After Married

After Married
LIBURAN YG MENYENANGKAN



........................


Cup..cup..cup..


Nisa yg baru saja melancarkan aksinya segera berlari meninggalkan Zein yg masih diam terpaku. Lalu.." Hmmm..manis sekali...tunggu pembalasanku nanti malam sayangku...my little wife " ucapnya sambil berlari menyusul Nisa.


Dan ahirnya terjadilah adegan kejar mengejar seperti kedua anak kecil yg sedang berebut mainan.


Dan karena Zein sangat ahli dalam hal lari, dengan cepat ia bisa mengejar Nisa dan menangkapnya dalam pelukannya.


" Kena deh sayangku ini...muach..muach.. muach.." ahirnya Zein menciumi seluruh wajah Nisa dengan gemasnya..


Nisa yg kegelian pun minta ampun pada suaminya. " Ampun sayang...ampun...ini tempat umum..please..."


" Ok..kalau begitu artinya kamu minta dilanjutin di hotel ya...mmm..aku siap banget sayang...ok honey. let's continue at the hotel .." ucap Zein dengan seringai liciknya..


" Huaaa....aku g mau sayang..nanti malam aja kita balik hotelnya..Nisa masih mau jalan - jalan.." rengeknya sambil memukuli dada bidang Zein.


" No ... nothing but but again .. anyway we come back now. "


Nisa yg keinginannya tidak diperdulikan Zein hanya mengerucutkan bibirnya seraya terus mengomel dalam hatinya. Menatap Zein saja ia tak mau..meskipun mereka berdua sudah menarik perhatian orang- orang disekelilingnya, karena dari tadi Nisa masih dalam gendongan Zein dan parahnya lagi ia tak mempermasalahkan hal itu.


Setiap orang yg memandangnya , selalu ia acuhkan ..bahkan saat memesan taksi pun..Zein masih menggendong Nisa dengan nyamannya


Sopir yg melihatnya hanya tersenyum simpul.


" Take me to The Ritz-Carlton, Tokyo sir. "


" Yes, sir " ucap supir itu.


Nisa masih terdiam dan tak mau berbicara dengan Zein. Ia sudah sangat kesal dengan kejadian hari ini..meskipun hatinya senang tapi tetap saja ia masih kurang lama jalan- jalannya.


15 menit kemudian mereka sampai di hotel. Zein segera membayar tagihannya lalu keluar dan menuju kamar mereka.


Sepanjang perjalanan mereka tetap saja saling diam dan tak berbicara. Nisa masih kesal..dan Zein sengaja membuatnya kesal..karena wajah Nisa saat merajuk sungguh membuatnya gemas.


Sesampainya di kamar.. Nisa langsung masuk toilet. Sedangkan Zein segera menaruh ranselnya di sofa dan melepas sepatunya, dan juga kacamata serta topinya.


Sesaat kemudian Nisa pun keluar dari toilet melihat Zein akan membuka kaosnya.


" Hei..kak Zein mau ngapain buka - buka kaosnya.. ini masih siang kak.." ucapnya.


Zein yg tersenyum geli melihat kelakuan Nisa yg salah tingkah..padahal dia membuka kaosnya karena gerah abis menggendong Nisa tadi..tapi istrinya sudah mikir yg engga- engga..ia pun mempunyai ide untuk menjaili istrinya itu.


Zein melangkah mendekati Nisa dengan wajah yg imut sekali..sedangkan Nisa beringsut memundurkan badannya..ahirnya pantatnya terantuk bibir tempat tidur. Zein yg melihatnya makin geli..lalu ia pun menujuk nujuk kening Nisa..


" Ini..pasti sudah mikir yg engga- engga ya..atau memang lagi pengen digituin..hayoo..." ucap Zein yg sedang menahan tawanya.


" Ish..g perlu nunjuk nujuk gitu ih..lagian siapa yg mikir jorok.." ucap Nisa malu


" Ha..ha..ha.." ahirnya tawa Zein pecah .


