
Hari ini Nisa berkeinginan untuk maen ke kantor suaminya. Dengan menggunakan mobil yang sama, Nisa dan Fadhil berserta baby Aaron. Sayangnya kali ini mereka tidak membawa baby sister. Untung saja mereka ketemu Yo di tempat parkir mobil.
"Hai Mr Yo," sapa Nisa dan Fadhil saat bertemu Yo.
"Aduh, apes deh ketemu pasangan bucin," batin Yo.
Ia pun hampir lari dari tempat parkir tersebut menuju mobilnya. Sayangnya gertakan Fadhil membuatnya kembali.
"Kalau berbalik, maka tiket liburan ke Australi aku cabut."
Sontak saja Yo segera kembali dan menuju pasangan bucin tadi.
"Hai kak," sapa Yo langsung menyentuh bahu Nisa.
"Coba saja kalau berani ..." ancamnya kembali ia tujukan pada Yo.
"Gak kak, aku minta maaf deh."
"Permintaan maaf diterima asal kamu gendong Aaron sampe ke dalam ruanganku.
Nisa yang gak enak hati segera melarang Yo. Tetapi intruksi Fadhil sudah final.
"Iya kak."
"Kereta dorongnya ada di belakang ya."
"Siap kakak cantik."
Pagi-pagi mood sudah bagus, tiba-tiba rusak gara-gara ketemu pasangan bucin itu. Untung saja sayang, kalau enggak gimana coba.
Tapi begitulah mereka, kadang bisa akur, kadang bisa bertingkah seperti anak-anak. Mereka bahkan tidak ingat umur.
"Sudah-sudah ... pagi-pagi tidak baik bertengkar." Ucap Nisa.
"Maaf ya Yo jadi merepotkan kamu."
"Iya kak, gak apa-apa."
"Ya sudah ayo masuk," ajak Nisa.
"Oke."
"Haduh ... kakak ini kenapa lagi sih?"
"Jauhkan tanganmu dari Nisa!" bentak Fadhil pada Yo disertai pelototan tajam ke arahnya.
"Hah ...!" ia memang tak sadar telah merangkut Nisa.
Barulah ia tersadar telah merangkul Nisa dan kemudian meminta maaf.
"Maaf ya Kak Nisa, tadi aku tak sengaja melakukannya." Ucapnya tulus.
"Iya, ga apa-apa Yo, mari kita segera masuk." Ucap Nisa menengahi keduanya.
"Tolong jagain Aaron baik-baik ya."
"Kalau nangis segera antar ke ruanganku."
"Mas, jahat banget sih, sini biar aku yang gendong Aaron."
"Gak usah, biarin aja, salah siapa dia datang."
Ahirnya Fadhil pun menarik Nisa dan menggandeng tangannya memasuki lift di samping tempat parkir mobil. Lalu kemudian disusul oleh Yo yang mendorong kereta bayi milik Aaron. Beruntung Aaron bayi yang tidak rewel.
Lift itu memang dibuat spesial untuk para petinggi perusahaan. Atau lebih tepatnya lift itulah yang akan membawanya cepat sampai ke ruangan CEO di lantai paling atas di Perusahaan D'Corp ini.
Tentu saja di dalam lift sudah ada empat orang di dalamnya, yaitu Fadhil, Nisa, Yo dan baby Aaron. Di dalam lift sama sekali tak ada perbincangan diantara mereka.
Sampai ahirnya Yo mau angkat suara, tetapi keburu pintu lift terbuka. Hingga Fadhil dan Nisa pun segera keluar dari lift menuju ruangan mereka masing-masing. Langkah kaki Yo terhenti ketika melihat Sheril di lantai yang sama.
"Ada apa dia kesini?" batin Yo.
Tak mau bertemu dengannya. Ia segera menyusul ke ruangan CEO. Meskipun Nisa tak bekerja disini, tetapi ada satu ruangan khusus untuknya jika ia berkunjung ke kantor Fadhil.
Fadhil sendirilah yang mendesain ruangan Nisa, agar saat ia disini ia merasa nyaman. Lagi pula kalau tidak ada jadwal penting atau Zi sudah pulang sekolah, terkadang ruangan itu juga digunakan Zi.
.
.
...🌹Bersambung 🌹...