
Saat ini Sherly masih kuliah di korea, sehingga ia sangat jarang kembali ke Indonesia kecuali sedang masa libur sekolah maka ia akan pulang ke Indonesia.
Atau jika memang ia tidak bisa pulang, maka kedua orangtuanya yg akan mengunjunginya ke Korea.
**********
Tapi Fadhil tidak tau akan hal itu..ia tetap bekerja sesuai dengan porsi dan keahliannya . Ia tidak pernah memperhatikan kalo sebenarnya atasannya sudah memperhatikannya sejak beberapa bulan yg lalu.
Karena memang perhatiannya hanya ia tujukan pada Nisa. Ia bekerja sampai lembur juga untuk menambah tabungannya. Sudah cukup dulu dia dihina karena miskin dan ditolak cintanya. Ia tidak ingin bernasib sama dengan cintanya yg terdahulu. Maka dari itu ia sangat bekerja keras agar ia secepatnya mempunyai banyak uang dan bisa melamar gadis impiannya itu.
Ia memang tak akan merebut Nisa dari Zein. Ia hanya memanjatkan doa dalam setiap ibadahnya agar ia bisa mendapatkan jodoh yg terbaik dari yg terbaik.
Tentu saja kriteria Fadhil ada pada sosok Nisa. Gadis manis berkulit kuning langsat dengan pipi chubby dan senyuman yg menyejukan hati.
🌱 Nisa pov-
Sejak kedatangannya tadi pagi dikantor. Di meja kerja Nisa sudah banyak menumpuk tugas- tugas baru dari atasannya. Ia juga sudah dipanggil atasannya tadi pagi saat menjelaskan tugas - tugasnya 1 minggu kedepan. Meski sudah berkurang dua hari, tapi pekerjaan Nisa tetap pada porsinya.
Karena tau bahwa setiap pekerjaan yg dilakukan Nisa pasti berujung kepuasan. Tidak seperti tugas- tugas karyawan lain yg kadang masih membutuhkan revisi sana dan sini.
Ahirnya tepat pukul 16.00 , Nisa pun pulang dari tempatnya bekerja. Ia memang akan selalu berangkat dan pulang kerja dengan berjalan kaki. Karena memang ia belum membeli sepeda. Jadi ia akan berjalan kaki pulang dan pergi.
Lagian dia juga memiliki teman dalam perjalanan. Jalan yg dilewati Nisa memang jalan yg ada di sebuah pemukiman penduduk. Memang jalannya sempit dan tepat berada di depan rumah mereka.
Kadang kalo sedang hujan, maka jalan itu akan banjir, tapi jika sedang musim kemarau..maka jalannya itu akan kelihatan kering dan retak.
Rumah penduduk yg sempit dan sedikit kumuh sudah menjadi pemandangan yg biasa ia lihat sehari - hari. Namanya kota besar makan akan semakin terlihat mana yg kaya dan mana yg kurang mampu. Yg kaya akan tinggal di sebuah tempat hunian yg elit.
Sedangkan yg kalangan menengah kebawah akan tinggal di tempat biasa. Yg kadang waktu hujan akan banjir dan waktu kemarau akan keliatan makin kumuh karena banyak jemuran di mana mana. Bahkan kursi yg harusnya didalam rumah, itu malah diletakkan di luar untuk bersantai karena di dalam rumah pastinya akan ssngat gerah .
10 menit kemudian Nisa sudah sampai di kostnya. Tadi ia juga sudah mampir untuk membeli makan untuk makan malamnya. Sejak ia ngekost ia jarang masak sendiri, karena di tempat kostnya kebanyakan laki- laki..jadi ia tidak enak.hati jika ia harus memasak di depan kamarnya dan diliatin oleh para penghuni kost lainnya.
Ia juga berencana untuk pindah kost beberapa bulan lagi. Karena sebentar lagi ia akan menikah jadi tidak mungkin ia akan menetap disitu.
Keputusannya untuk mempercepat pernikahannya adalah rencananya sendiri. Ia akan mempercepat acara pernikahannya karena ia tidak ingin terlalu lama berjauhan dengan Zein.
