After Married

After Married
HONEYMOON



jangan kau tolak dan buatku hancur


ku tak akan mengulang tuk meminta


satu keyakinan hatiku ini


akulah yang terbaik untukmu


akulah yang terbaik untukmu


Tepat di ahir lagu..Zein mengambil salah satu tangan Nisa dan menciumnya. Dan semua hadirin bersorak gembira melihat adegan romantis di depannya.


Hanya satu dari ratusan undangan yg hadir yg tidak bahagia..yaitu Zivanna. Dia masih belum rela Zein bahagia sedangkan ia terluka dan cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia pun pergi meninggalkan pesta dengan membawa amarah didadanya.


🌱 2 Hari kemudian.


Zein yg sudah mengemasi barangnya dan juga barang Nisa segera berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi honeymoon ke negeri luar negeri. Karena tempat kerja Nisa hanya memberikan waktu cuti 10 hari maka mereka akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


Pagi ini kedua orang tua Nisa dan Zein dan juga mimi melepas kepergian kedua pengantin untuk pergi honeymoon.


Pesawat mereka akan lepas landas pukul 9 pagi. Semua keluarga sudah sampai di bandara sejak 1 jam sebelum keberangkatan . Kini tibalah mereka untuk berpisah.


" Nak ..jaga Nisa baik - baik ya.."


" Iya yah.." ucapnya.


Kini giliran kedua orangtuanya yg memberikan salam perpisahan untuk mereka.


" Nisa tolong jewer saja Zein ketika dia bandel ya.."


Nisa hanya tersenyum. Lain halnya dengan Zein.


" Kok aku mah..mimi tu.."


" Kok aku jadi disebut sebut si kak.." sungutnya


Karena memang beginilah anak- anak mereka saling menjaga..sifat usil Zein tidak pernah berubah pada adiknya. Tapi itulah bukti kasih sayang Zein pada adik perempuan satu- satunya itu.


Lalu mereka saling berpelukan.


" Hati - hati kak..aku pasti merindukan kakak dan kak Nisa.."


Lalu Nisa pun juga memeluk adik perempuannya. Lalu beralih pada kakak dan kak iparnya.


" Baby Je..makin gembul aja..pasti aunty akan sangat merindukanmu." ucapnya gemas pada balita usia 2 tahun itu.


" Aku juga aunty.." ucap kak Tasya menirukan suara anak kecil. Karena saat itu baby Je sednag asyik makan biscuit tanpa melihat auntynya.


Lalu mereka pun segera masuk dan chek in pada petugas di bandara.


Dan ahirnya 30 menit kemudian pesawat mereka lepas landas.


Saat ini Nisa benar- benar serasa mimpi saat Zein berada disisinya dan kini status mereka adalah sepasang suami istri.


Saat Zei memegang kedua tangannya degup jantung Nisa sudah tak karuan rasanya. Mereka pun saling terdiam karena memang momen berdua seperti ini jarang dinikmati mereka berdua.


Keduanya lebih sering diganggu oleh anggota keluarganya ketimbang menikmati moment berdua.


Makanya mereka memgambil moment ini untuk honeymoon ke tempat yg jauh dari keluarganya..agar benar - benar bisa menikmati waktu berdua.


8 jam kemudian mereka sampai di sebuah kota yg penuh dengan keromantisan dan kenangan mereka berdua.


Perjalanan bisnis yg dulu pernah mereka lalui do tempat ini dan kenangan saat Zein dijebak Zi...sampai ahirnya Pak Charles membantunya dan menguraikan benang kusut antara keduanya.


Mengingat itu keduanya makin tenggelam ke dalam dunia mereka masing masing. Lalu Zein pun mengajak Nisa masuk mobil menuju hotel yg mereka sewa.


Sesampainya mereka di hotel Nisa langsung membuka jendela di balkon ruangannya. Untuk menghirup udara yg berbeda di belahan dunia lain.


Zein yg datang tiba - tiba setelah meletakkan koper mereka..perlahan memeluk Nisa dari belakang.


