
Lalu ia pun segera memberesi keperluannya di sana agar tidak ada yg ketinggalan. Dan sesudah memastikan semuanya lengkap, ia pun keluar kamar untuk menemui kerabat ibu dan ayahnya itu.
**********
Ahirnya hari yg ditunggu tiba. Hari ini Zein benar benar sudah diperbolehkan pulang. Nisa dan keluarga besarnya sudah menunggu kepulangan Zein dengan penuh rasa syukur.
Hari ini di rumah kediaman Zein juga sudah diundang anak- anak yatim untuk mendoakan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan Zein dan keluarga.
Keluarga Nisa juga sudah datang di rumah Zein.
Tepat pukul 10.00 WIB..Zein dan rombongan sudah sampai di kediaman kedua orangtuanya .
Kedatangannya disambut dengan bahagia. Setelah masuk ke rumah. Mereka kemudian memulai acara tasyakuran tersebut. Acara berlangsung dengan hikmat selama 45 menit, lalu acara dilanjutkan dengan acara makan- makan.
Lalu kegiatan tersebut ditutup dengan pembagian sedikit uang dan bingkisan yg telah dipersiapkan oleh keluarganya.
Lalu setelah semua anak dan para warga sekitar rumah Zein pulang . Semua anggota keluarga Zein dan Nisa berkumpul di ruang tengah.
Mereka ngobrol sembari bercanda ria.
" Nis..bukankah besok kamu sudah kembali kerja ?" tanya ibu Zein.
" Iya tante..nanti malam Nisa akan berangkat naik bus kok."
" Owh...hati - hati ya..maaf karena Zein kamu harus nambah cuti lagi..."
" Gpp tante ...ini semua musibah, jadi g ada yg tau.."
" La kalo kamu gimana Zein ? " tanya ibunya kembali.
" Zein sudah diberi tambahan 1 minggu ma..karena surat keterangan sakit Zein sudah aku kirim via email ke kantor."
" Lagian masih ada Anton yg bisa handle pekerjaanku disana."
" Bukankah Anton saingan kamu di kantor..kamu g kawatir gitu ?" tanya Nisa.
" Semua pekerjaan yg nilai atasan kita langsung kok Nis..lagian aku juga masih bisa meriksa hasil kerja anak- anak..kan satu minggu besok Boss bakal ada disana langsung..otomatis semua pekerjaan langsung dikoreksi beliau." terang Zein panjang lebar.
" Owh.."
" Ya sudah kalo gpp..nanti kalo soal kontrol ke RS biar aku yg antar gpp Zein." kata kak Adrian.
"Emang g ngerpotin kakak? " tanya Zein memastikan kembali.
" Alhamdulillah engga..soalnya kan usaha sendiri jadi lebih enak bagi waktunya...masa iya..kamu mau nyetir sendiri ke RS buat kontrol ???? tanya kak Adrian.
" He..he..he..iya juga ya.."
" Ha..ha..ha.." tawa semua orang yg ada disitu pecah.
" Lagian Nisa juga bakal lebih tenang kalo aku yg ngantar kamu..ya kan Nis? "
" Iya juga sih .he..he.." sahut Nisa.
Lalu Nisa dan Zein diberi waktu untuk berdua, karena sebentar lagi Nisa akan pulang dan nanti malam akan berangkat ke kota X.
Kecanggungan melanda mereka berdua. Lalu Zein pun memulai pembicaraannya.
" Nis ?"
" Ya kak..kamu gpp kan ? "
" Sebenarnya aku g pengen balik kak..tapi..
pekerjaanku g bisa ditinggal kak..jadi harus segera balik.." jawab Nisa dengan gundah..
" Ya..aku tau itu..makanya aku ingin kamu ikut sama aku ..biar kita bisa kerja sekantor Nis.."
" Iya... tapi aku sudah suka dengan pekerjaanku yg ada disana kak.."
" Mm..ya udah..yg penting kamu nyaman.."
" Kakak g kenapa- napa kan ? g marah sama aku kan ? tanya Nisa memastikan.
" Kenapa harus marah ? yg penting kamu nyaman dan suka sama pekerjaan itu ..aku akan selalu mendukungmu Nisa.." sahut Zein
Meskipun ia kecewa ia tidak akan membuat Nisa sedih dengan keputusannya itu apalagi menampakkan didepan Nisa.
