After Married

After Married
ASISTEN SERBAGUNA



Tampak Zein memandangi seluruh ruangan itu, tapi tak menemukan keberadaan Fadhil.


"Iya, tadi kakak ijin makan siang di luar, tetapi entahlah sampai saat ini ia belum kembali."


"Oh ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu," pamitnya sambil menepuk bahu Yo.


"Eh iya kak, terimakasih."


Zein pun berbalik dan hanya melambaikan tangannya ke arah Yo. Hingga sesaat kemudian muncullah Fadhil dari arah luar.


"Hai ..."


"Maaf jika aku tadi telah nekad masuk ke ruanganmu."


"Tak apa, masuk saja kak."


"Di dalam ada asistenmu, aku rasa ia ingin menghabiskan waktu berdua denganmu, mungkin ada hal yang ingin ia bicarakan penting padamu."


"Oke, baiklah."


"Kalau begitu aku kembali ke ruanganku sekarang."


Zein pun menepuk pundak Fadhil lali berlalu meninggalkan dirinya untuk menuju ruangannya.


Sesaat kemudian ia pun memasuki ruangannya.


"Siang kak, kenapa lama sekali?"


"Lama sekali bagaimana?"


Fadhil pun mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya. Lalu mulai melihat berkas yang baru saja diberikan Zein kepadanya.


"Tadi bilangnya keluar sebentar, tapi hampir dua jam kakak meninggalkanku kantor."


"Ya, maaf tadi niat awal sih gitu, tetapi Nisa tiba-tiba menelpon memintaku untuk membelikan martabak bangka kesukaannya, karenanya aku pun pulang ke rumah terlebih dahulu."


"Hmm, jadi begitu ..."


"Iya, seandainya kau sudah memilki istri maka kau pun akan melakukan hal yang sama denganku, apalagi jika titah istrimu sudah turun, maka kau harus segera melakukannya."


"Jika tidak..."


"Jika tidak maka kau akan disuruh tidur di luar kan..ha ha ha..."


"Pinter ..."


"Tapi kak, kenapa aku tidak nyaman ya, aku begitu gelisah ketika Alexa dan keluarganya akan datang kesini."


"Wkwkwk, kira-kira lebih grogi mana, menghadapi rapat pemegang saham atau bertemu calon mertua?"


"Ya jelas bertemu calon mertua lah kak, hal itu bisa membuatku sesak nafas, kalau soal rapat itu sudah menjadi makananku sehari-hari."


Yo tampak meresapi perkataan kakak angkatnya itu. Apalagi selama ini memang benar ia belum pernah memiliki calon pacar, sehingga ia pun tidak mempunyai pengalaman apa-apa. Beruntung ia masih memiliki Fadhil saat ini.


"Baiklah kak, terimakasih untuk wejangannya tadi semoga setelah ini aku lebih tenang."


"Sama-sama."


Setelah itu Yo pun segera kembali ke ruangannya.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Sementara itu di apartemen Kenzo....


"Bagaimana tuan, pertemuan dengan ..." Jack mulai menggaruk-garuk kepalanya yang plontos itu.


Maksud hati ingin menanyakan perkembangan hubungan tuannya dengan kekasihnya tetapi ia saja lupa nama kekasih tuannya itu.


"Maksudmu hubunganku dengan Zivanna?"


"Ya.. dengan nona Zivanna."


"Awalnya sih tidak baik-baik saja, malah cenderung terjadi kesalahpahaman, beruntung ayahnya membantuku."


"Jadi Tuan juga datang ke rumah calon mertua Anda juga?"


"Iya."


"Bersyukur karena hubungan Anda dengan nona baik-baik saja."


"Iya, terimakasih."


"Sama-sama Tuan."


"Oh ya, apa ada makanan, aku sangat lapar."


"Ada Tuan, saya baru saja selesai memasak spageti, siapa tau Tuan suka."


"Baiklah, cepat bawa kesini aku lapar."


"Baik Tuan."


Lalu sang asisten segera mengambil makanan untuk tuannya lalu ia pun segera menyiapkan peralatan dan minuman sekaligus untuknya.


Meskipun jabatan sebenarnya asisten tetapi ia juga menyiapkan segala keperluan untuk tuannya.


(oh ya sebenarnya mereka berbincang pakai bahasa Inggris ya, cuma karena othor malas, aku terjemahkan sekalian )