" Tu kan ...aku ga bilang kamu mikir jorok lo ya..kamu sendiri yg ngomong barusan...lagian aku buka kaos tu karena gerah sedari tadi gendong istriku yg manis ini ..makanya aku lepas..biar cepet kering keringatnya trus mandi S-A-Y-A-N-G-K-U..." ucapnya penuh penekanan pada kata sayangku


Zei kembali membungkukkan wajahnya tepat di depan Nisa..cup.. ia pun sekilas memberikan ciuman tepat dibibir Nisa sambil tersenyum.


" Tapi kalau istri manisku ini mau melakukannya sekarang...aku mah dengan senang hati akan mengabulkannya.." ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


Blush seketika wajah Nisa merona..ia pun malu dibuatnya.


Nisa yg masih diam terpaku kemudian mendorong tubuh Zein agar menjauh..bisa bisa makin merona wajahnya..ia kan tak bisa menahan malunya saat di tatap intens seperti itu.


Cup..Zein kembali mencium bibir Nisa kemudian berlari ke kamar kecil dan menutup pintunya.


Nisa yg hendak teriak pun mengurungkan niatnya. Ia hanya bisa mengelus dadanya karena kelakuan romantis suaminya tadi.


" Kenapa semakin hari kelakuan suamiku semakin manis saja ya..mmm..ternyata seperti ini rasanya menikah dengan orang yg kita cintai." gumam Nisa.


" Terimakasih Ya Allah engkau telah mengirimkan orang yg tepat untuk mendampingiku.." ucap Nisa tulus dalam hatinya .


Lalu 15 menit kemudian Zein keluar dari kamar mandi..sedang melihat Nisa duduk diatas kasurnya. Sedangkan Zein hanya memakai handuk yg melilit bagian bawah tubuhnya. Tubuhnya yg atletis dan rambut basahnya membuat aura ketampanannya beribu- ribu kali lipat meningkat. Apalagi bibir seksi merah muda Zein yg selalu menggodanya.



Zein yg melihat Nisa memandangnya dengan intens tersenyum lalu mendekatinya perlahan.


" Ada apa sayang..suamimu tampan ya..? "


Nisa pun tersadar dari lamunannya..dia pun mengalihkan pandangannya ke jendela.


" Ia kak Zein sangatlah tampan." ucapnya malu malu.


" Kalau tampan ya jangan melihat yg lain dong.." ucapnya sambil mendekatkan wajahnya di telinga Nisa.


Nisa yg merasakan geli karena hembusan nafas Zein berada di telinganya pun menoleh. Ditatapnya dalam- dalam kedua pasang mata Zein dan ia pun mencium bibir Zein. Zein yg semula kaget pun segera memperbaiki posisi duduknya dan memperdalam ciuman mereka.


Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut. Diraihnya tengkuk Nisa agar ciuman mereka semakin dalam. Lalu..ciuman tadi sudah memberikan sensasi lain karena tangan Zein mulai membuka satu persatu kancing baju Nisa.


Bahkan kait b*a Nisa pun terlepas..hingga tubuh Nisa pun sudah polos. Begitu pula dengan Zein..handuknya entah sudah terlempar kemana.


Lalu Zein pun mulai menciumi leher Nisa dan mulai meremas bagian bukit kembar Nisa lalu secara bergantian menciuminya. Nisa yg kegelian tapi merasakan sesuatu dalam dirinya sudah menuntut lebih sehingga menimbulkan suara- suara indah dari bibirnya.


Lalu Zein pun meminta ijin untuk penyatuan kembali. Nisa yg sudah pasrah ahirnya pun mengangguk..ia juga sudah tidak tahan lagi dengan rangsangan yg diberikan Zein. Dan ahirnya terjadilah hubungan suami istri lagi.


.................


Eng ing eng...silahkan para reader berimajinasi sendirinya..takutnya kalau author bikin rinciannya malah ga lolos review kan nambah pusing author...ha..ha..jadi author minta maaf ya ✌😊


.................


Entah kenapa Nisa yg tadi hanya berniat mengerjai Zein ahirnya tak bisa melawan saat Zein melakukan itu. Pikirannya menolak tapi bahasa tubuhnya sama sekali menikmatinya. Lagi pula mereka sudah sah sebagai suami istri. Maka dari itu Nisa pun tak kuasa untuk menolaknya.


Dan Zein tak akan mungkin melepaskan Nisa yg begitu manis didepannya..lagian dia juga sudah tidak tahan ingin melihat Nisa segera hamil.