
Selama beberapa hari di Indonesia membuat Kenzo semakin dekat dengan Zivanna serta ayahnya. Bahkan Kenzo mulai mendalami kursus bahasa Indonesia agar ia bisa lebih dekat dengan ayah mertuanya.
Seperti malam ini, Kenzo di undang untuk makan malam di rumah Zivanna.
"Zi ..." panggil ayahnya.
"Iya, Ayah, sebentar lagi Zi turun," teriaknya dari dalam kamar.
Saat ini, Zivanna sedang sibuk untuk merias wajahnya. Ia juga sudah bolak-balik untuk berganti pakaian. Belum lagi rasa mules yang entah sejak kapan melanda dirinya.
Mungkin Zivanna tidak ingat pada kebiasaannya sendiri. Dari dulu, Zivanna akan merasakan mules yang amat mengganggu, apalagi jika ia sedang dalam keadaan panik. Bisa-bisa rasa pening, pusing dan mual akan menyerang secara bersamaan.
Mendengar deru mobil yang berhenti di depan rumahnya semakin membuat Zivanna gugup. Tak lama kemudian ia pun menyadari kalau ternyata yang datang memanglah orang yang ia tunggu.
Tak mau mendengar panggilan kedua kali untuknya, ia pun segera turun ke lantai satu untuk menyambut kedatangan calon suaminya. Tuan Charles begitu bahagia tatkala melihat senyum dari putrinya itu terpancar sempurna.
"Sayang, akhirnya kamu turun."
"Iya, Ayah."
Tak berapa lama kemudian pintu utama diketuk. Lalu Tuan Charles menyuruh salah satu pelayan untuk membukakan pintu untuk calon menantunya itu.
Ceklek.
Pintu utama terbuka, di ambang pintu terlihat ada Kenzo yang datang bersama asistennya yaitu Jo.
"Selamat malam," ucap Kenzo yang mulai melangkah masuk ke dalam rumah.
Kenzo merasa bahagia ketika ia sudah disambut oleh calon istri dan juga calon mertuanya itu. Belum lagi ia melihat penampilan Zivanna malam ini begitu spesial. Dengan memakai gaun berwarna biru laut yang dipadukan dengan polesan make up flawless, semakin menambah kecantikan Zivanna semakin berlipat ganda.
Satu buket bunga mawar putih ia berikan pada Zivanna sebagai tanda kalau ia amat mencintai dirinya. Seorang wanita yang kuat, percaya diri dan sangat mencintai keluarganya terutama sang ayah.
"Terima kasih, Sayang, bunganya sangat indah dan cantik," puji Zivanna ketika menerima buket bunga tersebut.
"Sama-sama, Sayang, semoga kamu suka."
"Suka banget."
Lalu mereka segera menuju ruang makan untuk menikmati hidangan yang telah dipersiapkan oleh para pelayan yang sudah dipercaya oleh Tuan Charles.
"Wah, banyak banget hidangannya," batin Jo ketika mendapati banyaknya hidangan yang tersaji di atas meja.
"Kenapa malah bengong, ayo silakan dinikmati!" ucap Tuan Charles.
Karena sudah dipersilakan, dengan segera Jo mulai mengambil beberapa makanan untuk dicicipi terlebih dahulu sebelum ia merekomendasikan makanan itu untuk bosnya.
"Loh, kenapa lagi ini. Ya sudah silakan dinikmati semoga suka ya dengan semua sajian yang telah dihidangkan malam ini."
"Iya, Ayah, terima kasih."
Seketika hanya suara denting sendok dan garpu yang beradu di atas piring. Sesekali Kenzo maupun Zivanna saling mencuri pandang. Hingga membuat Jo geleng-geleng akibat ke-bucinan pasangan baru ini. Tetapi Jo bahagia jika bosnya benar-benar menemukan cinta sejatinya. Aamiin.
...Bersambung🌹...
Oh ya jangan lupa dukungan like, rate dan favorit ya kak. Jangan lupa 🌹☕ dan VOTE untuk menyemangati Author, makasih banyak🙏🤗