
" Ya dah..kamu jangan lupa istirahat..biar besok lebih fresh saat chek up..begadang bikin hasilnya g bagus lo..hayoo..jangan bandel..." ucap ibunya.
" Iya ibuk Zein tersayang. " ucapnya sambil memeluk tubuh ibunya.
Lalu ibu pun keluar dari kamar Zein dan tak lupa mematikan lampu kamarnya.
Setelah ibunya keluar dari kamar, ia tak membiarkan HPnya yg menyala dari tadi, sedangkan dari tadi ia ingin segera melihat siapa yg sudah menghubunginya.
Icon hijau pun ia geser untuk menjawab panggilan telpon dari Nisa.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam Nisa.."
" Kak Zein kok lama angkat telponnya? apa masih sakit dibagian itunya ? " tanya Nisa.
" Sedikit...aku takut Nis.."
" Takut kenapa kak? apa sakitnya semakin parah yg dirasakan kakak ? "
" Entahlah..kalo dibuat memikirkan yg berat- berat akan terasa nyeri yg hebat...tapi kalo biasa aja ya g sakit kok.."
" Mm...ya dah...kakak optimis aja..pasti sembuh kok..katanya mau menua bersama Nisa..masa begini aja nyerah si kak.." pinta Nisa bersungguh - sungguh.
Kalo saja ia di dekat Nisa..pasti ia akan memeluk Nisa, dan menyalurkan kehangatannya karena telah memiliki kekasih sebaik Nisa.
" Nisa..."
" Iya kak.."
" Video call aja yukk."
" Ayukk...aku matiin dulu ya..."
Lalu sepersekian detik berikutnya sambungan video call pun telah tersambung. Nisa dan Zein sama - sama tersenyum. Sungguh kebahagiaan menjalar ke seluruh tubuh mereka berdua ketika bisa melihat wajah satu dengan yg lainnya.
Nisa bahagia bisa melihat wajah kekasihnya begitu pula dengan Zein. Dengan mata sayunya..mereka berbicara dalam diam..hanya saling memandang satu sama lain.
" Kak Zein kok diem si.." ucap Nisa kesal karena dari tadi Zein mendiamkannya.
" Ha..ha..ha..siapa bilang kalo video call mau ngobrol..kan cuma niat mandangin kamu aja...wkwkwkwkwk.." ucapnya
" Ish..kak Zein jahat.."
" Jahat- jahat gini gemesin kan..pasti bikin kangen setiap saat.." ucapnya dibuat gemas
" Ish..ish..ish..kan jadi gemess akunya..pengen peluk tapi g boleh.." ucap Nisa malu - malu
" Wkwkwkwkwk . .bentar lagi halal kok yank.." ucapnya.
" Halalin Nisa dong yank..."
" InsyaAllah ..." ucapnya.
Sebenarnya ia tak yakin, apakah ia bisa menemani Nisa selamanya...kondisi kesehatannya saja masih tak menentu. Tapi kalo boleh berharap ia masih ingin memperbaiki hidupnya dan hidup bersama Nisa sampai ahir hayatnya.
" Kak Zein sayang..." ucap Nisa
" Iya sayangku...ada apa ? "
" Kok melamun si ?? "
" Ngelamunin kamu...he..he.."
" Hayo...jangan bohong...jangan mikir yg tidak - tidak lo...kakak pasti sembuh kok.."
" Eh iya.." jawabnya kikuk karena Nisa tau apa yg menjadi kegalauannya.
" Ya dah...kakak istirahat dulu...besok pasti hasil chek up-nya baik..aamiin.." doa Nisa ia panjatkan di depan Zein.
" Ya dah..Nisa bubuk dulu ya sayangku ..mmmmmuuuaaccchhhh "
" Mmmuuuaaacchhh...miss you Nisa.."
" Miss you too sayangku..assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam. "
Lalu obrolan mereka pun berahir. Dan mereka berdua pun beristirahat.
🌱 Keesokan harinya
Pagi itu Zein sudah bersiap - siap dan berdandan rapi dan sedang menunggu kedua orangtuanya untuk bersiap juga.
