After Married

After Married
MENIKMATI INDAHNYA KOTA PARIS



Setelah melewati hari pertama dengan hanya berada di kamar hotel, kini di hari kedua mereka sudah menyusun sebuah rencana. Hari ini mereka akan melakukan perjalanan bulan madu mengelilingi kota itu.


Sejak pagi, Nisa sudah berdandan cantik, ia sudah siap untuk menikmati hari kedua dengan semangat penuh. Begitu pula dengan Fadhil yang sudah nampak rapi meskipun pakaiannya casual.


Dengan bergandeng tangan Nisa menuruni tangga menuju tempat sarapan pagi. Mereka pun sarapan terlebih dahulu sebelum pergi. Satu potong kue dan segelas susu cukup untuk mengisi amunisi mereka sebelum pergi.


Selesai sarapan pagi, mereka pun bergegas pergi.


...***...


Paris, Perancis, adalah kota yang kaya akan sejarah dan budayanya. Dengan jumlah tiga puluh juta pengunjung luar negeri pertahunnya, Paris menjadi salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.


Keunikan kota Paris nampak pada monumen dan arsitekturnya seperti pada Arc de Triomphe, menara Eiffel, serta jalan dan bangunan Haussmann neo klasik. Paris juga menjadi sumber atraksi modern lainnya seperti Disneyland Paris.


Museum, opera, dan ruang konser di Paris juga menjadi sumber budaya dan hiburan di Paris. Oleh karena itu, tak mengherankan jika Paris menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan untuk mengunjunginya.


...***...


Tempat pertama yang Nisa dan Fadhil kunjungi adalah Museum Louvre.


Museum Louvre atau Musée du Louvre, adalah bekas istana kerajaan Perancis yang sekarang menjadi salah satu museum terbesar di dunia dan sekaligus museum paling terkenal di Paris. Museum ini menjadi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan kunjungan lebih dari 8 juta orang per tahun. 


Museum Louvre berisi lebih dari 380 ribu objek pameran dan memajang lebih dari 35 ribu karya seni. Yang menjadi primadona tentu saja adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang seolah sudah menjadi ikon Museum Louvre. Dua mahakarya lain yang sekarang kian populer setelah menjadi lokasi dalam novel The Da Vinci Code dan juga film adaptasinya yang sama-sama sukses, juga bisa di jumpai di Museum Louvre. 


Dahulu gedung yang dijadikan museum Louvre adalah istana (Palais de Louvre) yang dibangun tahun 1190 dan mengalami tahap penyelesaian menjadi seperti gedung yang terlihat saat ini. Kemudian pada tahun 1989 arsitektur Amerika asal China, IM Pei membuat piramida kaca yang dijadikan salah satu dari 3 pintu masuk. 


Untuk dapat menikmati Museum yang memamerkan lebih dari 35000 obyek seni dari zaman pra-sejarah hingga abad ke-19 ini, Nisa dan Fadhil harus datang pagi-pagi sekitar jam 09.00 karena di sini selalu ramai pengunjung sehingga harus mengantri.



Setelah dari museum mereka melanjutkan destinasi wisata mereka dengan mengunjungi Menara Eiffel.


Menara Eiffel atau La Tour Eiffel merupakan menara yang menjadi ikon kota Paris. Menara ini berada di taman Champ de Mars, Paris, Perancis, dan merupakan salah satu landmark paling terkenal di dunia yang menjadi destinasi utama para wisatawan. Di tempat ini Nisa dan Fadhil pun naik ke puncak menara, kata orang-orang tidak asik kalau tidak naik ke atas dan melihat panorama Paris dari sana, maka dari itu ia pun mencobanya. 


Sebenarnya lebih mengesankan lagi jika naik menara Eiffel saat malam hari sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota Paris dan menikmati hidangan di restauran Menara Eiffel, tetapi saat itu mereka mengunjungi waktu masih pagi.


