
Tint ... Tint ... Bumm ...
Suara mobil sudah terdengar dari ruang keluarga. Seluruh anggota keluarga siap menyambut tamu kebesaran mereka.
Mereka segera menuju ruang tamu. Anak-anak juga sudah berlarian menuju orang tua masing-masing.
Nisa juga sudah menggendong Aaron. Di samping kiri ada Fadhil dan di samping kanan ada Zein bersama Zi. Mereka berjalan beriringan menuju pintu depan.
Sementara itu Yo dan ketiga tamunya sudah keluar dari dalam mobil dan menuju pintu utama.
"Mari om dan tante, silahkan masuk," ajak Yo pada ketiga tamunya.
Sementara itu tangan Yo sudah menggenggam erat tangan Alexa menuju pintu. Kedua orangtuanya pun mengikuti Yo dan Alexa di belakangnya.
Ceklek ...
"Silahkan masuk aden ..."
"Terimakasih."
Saat memasuki rumah, Yo dan Alexa sudah di sambut oleh Fadhil dan keluarga besarnya.
"Assalamu'alaikum ..."
"Wa'alaikumsalam Yo."
Mereka lalu bersalaman satu sama lain. Lalu Fadhil pun mempersilahkan para tamu untuk duduk dan menikmati camilan yang sudah terhidang di atas meja.
"Kak, ini Alexa dan ini kedua orangtuanya."
"Salam kenal om dan tante, juga Alexa, selamat datang di rumah keluarga besar Yo."
"Terimakasih untuk keramah-tamahannya, maaf kami tidak membawa apa-apa ke tempat ini."
"Tidak apa-apa Om, kami justru berbahagia karena sudah menyambut kedatangan kami dengan baik di rumah ini."
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk menjamu tamu sebaik mungkin, lagi pula Yo sudah aku anggap sebagai adik saya sendiri."
"Iya, kalau tidak ada kakak, mungkin aku tidak akan menjadi orang seperti sekarang ini."
Kedua kakak beradik itu pun saling memuji satu sama lain.
"Oh ya, tante dan om kapan tiba di Indonesia?"
Mama dan papa Alexa hanya bisa saling memandang satu sama lain, karena mereka belum lancar berbahasa Indonesia. Akibatnya harus ada penerjemah diantara mereka.
"Bentar kak, biar aku translate lebih dulu."
"When mom and dad got here?"
"We arrived in Indonesia yesterday afternoon, oh yeah sorry if we can't speak Indonesian."
(kita sampai di indonesia kemarin siang, oh ya maaf jika kami tidak bisa berbahasa indonesia, terjemahan)
"It's okay we can understand that."
(oh tidak apa-apa kami bisa memahami itu, terjemahan dalam bahasa Indoensia)
Setelah mereka saling mengenal satu sama lain dan saling berbincang asyik, sampai tiba waktunya untuk mengajak para tamu untuk makan malam.
"Oh ya karena sudah lama berbincang, bagaimana kalau kita makan malam lebih dahulu," ajak Nisa pada semua orang.
"Oh iya sampai lupa, mari ayo kita segera makan malam saja, nanti keburu dingin gak enak makannya."
"Come on, ma, pa, let's have dinner first, then after that we can talk again okay."
(Ayo ma, pa kita makan malam dulu saja, lalu sesudahnya kita bisa berbincang-bincang lagi oke)
"Oke, no problem."
Lalu mereka semua berbaur di ruang makan untuk acara makan malam bersama. Di atas meja ruang makan sudah terhidang segala jenis aneka masakan baik dalam dan luar negeri.
Mereka tinggal memilih mau makan yang nana saat itu. Karena warga malam itu begitu banyak, maka makanan yang dihidangkan pun juga begitu banyak.
Beruntung anak-anak tidak rewel saat jamuan makan malam. Sehingga acara malam itu berjalan lancar.