After Married

After Married
KEJELASAN



Setelah acara berbuka bersama selesai, Yogi pun undur diri. Karena takut hari semakin malam dan tentunya takut ketinggalan waktu buat sholat tarawih. Lalu ia pun permisi dan pamit pulang.


Karena memang jarak rumah Nisa dan Yogi tidak terlalu jauh, cukup dua puluh menit, ia pun sampai di rumahnya. Untung saja tadi ia sudah sholat maghrib di rumah Nisa, jadi sesampainya di rumah ia langsung bersiap diri untuk berangkat ke masjid.


Ia bahkan lupa mengabari kabar tentang Nisa pada Fadhil.


🌱 Fadhil pov-


Fadhil yang sedari tadi pagi belum mendapat kabar apa-apa dari Yogi, hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi karena memang sudah waktunya untuk beribadah sholat tarawih di masjid. Jadi ia meninggalkan ponselnya di rumah.


Ia memang tak suka membawa ponsel kemana mana kecuali berpergian jauh atau pas di asrama. Saat di kampung halamannya terutama di rumah ia lebih suka menaruh ponselnya di dalam kamarnya.


Lalu ia pun beribadah tarawih berjamaah dengan warga kompleksnya.


🌱 Rumah sakit.


Sejak Zein dinyatakan siuman, maka keluarganya otomatis datang ke rumah sakit untuk menjenguknya. Sedangkan Nisa sudah dipindahkan ke kamarnya kembali agar kondisinya cepat pulih. Tapi sebelum itu ia mengunjungi calon mertuanya di ruang perawatan.


Flash back on -


Tok...


Tok...


Tok ...


"Permisi ..." sahut Nisa dari luar kamar bersama kakaknya Adrian


"Silahkan masuk ..." sahut Ibu Zein.


Kursi roda Nisa pun didorong masuk sama kakaknya.


Sesampainya di dalam kamar ruang perawatan.


"Nisa, bagaimana keadaan kamu?" tanya ayahnya Zein.


"Alhamdulillah ya seperti ini om, tante ..."


"Maaf ya nak, om dan tante gak bisa jagain Zein sampai terjadi hal seperti ini," ucapnya, tak terasa air mata Ibu Zein mengalir.


"Tante, jangan begitu, ini salahnya Nisa, bukan salah om dan tante."


"Andai Nisa bisa mencegah keinginan kak Zein untuk cepet pulang, pasti kejadiannya gak seperti ini," sahut Nisa.


"Maaf, bukannya mau ikut campur, tapi Om, tante dan Nisa tidak usah saling menyalahkan, ini semua sudah takdir Yang Maha Kuasa," timpal Adrian yang berusaha menengahi.


Mereka saling menatap lalu saling menguatkan satu sama lain. Sampai ahirnya mereka kemudian mengobrol menanyakan keadaan masing-masing.


Lalu sesudahnya Nisa pun permisi, ia harus segera kembali ke ruang perawatannya karena ia juga butuh istirahat agar ia bisa pulih kembali.


"Maaf om, tante, Nisa permisi dulu, mau balik ke kamar, takut diomelin dokter kalau gak segera balik, he ... he ...."


"Iya, gak apa-apa, banyak istirahat ya Nisa."


"Assalamu'alaikum ..."


"Wa'alaikumsalam ..."


Dengan diantar kak Adrian ia pun kembali ke kamar perawatannya.


Sesampai di kamar Nisa, infus Nisa segera diganti dengan yang baru dan tentunya dalam infus Nisa sudah ditaruh obat tidur agar ia bisa fokus istirahat tanpa berani keluyuran lagi.


Itu memang permintaan Adrian, agar adiknya bisa fokus pada masa pemulihannya.


Lalu saat Nisa terlelap, ia pun mencoba ke kantin untuk membeli menu berbuka puasa. Tentu saja ia belum berbuka dengan makanan sehat karena tadi hanya sempat makan roti dan minum air putih.


Sedangkan ia merasa tak cukup kenyang karena hanya makan roti. Ia akan merasa kenyang jika sudah makan nasi.


Tak lupa ia menelpon istrinya di rumah dan menanyakan kabar Baby Je pada Tasya istrinya.


Karena sudah cukup mengobati rindu akan keluarga kecilnya, ia pun mengahiri acara telponnya. Lalu meneruskan niatnya untuk sholat Isya' di musholla rumah sakit itu.


Sesampai kamar Nisa ia menemukan Nisa masih dalam keadaan tertidur. Lalu Adrian merebahkan dirinya untuk istirahat di sofa dekat ranjang pasien Nisa.


🌱 Kamar perawatan Zein


Zein yang baru saja menerima kunjungan dari keluarganya, sekarang bisa berisitirahat kembali karena keluarganya sudah pulang, terkecuali Kiara. Adik perempuannya yang masih ingin tinggal disana.


Ia juga sudah membawa pakaian ganti dan memang berniat untuk menjaga kakaknya dan kedua orangtuanya. Karena memang seluruh anggota keluarganya ada di rumah sakit itu.


Lalu Kiara meminta izin pada ibunya untuk beristirahat di kamar perawatan kedua orangtuanya tersebut.


Awalnya ibunya gak mengijinkan tetapi karena tidak ada pilihan lain dan memang keluarga besarnya sudah pulang, maka dengan terpaksa ibunya mengijinkan putrinya untuk menginap.


🌱 Fadhil Pov -


Fadhil yang sudah selesai dari beribadah hanya berharap-harap cemas karena ia memang menunggu kabar dari Yogi.


Ternyata sepuluh menit kemudian ia pun mendapat telepon dari Yogi.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


"Gimana gi? kenapa dengan Nisa?"


"Nisa sedang di rawat di rumah sakit Fad."


"Kenapa? ada apa dengan Nisa?"


"Sebenarnya ia tidak kenapa-napa, cuma tunangan dan keluarga tunangannya kecelakaan, dia syok dan pingsan lalu dirawat sekalian."


"Kenapa bisa begitu?" tanya Fadhil yang frustasi mendengar orang yang dicintainya sedang berbaring lemah di rumah sakit.


"Ya mungkin memang sudah takdirnya Fad, kita kan gak pernah tau gimana kedepannya takdir seseorang ataupun takdir kita sendiri," sahut Yogi.


"Apa yang kamu katakan memang gak salah Gik, tapi setidaknya kita bisa mencegah sesuatu yang kurang baik itu kan?"


"Iya, tapi kamu gak usah kawatir kek gitu, kan masih ada keluarga Nisa yang menemaninya, lagian kamu memang ada hubungan apa dengan Nisa? Sepertinya aku ketinggalan jauh ni," canda Yogi, agar Fadhil tidak terlalu bersedih.


Sebenarnya ia tahu kalo Fadhil ada perasaan dengan Nisa, tapi karena Zein juga teman waktu sekolahnya, setidaknya ia masih paham siapa Zein ketimbang Fadhil yang baru beberapa bulan menjadi temannya sewaktu di kota X.


"Mmm, masih teman kok Gik, cuma Nisa anak yang baik sama aku selama dikota ini, jadi aku sudah menganggap Nisa sebagai adikku sendiri disini. Lagian kamu kan dah lama meninggalkan Nisa disini, kasian kalo gak ada yang nemani dia."


"Lagian aku udah janji buat jagain Nisa kan selama kamu udah gak ada."


"Iya, kamu memang sahabat terbaikku Fadhil, aku gak nyangka masih bisa memiliki sahabat seperti kamu dan Zein, beruntungnya aku," sambut Yogi


"Ahhh, kamu bisa aja, ya dah kalau kamu menjenguk Nisa, titip salam ya, semoga cepet sembuh dan pulih kembali. Semoga keluarga Zein dan Zein diberi kesehatan, keselamatan dan cepet pulih kembali, maaf aku cuma bisa mendoakan dari jauh."


"Siap, kamu juga baik-baik disana Fad, salam buat keluarga kamu disana."


"Ya dah, makasih infornya ya Gik, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Ahirnya sambungan telepon mereka berhenti. Kini Fadhil kembali ke kamarnya. Sedang Yogi kembali bercengkerama bersama teman-teman sebayanya.


...~ Bersambung ~...


.


.


.


MAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