Disana kita juga bisa membeli suvenir dan mengirim kartu pos langsung dari menara Eiffel. Sebetulnya tempat wisata ini adalah hasil rangkaian 18,083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Meski dibangun untuk merayakan revolusi Perancis, pembuatannya sendiri mengundang kritik dari seluruh Perancis. 


Kalangan menilai tidak ada keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Prancis ini tetap setia dikunjungi oleh jutaan orang setiap tahun.



Setelah dari menara Eiffel, Nisa dan Fadhil makan siang di salah satu cafe dekat dengan menara. Satu lagi yang tidak bisa dipisahkan dari Paris adalah Cafe. Cafe tak hanya menjadi gaya hidup, tapi juga budaya warga Paris. Saat berkunjung ke Paris Anda akan menemui banyak kafe di pinggir jalan yang menyediakan tempat duduk outdoor di trotoar. Hampir semua kafe di Paris memiliki desain klasik dan khas Perancis yang dapat menyegarkan mata. Sungguh kurang lengkap rasanya kalau berkunjung ke Paris tanpa mengunjungi salah satu kafe populernya untuk beragam kuliner yang disajikan disana.


Selanjutnya mereka pun mengunjungi alun-alun kota Paris.



Sebagai alun-alun utama yang terletak di tengah kota, Place de la Concorde dikelilingi oleh bangunan penting dan dekat tempat wisata lain di kota Paris. Selain itu, alun-alun ini juga memiliki banyak fitur dan hiasan seperti obelisk mesir, air mancur, patung, dan tiang-tiang lampu yang artistik. 


Selain sebagai salah satu tempat wisata terkenal di Paris, Place de la Concorde juga sering menjadi lokasi syuting film dan novel di antaranya adalah The Devil Wears Prada, Star Trek, dan novel Tender is the Night karangan F. Scott Fitzgerald, yang juga mengarang novel ' Kasus Penasaran Benjamin Button'. Di utara, dibangun gedung dua dari batu yang indah. 


Dipisahkan dengan Rue Royale, bangunan ini adalah contoh terbaik untuk arsitektur saat itu. Awalnya digunakan sebagai kantor pemerintahan, bangunan di timur adalah Menteri Angkatan Laut Perancis. Tak lama setelah dibangun, bangunan yang berada di barat diubah menjadi Hôtel de Crillon yang mewah (masih beroperasi sampai sekarang) di mana Marie Antoinette durasi waktu luangnya dengan bersantai dan belajar bermain piano. 


Saat Perang Dunia II, hotel ini digunakan sebagai markas oleh Tentara Jerman. bangunan yang berada di barat diubah menjadi Hôtel de Crillon yang mewah (masih beroperasi sampai sekarang) di mana Marie Antoinette waktu luangnya dengan bersantai dan memainkan piano. Saat Perang Dunia II, hotel ini digunakan sebagai markas oleh Tentara Jerman. bangunan yang berada di barat diubah menjadi Hôtel de Crillon yang mewah (masih beroperasi sampai sekarang) di mana Marie Antoinette waktu luangnya dengan bersantai dan memainkan piano. Saat Perang Dunia II, hotel ini digunakan sebagai markas oleh Tentara Jerman.


Pada sore harinya, Nisa dan Fadhil mengunjungi salah satu tempat yang menjadu icon cinta di kota itu.



Gembok cinta di Paris yang sangat terkenal berada di jembatan Arts dan jembatan Archevêché. Gembok cinta ini digantungkan terkunci oleh dua sejoli yang kasmaran. Tujuannya adalah agar cinta mereka terkunci abadi. 


Di gembok yang terpasang, kita bisa melihat nama yang tertulis, unik memang memercayakan sebuah gembok untuk kelanggengan hubungan percintaan. Kabarnya, tradisi yang dilakukan oleh penduduk Perancis hingga mancanegara yang datang ke tempat ini mulai membawa masalah bagi jembatan itu sendiri. 


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...