Zein memang ahli dalam menyembunyikan perasaannya. Tapi yg pasti ia akan selalu berusaha untuk membahagiakan Nisa.
Ahirnya sore pun tiba. Dan keluarga Nisa pun pamit undur diri. Mereka ingin Nisa beristirahat sebelum ia berangkat nanti malam.
Sedangkan di kota lain.
🌱 Fadhil pov-
" Apakah Nisa belum kembali ? batin Fadhil tapi ia belum berani mengirim pesan pada Nisa.
" Sebaiknya aku menghubungi Yogi saja. " batin Fadhil yg sedang merasa ada sesuatu yg hilang dari dirinya.
Mungkin keputusannya mengejar Nisa adalah sebuah kesalahan, tapi entah kenapa hatinya tidak mau berpaling pada wanita lain.
Entah ada apa dengan Nisa..Nisa seperti magnet untuk Fadhil. Ia akan merasa selalu ingin dekat dengannya dan tak ingin berpisah walau sedetikpun.
" Nisa..kenapa engkau berbeda ? apakah engkau tau apa yg ada didalam sini ?" jari tangan Fadhil menunjuk ke arah letak jantungnya.
" Terkadang disini merasa nyeri dan sesak bila melihat kamu menangis atau bersedih..tapi disana akan merasa bahagia jika melihat engkau bahagia..mungkin aku terlalu berharap lebih padamu..tapi maaf aku tak bisa berpaling darimu.."
Fadhil terus berbicara pada hatinya sendiri dan tiba - tiba ada pesan masuk dari Yogi.
" Hai Bro...ada apa? "
" Ha..ha..sepertinya aku butuh teman curhat Bro..apa kau tak keberatan ?" tanya Fadhil sebelum ia benar- benar curhat padanya.
" Gue siap dengerin kok Bro..santai aja.." !
" Tapi lo harus janji sama gue.."
" Janji apaan nih ? "
" Janji kalo kamu g bakal cerita tentang apa yg aku ceritain ama kamu sebentar lagi.."
" Ok.."
" Terlebih lagi sama Nisa "
" Nisa??? memang kenapa? "
" Pokoknya harus janji g boleh cerita ama Nisa. "
" Apa ini tentang Nisa ?" pikir Yogi.
" Ok..gue janji g bakal cerita ama Nisa."
Fadhil tampak menghela nafas panjang sebelum memulai ceritanya.
" Gi..gue suka sama Nisa. "
" Apaaa..." pekik Yogi tidak percaya.
" Seriuss..gue serius"
" Oke...oke..sejak kapan? "
" Gue g tau sejak kapan..tapi yg pasti gue g bisa lihat sedih Gik..gue pengen melindunginya selalu."
" Gue juga bahagia kalo ia bahagia. Saat kemarin tau kalo Nisa dirawat di Rumah Sakit pun aku juga khawatir..tapi aku g bisa apa- apa selain mendoakannya."
Yogi masih mencerna satu persatu kejujuran Fadhil. Ia tau Fadhil orang yg baik, dan Nisa maupun Zein juga teman baiknya. Dia tidak bisa memihak salah satu pihak. Karena kebahagiaan ketiganya merupakan kebahagiaan Yogi juga .
" Tapi gue sadar posisi gue Gi..gue g akan merebut Nisa atau merusak kebahagiaan Nisa. "
" Ok.."
" Yg penting gue udah cerita ama elu..gue udah lega sekarang.Gue bisa memulai hidup gue yg baru tanpa membuang rasa suka ini .Biarlah rasa ini aku simpan sendiri."
" Kalo Nisa tiba - tiba tau bagaimana? "
" Entahlah..yg penting aku tidak menyakitinya. "
" Semoga kamu bahagia Fadh..gue g tau harus gimana lagi..tapi yg pasti kalian bertiga sahabat baik gue...sekarang dan selamanya."
Ahirnya percakapan mereka malam itu terhenti. Dan Fadhil pun kembali melanjutkan istirahatnya.
~ Bersambung ~
.
.
.
HAI HAI...AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊
DAN SUDILAH KIRANYA BUAT MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