After Married

After Married
BAB 211. KEMARAHAN FADHIL



Perjalanan yang cukup singkat berhasil menyelamatkan cidera yang dialami Zi. Beruntung dr. Richard datang tepat waktu, setelah ia sampai ia langsung melakukan pertolongan pertama pada Zi. Setelah memastikan lukanya cukup lumayan ia pun melarikan Zi ke Rumah Sakit miliknya.


Nisa, Zein dan Mang Dede sama-sama terlihat sangat cemas dan panik, tetapi dr. Richard meyakinkan pada mereka bahwa ini akan baik-baik saja. Satu keanehan yang ia rasakan saat ini adalah kenapa Nisa dan Zi berada di dalam kediaman Zein, lalu di mana Fadhil? Sebuah pertanyaan besar muncul dalam bayangan dr. Richard.


Tak mau berpikiran buruk lebih lama, ia pun mengingatkan Nisa untuk memberitahukan hal ini pada Fadhil. Sesaat setelah operasi kecil itu berhasil ia lakukan ia segera menghampiri Nisa dan Zein yang setia menunggu di depan ruang operasi.


Melihat dr. Richard keluar dari ruang operasi, Nisa dan Zein berdiri dari tempat duduknya secara bersamaan. Bahkan pertanyaan yang mereka ucapkan sama.


"Bagaimana keadaan anak kami?" ucap mereka bersamaan.


Lalu Nisa dan Fadhil saling menatap satu sama lain. Begitu pula dengan dr. Richard yang tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang masih saja kompak seperti dulu, saat mereka masih berstatus suami istri.


Sayangnya ia tidak tahu kondisi status pernikahan mereka saat ini. Karena sejujurnya belum ada perceraian di antara keduanya. Mereka berpisah karena Zein dianggap sudah tiada saat itu.


Hingga sosok Fadhil masuk dan menggantikan posisi Zein. Sebenarnya ia belum rela melihat mereka berpisah, tetapi saat ini sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Nisa sudah menjadi milik orang lain.


Dokter Richard tersenyum, "Alhamdulillah saat ini kondisi Zi sudah cukup stabil. Sebentar lagi ia akan aku pindahkan ke dalam ruangan Recovery Room."


"Terima kasih, dokter."


"Oh, ya apakah Fadhil sudah tau akan kondisi Zi?" tanya dr. Richard kemudian.


"Jadi yang benar yang mana nih?" tanya dr. Richard begitu bingung.


"Tadi dia sudah saya beritahu dokter, sayangnya karena masih ada meeting penting ia pun belum bisa ke sini."


"Kata siapa!" ucap Fadhil lantang dari ujung lorong Rumah Sakit.


Saat ini ketegangan yang sebenarnya baru saja dimulai. Dengan sosoknya yang tegas bisa saja Fadhil menghukum atas kelalaian Nisa dalam menjaga putranya. Tetapi ia tidak mau gegabah, apalagi di tempat itu ada Zein dan dr. Richard yang berdiri di sana.


"Mas?" cicit Nisa.


Ia pun mendekati suaminya yang terlihat sedang marah itu. Tetapi sepertinya Fadhil benar-benar marah saat itu. Terbukti Fadhil tak memandang wajah istrinya dan lebih memilih mengabaikannya.


"Bagaimana keadaan anak saya?" ucap Fadhil menekankan pada kata anak saya di depan kedua orangtua kandung Zi.


Dokter Richard menepuk halus bahu Fadhil dan menjelaskan semuanya pada saat itu. Meski sedikit lega, nyatanya tak mengurangi kobaran api di dalam hati Fadhil.


"Ya, sudah, silakan kalian mengobrol di sini dan saya akan mengurus perpindahan Zi ke dalam ruang rawatnya," pamit dr. Richard pada ketiga orang dewasa tersebut.