
Dengan ijin Allah, insyaAllah sebentar lagi ia akan mempunyai keluarga yang utuh. Ada ayah Fadhil, mama Nisa dan dirinya. Membayangkan saja sudah membuatnya bahagia. Zi pun mengucap syukur untuk semua hal yang terjadi ahir-ahir ini.
๐~๐~๐~๐~๐
Tanpa sepengetahuan Nisa dan Fadhil, Zi mempunyai kebiasaan baru, yaitu memberikan makanan siap makan dan minuman untuk orang-orang musafir di jalanan. Ia tidak turun langsung, ia hanya mengutus sopir pribadi keluarganya melakukan hal itu sepulang mengantarkannya berangkat sekolah.
Karena ahir-ahir ini Nisa dan Fadhil sibuk, Zi pun berangkat sekolah diantar sopir pribadi keluarga, tentu saja itu usulan Fadhil, calon ayah sambungnya. Selama itu terbaik untuk dirinya ia tak keberatan, toh sebentar lagi, Nisa dan Fadhil-lah yang akan mengantarkannya sekolah kembali.
...***...
Saat ini Sheril sedang melakukan liburan ke luar negeri, oleh karena itu ia tidak mengganggu kehidupan Fadhil untuk beberapa waktu. Memang sudah menjadi kebiasaannya kalau libur semester kuliah ia akan meminta jalan-jalan ke luar negeri.
Hitung-hitung mencari pengalaman di belahan dunia lain. Meski ia tak sendiri saat liburan, tetapi Sheril tetap menikmati semua fasilitas yang diberikan ayahnya.
...***...
Pesta persiapan pernikahan Nisa dan Fadhil sudah mencapai hampir 95%. Dan tinggal menunggu hari H saja.
Hari berganti hari, ahirnya hari yang ditunggu telah siap. Pagi itu Fadhil akan melangsungkan ijab qobul bersama Nisa.
Pagi itu Fadhil terlihat gagah dengan balutan jas putih dan didampingi kedua orangtuanya dan ayah Nisa.
Yang duduk di depannya kini adalah wali nikah Nisa yg tak lain adalah ayah Nisa sendiri dan ada pak penghulu dan para petugas KUA juga dibelakang mereka telah duduk para saksi yang sudah hadir.
Pada saat akad nikah, ada sebuah doa yang harus dipanjatkan oleh orang-orang yang hadir menjadi saksi akad nikah. Doa untuk pengantin di hari akad nikah yang sebaiknya diucapkan ialah doa dari Rasulullah SAW.
Doa ini ditulis dalam hadis sahih dan diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi:
โBaarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.โ
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
...***...
Setelah semuanya siap, ayah Nisa pun membacakan lafal ijab. Suasana tampak hening seketika, lalu ayah Nisa berkata sambil menjabat tangan Fadhil.
"Saya nikahkan engkau Ananda Athafariz Radeya Fadhil bin Adiansyah dengan Annisa Faiha binti Abdul Nadzar dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas bertahtakan berlian swarovski, dibayar tunai."
Lalu Fadhil dengan satu tarikan nafas ia mengucap lafal kabul.
"Saya terima nikahnya Annisa Faiha binti Abdul Nadzar dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas bertahtakan berlian swarovski dibayar tunai."
"Bagaimana saksi?"
"Sah," ucap semua hadirin dan para saksi.
"Alhamdulillah," ucapnya.
Lalu mereka membaca doa bersama sama.
ุงูููููููู ูู ุฅูููููู ุฃูุณูุฃููููู ู ููู ุฎูููุฑูููุง ููุฎูููุฑู ู ูุง ุฌูุจูููุชูููุง ุนููููููู ุ ููุฃูุนูููุฐู ุจููู ู ููู ุดูุฑููููุง ููุดูุฑูู ู ูุง ุฌูุจูููุชูููุง ุนููููููู
"Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah).
Lalu Nisa yang ada diruangan sebelah dengan didampingi ibu dan kakaknya diantar ke tempat prosesi ijab qobul. Ia pun duduk di dekat Fadhil lalu menandatangani dokumen pernikahan. Lalu sesudahnya mereka bertukar cincin.