Lalu setelah kedua orangtuanya siap..maka ia pun dengan cepat masuk ke dalam mobil yg akan mengantarkannya ke rumah sakit.
Sementara itu di kota X. Nisa sudah berangkat kerja seperti biasanya. Ia berangkat setelah mengirim pesan buat Zein. Ia mengirimkan pesan - pesan penyemangat agar Zein optimis bahwa hasil chek up kali ini pasti bagus.
Sedangkan keluarga Nisa meminta maaf karena hari ini Adrian g jadi mengantarkan Zein chek up karena tiba- tiba baby Je rewel sejak kemarin. Demam Baby Je belum sempat turun dari kemarin, makanya kemarin kak Adrian sudah memberi tau Nisa dan keluarganya.
Untung saja keluarga Zein tak mempermasalahkan itu. Karena kebetulan ayah Zein tidak ada acara.
Sekitar 30 menit perjalanan ahirnya mereka sampai di rumah sakit. Mereka berangkat pagi, karena menghindari antrian yg cukup panjang. Lalu mereka segera turun dari mobil. Ayah Zein mengambil kursi roda buat putranya itu.
Sedang ibu dan Zein masih menunggu di loby rumah sakit. Sesudah ayah datang, mereka segera melakukan pendaftaran jadwal chek up pasien. Lalu mereka menuju ruang dokter yg merawat Zein untuk mengantri disana.
Lalu setelah 45 menit ahirnya sampai pada urutan pemeriksaan Zein. Ayah dan ibunya disuruh menunggu di luar. Dan Zein dibantu perawat untuk masuk ke ruang pemeriksaan.
Pemeriksaan pagi itu memakan waktu hampir 1 jam..karena memang seluruh badan Zein dilakukan pemeriksaan. Karena keluhan Zein lumayan , jadi harus diperiksa sedetail mungkin. Dokter tidak ingin analisanya kali ini meleset karena ini menyangkut nyawa orang.
Pertama dokter melakukan pemeriksaan darah perifer lengkap.Tes darah ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan secara keseluruhan dan mendeteksi berbagai gangguan yang ada, misalnya terjadi anemia (menurunnya kadar hemoglobin) dan infeksi (meningkatkan leukosit alias sel darah putih).
Ada beberapa komponen darah yang akan dilihat dalam tes ini yakni:
♡Sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
♡Sel darah putih yang melawan infeksi.
♡Hemoglobin, protein pembawa oksigen yang ada di dalam sel darah merah.
♡Hematokrit, yakni proporsi dari jumlah sel darah merah dengan komponen cair lainnya di dalam darah.
♡Platelet atau yang dikenal dengan trombosit yang berfungsi melakukan pembekuan darah.
Lalu yg kedua dokter melakukan Scan sinar-X pada tubuh Zein. Sinar-X dapat membantu mendiagnosis penyebab sesak napas, nyeri dada, batuk, dan demam tertentu. Sinar-X juga bisa melihat ada tidaknya kelainan jantung, pernapasan, dan paru-paru. Dari hasil rontgen sinar-X ini juga bisa dilihat kondisi tulang dan jaringan di sekitarnya tanpa melakukan tindakan yang invasif.
Karena memang tadi Zein mengeluhkan masih sakit pada daerah bekas operasi. Maka Dokter pun melakukan tindakan tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan tadi , Dokter menyuruh Zein dan keluarganya untuk menunggu hasilnya 1-2 jam lagi.
Ahirnya sambil menunggu hasilnya, ayah dan ibu Zein mengajak putranya untuk makan siang terlebih dulu . Mereka pun menuju sebuah kantin yg ada dirumah sakit tersebut.
Tak lupa ia memberi kabar pada adiknya yg sedang di rumah. Zein memang sangat menyayangi adik satu- satunya itu. Tadi saat ia menolak , adiknya sempat ngambek karena tidak boleh ikut ke rumah sakit, tapi Zein bisa menenangkannya , dan ahirnya adiknya mengalah.
.
.
.
HAI HAI...AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊
DAN SUDILAH KIRANYA BUAT MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