After Married

After Married
BAB 207. MAAFKAN AKU, SAYANG



Setelah merasakan tubuhnya lebih enakan ia akhirnya sedikit lega, akhirnya penyakit yang telah ia derita sejak lama kini sudah perlahan sembuh. Zein setidaknya bisa bernafas lebih lega karena ia dinyatakan hanya kelelahan saja.


"Kenapa lagi?" tanya dr. Fariz.


"Nggak apa-apa kok, cuma sedikit kepikiran saja."


Sejenak matanya melihat ke atas. Ia sebenarnya sedang memikirkan sesuatu. Selain memikirkan Zi, ia sebenarnya masih mengenang masa-masa seperti ini, di mana dulu, Nisa masih bermanja-manja dengannya.


>>FLASH BACK ON


Nisa pun berjalan riang kali ini. Ia kembali ke sikap aslinya saat bersama Zein. Ia akan menjadi gadis alami, yang suka bermanja-manja pada kekasihnya, bukan menjadi gadis tegas dengan penuh wibawa sama seperti saat ia bekerja.


Nisa memang apa adanya jika bersama Zein. Begitu juga dengan Zein. Ia akan menjadi dirinya sendiri jika bersama Nisa. Sebenarnya mereka saling melengkapi, tapi mungkin Tuhan mempunyai rencana lain untuk mereka berdua.


Hari ini benar-benar diisi dengan kebahagiaan oleh mereka berdua. Mereka berkencan seperti layaknya seorang kekasih pada umumnya.


Bahkan di galery foto mereka penuh dengan banyak kenangan mereka berdua. Zein benar-benar berjanji akan membahagiakan Nisa pada hari itu. Karena waktu mereka memang sedikit sekali. Apalagi ia harus kembali bekerja kembali, ia tidak mempunyai waktu yang lama untuk bermanja-manja.


Di sela-sela acara makan-makan.


"Kak Zein, nggak bahagia ya, jalan sama Nisa?"


"Bahagia kok, emang kenapa?"


"Kalau bahagia kenapa dari tadi makanannya nggak dimakan? malah diaduk-aduk kayak gitu?" tanya Nisa.


"Hahaha, abisnya nggak ada yang nyuapin," ucapnya polos.


"Ih, manja, seminggu ini juga makan sendiri, kenapa sekarang jadi manja?"


"Manja sama calon istri sendiri masa nggak boleh sih?" tanyanya polos.


"Ish, malah makin menjadi nih manjanya," ucap Nisa malu-malu.


"Suapin dong yank, momentnya lagi seru ni!" ucap Zein dibuat semanja mungkin.


"Iya, iya, sini aku suapin."


"Aaaammm ... nyam, nyam, gitu dong yank," ucap Zein.


Nisa hanya manggut-manggut dibuatnya. Dengan telaten ia pun terus menyuapinya. Mereka terlihat bahagia karena bisa menghabiskan waktu berdua saat ini. Zein dan Nisa benar-benar memanfaatkan hari itu untuk memadu kasih, dan menikmati moment-moment manisnya bersama Nisa.


"Oh ya, Kak, pernikahan kita tinggal beberapa bulan lagi, kakak udah nemu desain undangan belum?"


Zein tiba- tiba tersedak makanannya sendiri.


" Uhuukk.."


" Minum kak..makannya jangan disambil ngelamun dong.." ucap Nisa


Ia pun merubah posisinya mendekati Zein dan berusaha membantu Zein yg masih kesulitan bernafas akibat ia tersedak.


" Iya..nanti kita bikin sendiri aja yg unik..sesuai yg Nisa ingin.." kata Zein sesudah ia bisa mengatur nafasnya.


" Ok.."


" Ya dah..lanjutin makannya ..nanti Nisa pengen berfoto disana..siapa tau bisa jadi foto termanis kita buat pre wedding.. " ucap Nisa malu - malu.


>>FLASH BACK OFF


"Kamu kenapa sih, Zein?"


"Ternyata aku belum siap untuk benar-benar melepas Nisa untuk orang lain."


"Sabar, Zein. Aku yakin setelah ini, pasti kebahagian itu akan datang kepadamu, bersabarlah."


"Terima kasih, kau memang sahabat sejati kawan."


"Aku sudah menganggapmu sebagai keluargaku, Zein. Meski kau bahkan pernah melupakanku."


Zein menyenggol lengan dr. Fariz. "Bukan maksud hatiku, tetapi karena kecelakan itu juga membuatku lupa akan segalanya."


...🌹Bersambung🌹...