Jemari Nisa dipakaikan sebuah cincin emas putih bertabur berlian swarovski dengan mata satu. Sedangkan jemari Fadhil memakai cincin perak.
...***...
Memang dalam agama Islam, seorang lelaki dilarang memakai perhiasan emas, maka dari itu ia memakai cincin berbahan perak.
Lalu beliau berkata, โDua benda ini haram bagi laki-laki umatku.โ Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, larangan itu menjadi sebuah petunjuk bagi umat muslim sampai sekarang.
Dalam berbagai penelitian menyebutkan, kulit laki-laki tak sejalan dengan emas. Berbeda dengan kulit perempuan yang memang diberi hikmah lain oleh Allah SWT.
...***...
Setelah jemari Nisa dipakaikan sebuah cincin, Nisa pun mencium tangan suaminya lalu Fadhil mencium kening Nisa.
Rasa haru menyelimuti keduanya pagi itu. Untuk kedua kalinya Nisa melepas masa lajangnya. Rasa haru bercampur bahagia terlihat jelas di wajah Nisa.
Setetes air mata jatuh membasahi pipi Nisa. Fadhil pun mengusap air mata itu dan membisikkan sesuatu di telinga Nisa. Nisa pun memandang lelaki didepannya. Laki-laki yang mulai hari ini telah menjadi imam untuk dirinya.
"Jangan menangis sayang, akan aku ganti rasa sedihmu dengan sejuta kebahagiaan untukmu, aku berjanji." Ucap Fadhil pada Nisa.
Nisa pun mengangguk lalu seulas senyum terbit ketika Zi berlari dan memeluk kedua orangtuanya.
"Terimakasih Moms, terimaksih Daddy," ucapnya bahagia.
Mereka bertiga pun larut dalam kebahagian. Sesudah proses ijab qobul selesai, pesta pernikahan pun digelar secara outdoor. Mereka melakukan acara tersebut di pinggir pantai.
Di dalam acara sore itu ada prosesi unik, yaitu pelemparan bunga oleh mempelai perempuan dan pelepasan sepasang merpati putih. Memang konsep pernikahan kali ini menggunakan adat internasional. Dan tidak ada maksud apa-apa meskipun ada beberapa rangkaian acara yang berbeda dari biasanya.
Proses itu diawali dengan Nisa yang datang didampingi Zi dan salah satu keponakannya yang mengantarkannya ke panggung. Sedangkan di panggung sudah ada Fadhil yang berdiri menunggu kedatangan Nisa dan Zi.
Nisa tampak cantik dengan gaun berwarna putih dengan model gown. Ia tampak cantik hari itu, terlebih ia didandani bak seorang putri. Semua hadirin yang datang pun terpukau akan kecantikan alami Nisa.
Sepanjang jalan yang dilewati dihias dengan berbagai bunga-bunga bernuansa putih tapi tetap berkesan elegan.
Suasana semakin romantis tatkala Nisa datang, diiringi dengan sebuah alunan musik yang berasal dari piano yang mengalun indah mengiringi langkah kaki Nisa menuju panggung.
Fadhil dengan setelah jas putih pun terlihat gagah diatas panggung. Saat Nisa sudah sampai di panggung acara pun segera dilanjutkan.
Pembawa acara pun membacakan setiap susunan acara yang ada. Dan sampailah disaat ia harus melempar buket bunga pengantin pada para hadirin.
Bukan bermaksud untuk tidak mencintai budaya sendiri tetapi hal itu dilakukan sedikit berbeda dengan konsep pernikahan Nisa sebelumnya. Fadhil ingin memberikan moment yang berbeda untuk hari spesialnya.
Tampilan Zi saat itu pun terlihat rapi dan elegan. Ia memakai setelan jas seusai usianya, tetapi tetapi tetap berkesan formal. Selama pesta pernikahan Zi didampingi assisten Yo disisinya.
...~Bersambung~...
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAK๐๐...