Hembusan nafas Zein di ceruk leher Nisa membuat sesuatu sensasi yg berbeda di tubuh Nisa .


Ada sesuatu yg aneh yg menjalar ditubuh Nisa. Ia tak berani membalikan badan, Nisa hanya berdiam..sedang Zein mulai melancarkan aksinya..ia mulai menciumi leher Nisa dan terkadang beralih ke telinga Nisa. Entah kenapa harum tubuh Nisa sudah menjadi candu bagi dirinya.


Nisa yg mulai kegelian segera membalikkan badannya . Disaat itu manik mata mereka bertemu. Dan sesaat kemudian Zein mulai mencium bibir Nisa dan melu***nya perlahan. Semakin lama ciuman Zein semakin menuntut membuat Nisa kehabisan nafas.


Sesekali mereka melepaskan tautan bibir mereka karena Nisa yg kehabisan nafas. Melihat Nisa yg kelelahan akibat ulahnya.. Zein pun berhenti sejenak dan mengajak Nisa untuk duduk di atas kasur king size hotel tersebut.


Lalu Zein menyuruh Nisa untuk membersihkan diri terlebih dulu, baru kemudian disusul olehnya.


Entah kenapa dengan mencium aroma tubuh nisa saja junior Zein sudah menegang tidak karuan. Kalau saja malam itu Nisa tidak kelelahan akibat pesta pernikahan mereka..pasti malam itu sudah terjadi yg seharusnya terjadi.


" Arghhhh..." Zein mengacak- acak rambutnya karena frustasi.


Nisa yg baru saja keluar dari kamar mandi terheran dengan tingkah Zein. " Kak Zein kenapa? "


" Eh..g papa kok..uda selesai mandinya..aku mandi dulu ya.." ucap Zein sambil mencium kening Nisa.


Nisa lalu mendudukkan dirinya di depan meja rias. Lalu menekan salah satu nomor yg tertera di hotel itu untuk memesan makanan dan minta diantar ke kamar saja karena mereka sudah lelah dan malas untuk keluar kamar.


Sepersekian menit kemudian Zein sudah keluar dari kamar mandi menggunakan piyama. Lalu terdengar pintu kamar diketuk.


Zein pun menaik turunkan alisnya..untuk bertanya pada Nisa siapa yg mengetuk kamar mereka.


" Itu pelayan hotel kak..tadi Nisa memesan makanan...he..he.." ucapnya sambil berlalu menuju pintu.


" Excuse me miss want to deliver food to miss Nisa. " ucap pelayan itu.


" Oh this is for me ,thank you sir. " ucap Nisa kemudian menutup pintu kamarnya.


" Ayuk makan dulu kak..pasti kakak juga lapar kan ?" ucap Nisa.


Lalu mereka pun duduk berdua dan segera menyantap berbagai menu dihadapannya itu.


Nisa begitu cantik malam itu..hingga membuat mata Zein tak henti memandangnya.


Hingga ahirnya setelah makan..Zein bukan hanya ingin memakan makanan di hadapannya melainkan juga Nisa yg ada didepannya.


Zein mulai mendekati Nisa. Ia membelai lembut rambut Nisa yg tergerai. Nisa yg mendapati sentuhan Zein...hanya menghirup udara pelan dan melepaskan perlahan. Ia sebenarnya belum siap akan situasi seperti ini. Situasi yg bisa membuatnya berpikiran aneh - aneh. Tentu wajar bukan bagi seorang Nisa yg masih awam soal pacaran lalu diajak menikah dengan cepat. Tentu ia tak mempunyai pengalaman yg mesra - mesra.


Lalu Zein yg sadar situasinya dan kecanggungan Nisa... kembali mencium lembut rambut Nisa dan terus menerus sampai ahirnya mereka pun melakukan ciuman sebagai suami istri dan eng ing eng..melakukan hal yg seharusnya mereka lalukan sebagai sepasang suami istri.


Nisa yg kelelahan akibat ulah Zein ahirnya tertidur di samping Zein.