After Married

After Married
MEMENDAM RASA



..........................


Jadi waktu untuk bertemu mereka semakin banyak. Fadhil yg awalnya ragu, ahirnya membiarkan rasa di hatinya kembali untuk tumbuh, meskipun itu sebenarnya salah. Sedangkan Nisa yg tidak tau menau, biasa saja. Selama ini ia hanya menganggap Fadhil sebagai kakaknya saja, sama seperti saat mereka masih di kota X dulu.


Dan Zein tak menaruh curiga apapun pada Fadhil, karena Fadhil sudah dianggap teman dan keluarga olehnya.


Hari ini adalah hari weekend, Zein, Nisa, Baby Zi, dan Mbok Iyem pergi jalan-jalan ke pantai. Mereka juga tak lupa mengajak Fadhil untuk ikut serta.



Nisa memandangi pantai bersama baby Zi dan Mbok Iyem di sebuah gazebo dipinggir pantai, sedangkan Fadhil dan Zein duduk santai berdua di sisi pantai di sebelah gazebo Nisa. Mereka tampak bahagia satu sama lain.



Baby Zi pun tampak antusias diajak jalan-jalan ke pantai untuk pertama kalinya. Meskipun masih kecil, ia sudah gembul, jadi sudah seperti bayi berusia 7 bulan. Berat badannya kini pun sudah 8 kg.


Dan tentu saja Nisa kesusahan untuk menggendongnya. Maka dari itu Mbok Iyem pun diikutkan dalam acara pagi itu.


"Beruntung sekali kamu Zein, kamu sudah memiliki sebuah keluarga yg utuh." Ucap Fadhil memecah keheningan diantara mereka.


"Iya, bersyukur sekali aku bisa memiliki Nisa dan Baby Zi. Mereka berdua adalah prioritas dalam hidupku."


"Dan kamu adalah sahabat karibku Fadhil, untung saja kamu menyelamatkan kami bertiga." Ucap Zein mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


"Sudah, sudah jangan dibahas lagi, aku juga bahagia melihat kalian sangat bahagia saat ini, doakan saja aku segera menemukan seseorang yg bisa melengkapi hidupku."


"Tentu aku dan Nisa selalu mendoakan kamu." Ucap Zein.


"Maafkan aku teman, seandainya kamu tahu, aku masih mencintai Nisa. Tapi aku akan lebih bahagia melihat kalian bersama dan bahagia. Biarlah aku memendam rasa ini sendiri. Bagiku Baby Zi juga sudah aku anggap sebagai anakku sendiri." Ucap Fadhil dalam hatinya. Meski sakit tapi ia tetap bertahan dan satu sisi ia juga tak mau egois apalagi untuk merusak rumah tangga mereka. Itulah alasan kenapa sampai saat ini ia masih betah sendiri dan melajang.


Mereka pun tertawa satu sama lain. Sedangkan Nisa hanya menonton mereka berdua tanpa mau menimpali obrolan mereka. Nisa sangat bahagia suaminya bisa mendapatkan teman di kota ini. Jadi ia tak akan kesepian lagi dan tentunya mereka masih berteman dengan dokter Richard.


Kini Zein, Nisa, Fadhil dan dokter Richard sudah menjadi sahabat dan keluarga. Mereka sama-sama berasal dari luar kota. Dan di kota ini mereka tak mempunyai keluarga. Oleh karena itu meskipun mereka sibuk kerja, kalau ada kesempatan mereka akan bepergian bersama. Sebenarnya hari ini mereka mengajak dokter Richard, tetapi dia ada tugas mendadak di rumah sakit, jadi ia tak bisa ikut serta.


Karena hari makin siang, dan Baby Zi sudah mulai gerah, mereka pun memutuskan untuk pulang. Zein, Nisa, Baby Zi dan Mbok Iyem satu mobil.


Sedangkan Fadhil mengendarai mobilnya sendiri dibelakang mobil Nisa dan Zein. Sebelum pulang, mereka mampir di sebuah rumah makan untuk makan siang, dan mereka kembali berpisah menuju rumah masing-masing.


⚘Dirumah Nisa.


"Mbok, Zi langsung dibawa ke kamar saja ya, biar bisa bubuk dengan nyenyak."


