After Married

After Married
KEADAAN MULAI MEMBAIK



"Kak Zein jahat, gak dengerin aku ngomong waktu itu, andai saja kakak tidak pulang pasti tidak terjadi apa-apa."


Tatapan mereka saling mengunci. Seolah tidak sadar akan keberadaan kedua orangtua Nisa yang satu ruangan dengannya.


Ahirnya ayah dan ibu Nisa meninggalkan mereka di ruangan itu berdua.


.


.


Adrian yang melihat kedua orangtuanya keluar dari kamar perawatan Zein pun menghampiri mereka.


"Loh, kok ayah dan ibu keluar dulu, Nisa mana?"


"Biarkan mereka berdua untuk sementara waktu, ibu dan ayah pulang dulu ya, kamu tunggu adikmu disini," jawab ibu.


"Tapi yah ..." ucapannya menggantung.


"Gak apa-apa, biar ayah dan ibu pulang naik taksi saja."


Ahirnya ayah Nisa ikut bicara. Yogi yang tak sengaja mendengar obrolan itu, ahirnya datang menawarkan diri.


"Biar saya yang anter Om, motor saya juga masih ada di rumah Om kok."


"La nanti Adrian pulang sama siapa?" tanya Ibu.


"Itu mah gampang Bu, yang penting ayah dan ibu sampai di rumah dengan selamat."


"Ya dah kalo gitu, ayo nak!" ajak Ibu pada Yogi.


Lalu kak Adrian bertanya pada Yogi.


"Kamu bisa bawa mobil kak Gi?"


"InsyaAllah bisa kak."


"Kalo gitu, hati-hati ya, gue titip ayah dan ibu,tolong antar ke rumah dengan selamat, gak usah ngebut!"


"Siap kak."


Ahirnya setelah pamit, ia pun segera menyusul kedua orang tua Nisa yang sudah berjalan terlebih dulu.


"Om dan tante, tunggu di loby saja, saya permisi ambil mobil di tempat parkir dulu," pamit Yogi sama kedua orangtua Nisa.


"Iya," jawab Ayah Nisa.


Yogi pun segera menuju parkiran mobil. Setelah menemukan mobil kakak Nisa, ia pun segera masuk dan menyalakan mesin mobilnya.


Ahirnya ia menjalankannya ke arah loby rumah sakit untuk menjemput ayah dan ibu Nisa. Ayah yang melihat kedatangan mobil Adrian pun segera mengajak istrinya untuk naik.


Yogi pun mempersilahkan kedua orangtua itu masuk. Setelah semuanya siap, Yogi mulai mengarahkan mobil itu ke arah rumah Nisa.


Sekitar empat puluh menit perjalanan, ahirnya mereka pun sampai di rumah dengan selamat.


Lalu mereka semua turun dari mobil.


"Om dan tante, masuk duluan ya Gik, habis ini kamu jangan langsung pulang, masuk dulu," pinta Ibu Nisa.


"Iya tante," jawab Yogi.


Sesudahnya ibu dan ayah Nisa masuk duluan ke dalam rumah. Sedangkan Yogi masih memarkirkan mobil.


Setelah memarkirkan mobil. Ia pun menyusul masuk ke dalam rumah. Niatnya si mau pamit untuk langsung pulang, karena hari makin sore.


Tasya yang menyadari mertuanya sudah pulang segera keluar dari kamar setelah menidurkan baby Je.


"Ayah, ibu, sudah pulang?" sambutnya seraya mencium kedua punggung tangan mertuanya itu.


Kedua orangtua itu mengangguk.


"Ibu dan ayah istirahat dulu, biar Tasya memanaskan sayur dan lauknya buat berbuka nanti."


"Gah usah nak, tolong buatkan minum buat temannya Nisa saja. Kasihan dia pasti capek, biar sekalian dia berbuka puasa disini dulu," pinta ibu.


"Iya Bu," jawab Tasya.


"Oh ya, Adrian menggantikan ayah dan ibu untuk menjaga Nisa disana, jadi malam ini gak pulang, kamu gak usah hawatir!" kata ayahnya yang ikut berbicara.


"Iya Ayah."


Tasya pun menoleh ke arah ruang tamu, memastikan orang yang dimaksud mertuanya sudah ada disana atau belum.


Lima belas menit kemudian, ahirnya Ayah Nisa menuju ruang tamu untuk menemui Yogi.


"Nak Yogi, kamu berbuka disini dulu ya, biar nanti pulangnya sehabis maghrib aja," pinta ayah.


"Ta-tapi om, nanti malah merepotkan om dan tante."


Belum sempat melanjutkan perbincangan mereka, bdug maghrib pun berbunyi. Tanda waktu berbuka puasa sudah tiba. Lalu dari arah ruang tengah, Ibu Nisa keluar menuju ruang tamu.


"Siapa yang merepotkan, sudah-sudah jangan sungkan, ayo nak Yogi, mumpung semua sudah siap."


"Iya, ayo... gak baik lo nolak rezeki," sahut ayah Nisa.