Di awal masa pacaran, memang Nisa belum berniat serius akan hubungannya saat ini. Tapi semakin lama ia mengenal Zein, sepertinya ia tidak akan berpindah hati.
Dan ia pun sudah memantapkan hatinya. Ia akan melanjutkan pekerjaannya saat ini sampai waktunya tiba dan ia akan mengundurkan diri.
🌱 Zein pov-
Esok hari adalah jadwal kontrolnya, ia merasakan nyeri yg sangat menyiksa di dalam dadanya. Ia takut hasil chek-upnya esok hari harus membawanya kembali dirawat di Rumah Sakit.
Ia benar - benar takut kembali lagi dimeja operasi. Tapi ia kembali mengingat wajah Nisa, ya ia harus bertahan hidup agar bisa mendampingi Nisa.
Ia sudah berjanji akan berada disisi Nisa sepanjang hidupnya sampai ajal menjemputnya nanti.
Tapi karena kecerobohonnya waktu itu..membuatnya menjadi seorang yg sakit seperti saat ini.
Andai saja ia menuruti perkataan Nisa..pasti kecelakaan itu tidak akan terjadi.
" Bodoh..bodoh..bodoh..." ucapnya.
" Siapa yg bodoh nak ? " apa ada yg tidak beres dengan pekerjaanmu ? " tanya ibu yg sudah berdiri disamping Zein.
" Eh ibu..kapan ibu datang..maaf Zein tidak menyadari kehadiran ibu." ucapnya.
" Gpp Zein..ibu paham kok.."
" Apa sih yg sedang kamu pikirkan ? besok jadwal kamu chek up lo..jangan berpikir yg aneh - aneh.." ucap ibunya yg menyadari gurat kekhawatiran pada anaknya .
" I....iya bu..cuma disini masih sakit bu..? " ucapnya.
Ibunya lalu teringat pada pesan dokternya. Kalo masih terasa nyeri dibagian dadanya itu artinya operasinya kemarin gagal. Dan ia harus segera mencari donor hati yg cocok buat putranya itu.
Memang ibu dan ayahnya menyembunyikan sebuah kenyataan yg sebenarnya Zein sudah tau semuanya dari dokter yg merawatnya. Tapi ibunya juga meminta agar dokter itu juga merahasiakan dari putra dan keluarganya.
Padahal yg mereka rahasiakan itu sama - sama diketahui oleh ketiga orang itu.
" Sakitnya sering atau jarang - jarang nak..? " tanya ibunya kembali.
" Kalo sedang diajak berpikir keras disini sakit sekali, tapi kalo sedang tidak apa - apa tidak terasa sakit kok. " ucap Zein pada ibunya.
" Kamu sabar ya nak..semua sakit pasti ada obatnya, kamu sering - sering berdoa agar diberi kemudahan dan kesehatan ya..biar sakitnya cepet sembuh. " sahut ibunya.
" Oh ya..besok Adrian kayaknya lagi sibuk..biar ayah dan ibu yg mengantar kamu chek up ya.." pinta ibu dengan lembut.
" Iya bu.. Zein nurut aja..pokoknya ada yg nememin...he..he.."
" Iya..iya.."
" Pokoknya selama Zein masih disini masih boleh dong manja- manja sama ibu " pintanya
" Loh..loh..anak ibu..lagian sebentar lagi kamu akan mempunyai istri kan..jadi pasti yg akan manjain kamu ya istrimu ..bukan ibu nak.."
" Ah..ibu bisa saja.." ucapnya.
" Ya dah..kamu jangan lupa istirahat..biar besok lebih fresh saat chek up..begadang bikin hasilnya g bagus lo..hayoo..jangan bandel..." ucap ibunya.
" Iya ibuk Zein tersayang. " ucapnya sambil memeluk tubuh ibunya.
~ Bersambung ~
.
.
.
HAI HAI...AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊
DAN SUDILAH KIRANYA BUAT MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