"Baik den." Ucap Mbok Iyem pada Zein. Memang beliau selalu memanggil Zein dengan sebutan Den, sedangkan pada Nisa beliau akan memanggil Nak Nisa. Karena Nisa sudah dari kecil dianggap anak oleh Mbok Iyem.


Lalu baby Zi pun segera dibawa masuk kamar Nisa. Sedangkan Nisa dan Zein membersihkan dirinya terlebih dahulu. Mereka mandi bergantian dan segera menyusul baby Zi di dalam kamar.


Sudah menjadi kebiasaan, kalau sehabis pergi mereka akan membersihkan diri lebih dulu, sebelum ia menemui bayinya.


Dilihatnya bayi mungil tersebut oleh Nisa dan Zein secara bergantian. Mereka sangat bersyukur masih bisa bersama sampai saat ini. Dan bayi Zi bisa tumbuh dengan sehat sampai hari ini.


"Makasih ya sayang, udah memberikan Zi hadir di tengah-tengah keluarga kecil kita. Dan maaf saat itu mas tidak bisa menemani saat kalian berjuang bersama."


Zein pun sudah berpindah posisi sambil memeluk Nisa dari arah belakang. Mereka berdua menikmati momen-momen terindah dalam hidup mereka. Yg tak lain adalah tumbuh kembang baby Zi.


"Sayang ...."


"Hm ...."


"Kepengen itu, boleh engga?" Tanyanya pada Nisa.


"Mmm, boleh ga ya?" Ucapnya kemudian.


"Ayo dong, mumpung baby Zi anteng itu lo."


"Aishh ... ada-ada deh mas." Ucap Nisa malu-malu.


Zein pun melancarkan aksinya dan mulai mencumbu Nisa. Dengan sentuhan lembut dan keahlian yg ia miliki, Nisa pun mulai mengikuti alur yg dibuat Zein. Dengan perlahan Zein pun melucuti semua pakaian Nisa dan pakaiannya sendiri. Dan terjadilah apa yg seharusnya terjadi.


Untung saja kamar mereka sudah dikunci, kalau tidak pasti sudah ketauan Mbok Iyem.


Dan sesudah acara panas mereka, mereka pun tertidur mengikuti baby Zi.


Sejak lahir baby Zi sudah memiliki kamar tidur sendiri, untuk digunakan siang hari, dan malam hari ia akan tidur di kamar Nisa.


Mbok Iyem masih menyiapkan masakan buat Nisa dan Zein selagi baby Zi tidur. Dengan cekatan segala masakan rumah sudah tersaji di atas meja makan.


Dan sesudah memasak, Mbok Iyem pun membangunkan baby Zi untuk mandi sore. Nanti Zi sudah bangun sebelum Mbok Iyem sampai, tadi dia tipikal bayi yg tidak mudah rewel, jadi dia akan anteng di box bayinya.


"Eh gantengnya simbok sudah bangun, mandi yuk." Ajak simbok pada anak asuhnya tersebut.


Lalu baby Zi pun segera dimandikan. Dan sesudah itu muncullah Nisa dan Zein dari kamarnya dan mereka pun makan malam bersama.


Kalau malam tiba, Mbok Iyem akan minta ijin pulang ke rumahnya. Ia hanya membantu disiang hari. Jadi kalau malam hari Zein dan Nisa lah yg bergantian menjaga baby Zi.


Pertumbuhan baby Zi pun sangat terlihat baik, dia tumbuh menjadi balita yg lincah dan aktif. Diusianya 6 bulan ini, ia sudah mulai belajar berdiri dan merambat. Dan dipastikan usia 7 bulan ia pasti akan mulai belajar berjalan.


Zein dan Nisa sama-sama bahagia dengan pertumbuhan baby Zi. Dan mereka beruntung memiliki mbok Iyem yg senantiasa menjaga baby Zi saat mereka bekerja. Di era modern seperti ini sangat susah mencari baby sister yg seperti Mbok Iyem.


.


.


.


.


TO READERS KESAYANGAN FANY... FANY MAU MINTA MAAF BILA FANY JARANG UPDATE AKHIR-AKHIR INI 🙏


FOKUS FANY MASIH KE NOVEL YG SATUNYA BIAR BISA HAPPY ENDING, LALU SETELAH INI AKAN FOKUS KEMBALI KE NOVEL INI ... TERIMAKASIH READERS SETIA FANY😘😘😘