Yogi yang tak enak hati pun mengiyakan ajakan orangtua Nisa. Lalu mereka bertiga menuju ruang makan.


Disitu ternyata sudah ada kak Tasya yang sudah menunggu dengan Baby Je dalam gendongannya. Karena waktu sudah maghrib, maka baby Je harus digendong, biar dia gak kena "sawan".


Kata orang jawa itu, kalau masuk waktu sebelum maghrib sampai waktu maghrib selesai. Anak-anak dan bayi harus digendong biar tidak diganggung jin alias kena "sawan".


...๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ...


Penyakit sawan adalah salah satu penyakit umum yang diderita masyarakat baik tua, dewasa, maupun anak-anak, dan balita.


Penyakit sawan lebih sering menyerang pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Ketika seseorang mendadak mengalami perubahan tingkah laku dan kesehatan fisik dengan tanpa alasan, maka orang tua akan menghubungkannya dengan sawan.


Biasanya, kalau bayi akan menangis secara tiba-tiba tanpa keluar air matanya dan suhu tubuhnya meningkat, terlebih tangisannya susah dihentikan.


Misal, seseorang mengalami sakit demam, menggigil sedangkan suhu badan panas tinggi, telapak tangan dan kaki berkeringat, dada berdetak kencang kemudian akan dihubungkan dengan sawan, yakni sawan pada orang meninggal, petir, juga kejadian tertentu.


Padahal, apabila dirunut secara logika orang tersebut mengalami ketakutan atau kaget terhadap sebuah peristiwa yang menyedihkan, menakutkan, menjengkelkan, menyedihkan sehingga terbawa pikiran dan menyebabkan tegang hingga sakit. Jika pasien ini dibawa ke rumah dokter maka prediksinya akan berbeda yaitu terjadi peradangan karena virus atau bakteri tertentu.


Sawan pada bayi, balita, dan ibu hamil biasanya dihubungkan dengan terlanggarnya mitos sehingga berakibat pada sakit. Berikut beberapa contoh penyakit sawan, ketika bayi menangis rewel tanpa sebab hingga tidak bisa didiamkan maka orang tua panik dan orang pintar akan mengatakan anak tersebut terkena sawan karena bapak atau ibunya bepergian tanpa membawa sawanan dan gunting.


Sehingga kalau tiba waktu maghrib, biasanya kalau ada pintu rumah terbuka dan lupa tidak menutup, maka dengan mudah jin-jin akan masuk kedalam rumah dan mengganggu bayi dan balita agar rewel dan menangis.


Mau percaya tau tidak itu memang sering terjadi, bahkan di era modern kaya sekarang. Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu โ€˜anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:


ยซุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูู†ู’ุญู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู โ€“ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู…ู’ุณู€ูŠุชูู…ู’โ€“ ููŽูƒููู‘ููˆุง ุตูุจู’ูŠูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’ุŒ ููŽุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุดูŠุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุดู€ุฑ ุญููŠู†ูŽุฆูุฐูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽุฎูŽู„ู‘ููˆู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฃูŽุบู’ู„ูู‚ููˆุง ุงู„ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจูŽุŒ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูุŒ ููŽุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุดูŠุทูŽุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽูู’ุชูŽุญู ุจูŽุงุจุงู‹ ู…ูุบู’ู„ูŽู‚ุงู‹ยป


โ€œJika masuk awal malam โ€“atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutupโ€ (HR. Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).


Setelah berlalu beberapa saat dari waktu masuknya awal malam, tidak mengapa jika melepaskan anak keluar rumah karena waktu berkeliarannya setan telah lewat.


Hikmah berkeliarannya setan pada waktu ini dan bukan pada waktu siang, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah, adalah karena pergerakan di malam hari lebih memungkinkan mereka daripada di siang hari, hal ini karena kegelapan lebih mengumpulkan kekuatan setan daripada yang lain, begitu pula setiap warna hitam. (Fathul Bari hadits no. 3280, bab Shifatu Iblis wa Junudihi).


Begitulah yg bisa author simpulkan dari pengertian sawan menurut jawa dan larangan menurut agama Islam. Maaf bila ada yang kurang lengkap informasinya.๐Ÿ™


...๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ.... ๐ŸŒฑ...


Back to cerita author


"Oh ya, Kak Tasya, baby Ke sekarang umurnya berapa?" tanya Yogi basa basi.


"Alhamdulillah udah masuk satu tahun Gik."


"Wah sudah aktif ya, udah bisa diajak maen-maen ni."


"Kalu kamu suka anak kecil kenapa gak nikah aja , trus bikin sendiri?" canda ayah Nisa.


Karena pertanyaan menohok itu, Yogi hampir tersedak.


"Mm, tunggu Nisa ama Zein duluan aja om, saya masih kuliah sambil kerja."


"Oh, ya dah kalo gitu, kuliah dan kerja yang bener dulu, baru nikah," sahut ibu Nisa.


"Iya tante," jawab Yogi


...~ Bersambung ~...


.


.


.


MAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š