ
Happy birthday ... happy birthday ... πΆ
Happy birthday to you πΆ
Selamat ulang tahun ...πΆ
Selamat ulang tahun ...πΆ
Selamat ulang tahun Zidane πΆ
Semoga panjang umur ... πΆ
Tiup lilinnya sekarang juga ... sekarang juga πΆ
Dan Zi kecil ahirnya meniup lilinnya.
"Yeay ..." ucapnya senang.
"Selamat sayang..."
"Selamat cucu ganteng oma dan opa."
Banyak sekali ucapan dan doa yang diberikan oleh keluarga besar Nisa dan Zien.
Dan terdengarlah suara riuh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Pesta ulang tahun pun dilanjutkan dengan makan-makan dan jamuan snak untuk anak-anak.
Banyak sekali hadiah yang diberikan oleh kolega bisnis Nisa dan Fadhil. Di mata semua orang Nisa dan Fadhil bagai keluarga kecil yang sangat sempurna. Tak sedikit pula hadirin yang mendoakan agar Nisa dan Fadhil bersama.
Tapi di dalam hati Nisa, posisi Zein masih belum tergantikan oleh siapapun. Baginya ia cukup mencintai seseorang dalam hidupnya. Dan sepertinya Fadhil harus berjuang extra keras untuk bisa meluluhkan hati Nisa.
Muhammad Zidane Keanu kecil alias baby Zi, atau sering dipanggil Zi kecil.
Zi kecil sangat akrab dengan Fadhil, karena baginya sosok Fadhil sudah menggantikan posisi ayahnya yang sudah meninggal. Ia amat menyayangi omnya tersebut seperti ia menyayangi ayah dan ibunya sendiri.
Pernah suatu kali ia ditanya salah satu neneknya.
"Hai sayang, apa Zi sayang sama om Fadhil?"
"Sayang nek, saya...ang banget sama om Fadhil, ia sangat baik dan selalu menuruti kemauan Zi meskipun om sering dimarahi mommy."
"Oh ya, he he he ... kalau begitu jika nanti mommy dan om jadi satu keluarga apa Zi keberatan?"
"Asyikkk ... tentu tidak nek, Zi pasti sangat bahagia kalau mommy sama om bersatu."
"Terimakasih sayang, jangan ngaduin obrolan kita sama mommy ya." Pinta neneknya.
"Siap nenek."
Dan sejak saat itu, kedua orang tua Zein pun yakin jika kelak Fadhil akan menyayangi satu-satu cucunya tersebut meskipun mereka tau, sangat susah membujuk Nisa untuk menikah lagi. Tapi mereka juga sudah merestui jika Fadhil nantinya akan menggantikan posisi anaknya, yaitu mendiang Zein.
Begitu pula dengan kedua orang tua Nisa, yang sampai saat ini juga sudah merestui hubungan kedekatan Fadhil dan Nisa. Apapun yang terbaik untuk putrinya dan cucunya ia akan mendukungnya.
Dan kini tinggallah untuk Fadhil kembali berjuang demi cintanya. Dari sejak pertama kali melihat Nisa, hatinya sudah terpatri padanya. Tidak ada wanita lain yang bisa dan merebut posisi Nisa dalam hatinya.
Terlebih lagi Zi kecil juga sangat menempel padanya. Ia tak keberatan jika nanti ia mendapatkan seorang istri plus dapat bonus anak laki-laki yang tampan. Meskipun itu bukan darah dagingnya sendiri, ia akan menyayangi Zi seperti anak kandungnya sendiri.
~Bersambung~
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAKππ...