After Married

After Married
PEMERIKSAAN USG



Beruntung mereka mempunyai kenalan seorang kepala rumah sakit, jadilah mereka mudah mendapatkan no ponsel dokter yang ia butuhkan. Seperti kondisi yang dialami mereka saat itu.


...***...


Setelah sampai di rumah sakit yang dimaksud, mereka langsung menuju lantai tiga tempat perawatan ibu dan anak sekaligus tempat praktek dokter Wenny. Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di depan ruangan yang dimaksud.


Tok


Tok


Tok


"Permisi dokter... pasien dengan nama Ibu Nisa dan Bapak Fadhil sudah datang," ucap salah satu suster penjaga disana.


"Iya, masuk suster ...."


Suster penjaga itu pun mempersilahkan Fadhil dan keluarganya untuk masuk ke ruangan dokter Wenny. Mereka bertiga pun masuk ke ruangan dokter Wenny. Sedangkan suster penjaga kembali melanjutkan tugasnya di depan ruangan dokter Wenny.


"Siang dokter..." sapa Fadhil dengan ramah.


"Siang, silahkan duduk bapak ibu ..." sapanya ramah.


Mereka bertiga pun duduk di depan meja praktek dokter Wenny.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Begini dokter tadi siang dari analisis dokter Richard istri saya dinyatakan hamil, tetapi untuk memastikan lebih lanjut, kami disuruh datang untuk menemui dokter."


"Oh iya, tadi beliau sudah konfirmasi dengan saya, mari Ibu Nisa ikut saya."


Dokter Wenny pun mempersilahkan Nisa untuk berbaring di tempat yang sudah dipersiapkan. Nisa pun mulai berbaring di ranjang pasien, sedangkan dokter Wenny menyiapkan segalanya.


Beruntungnya Nisa masih ingat apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan USG. Sebelum melakukan USG sebaiknya calon ibu meminum cukup air putih sejak pagi hari.


Tetapi untuk kondisi Nisa, ia minum banyak air putih setelah ia siuman. Sesaat setelah dokter Richard memeriksanya tadi di rumah. Hal itu dilakukan atas saran dokter Richard pula.


"Nisa, jika ingin melakukan chek up lebih lanjut ke rumah sakit nanti, jangan lupa untuk minum air putih yang banyak, agar saat melakukan USG kondisi bayi akan lebih terlihat," Begitulah kira-kira pesan dokter Richard tadi siang.


Bukan tanpa alasan, mengonsumsi banyak air dapat membantu membersihkan cairan ketuban sehingga hasil USG akan terlihat lebih jelas pada ahirnya.


Saat itu, Nisa pun mencoba menghilangkan rasa khawatirnya dan mulai menciptakan perasaan senyaman mungkin saat pemeriksaan dilakukan. Dan jangan biarkan perut calon ibu dalam kondisi lapar maupun kekenyangan saat melakukan USG. Karena hal itu juga bisa mempengaruhi saat pemeriksaan nanti.


Satu lagi pesan dari dokter Richard.


"Oh ya, jangan lupa juga untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar ya Nisa, hal itu juga memudahkan saat USG."


"Iya-iya dokter makasih banyak untuk sarannya." Ucap Nisa siang tadi."


Oleh karena itu, saat Fadhil berniat mengajajnya untuk chek up, Nisa pun mengganti pakaian yang ia kenakan dengan menggunakan blouse longgar dengan bawahan yang nyaman. Tapi memang kenyataan berkata demikian.


Sesudah ia mengganti pakaiannya, ia tidak merasakan begah kembali. Rasanya berganti nyaman dan sedikit lebih rileks.


...***...


Pesan dari othor lagi, jika kamu ingin mengenakan loosedress saat USG, sebaiknya tetap mengenakan celana bawahan lagi agar tetap memudahkan dokter saat melakukan pemeriksaan ya...


Biasanya sebelum di scan, Ibu diminta minum untuk mengisi penuh kandung kemih. Cara ini membantu mendorong uterus Ibu kedepan sehingga menghasilkan gambar yang jelas.


Meskipun othor tidak punya pengalaman tapi melihat orang-orang yang sedang hamil seperti itu, makanya othor jadi nulis pesan tadi. Mohon dimaklumi ya readers kesayangan Fany bila ada informasi yang kurang, namanya juga lagi belajar juga othornya.


Back to Nisa dan Fadhil.


...***...


Nisa sudah membayangkan banyak sekali hal-hal indah yang akan dilewatinya nanti. Tidak hanya tentang jenis kelamin, Nisa juga sudah menyiapkan beberapa pertanyaan tentang posisi, kondisi, atau kelainan yang mungkin ada pada janin. Meskipun Nisa tidak menginginkan hal-hal yang buruk terjadi pada calon babynya.


Nanti Nisa juga akan menceritakan tentang gejala apa saja yang ia rasakan dan yang seharusnya dirasakan pada kehamilannya dan tindakan apa yang harus dilakukan nanti agar kondisi kehamilannya tetap sehat tanpa kurang suatu apapun. Intinya kini ia harus menjaga kesehatan lebih ekstra lagi untuknya dan calon buah hatinya.


...***...


USG kehamilan


1.Memastikan kehamilan, baik kehamilan tunggal atau kembar.


2.Mengetahui usia kehamilan dan memperkirakan waktu persalinan


3.Memantau perkembangan janin dan mengetahui jenis kelaminnya


4.Memeriksa denyut jantung, aliran darah, dan kadar oksigen pada janin


5.Mengecek kondisi rahim, leher rahim, indung telur, dan plasenta


6.Mendeteksi kelainan lahir pada janin, seperti sindrom Down


7.Mengetahui posisi janin (normal, melintang, atau sungsang)


8.Memeriksa kadar cairan ketuban dan membantu proses pengambilan sampel cairan ketuban (amniosentesis) bila diperlukan


9.Mendeteksi kehamilan di luar rahim (kehamilan etopik), tumor, dan memastikan bila terjadi keguguran


...***...


Setelah semuanya siap, dokter Wenny mulai mengolesi perut Nisa dengan sebuah gel. Karena memang kebanyakan scan kehamilan dilakukan dengan menggunakan ultrasound.


Sejenis gel sudah dioleskan ke perut Nisa, kemudian dokter Wenny mulai menggerakkan sebuah alat kecil bernama transducer. Alat itu digerakan di atas kulit perut yang sudah diolesi gel tadi dengan perlahan.


Sembari itu mata dokter Wenny terus memantau perkembangan janin pada monitor yang terpasang di samping ranjang Nisa. Ternyata proses ini dilakukan untuk mengirimkan gambar janin di dalam rahim ke layar monitor. Pergerakan alat itu benar-benar efektif, kandungan Nisa terlihat lebih jelas disana.


Sedangkan Fadhil yang masih bingung hanya bisa terbengong disana. Dokter Wenny pun memberi arahan dan menunjukkan letak posisi janin pada Nisa dan Fadhil.


"Pak, Ibu bisa lihat, disinilah posisi janin bapak dan ibu, besarnya masih sebesar biji kacang tetapi lama kelamaan nanti akan lebih terlihat jelas saat usia kandungan Ibu Nisa mulai bertambah."


Fadhil dan Nisa mulai memperhatikan layar monitor yang diarahkan dokter Wenny. Senyum mereka terbit setelah mereka benar-benar yakin Nisa mengandung. Walaupun ukurannya masih kecil sekali tetapi janin sudah bisa terlihat dalam pemeriksaan USG.


"Alhamdulillah, " ucap rasa syukur yang dipanjatkan Nisa dan Fadhil saat mendengar kabar bahagia itu.


Dokter Wenny pun tersenyum," Alhamdulillah kandungan Ibu Nisa sehat-sehat saja."


"Alhamdulillah," ucap Nisa dan Fadhil berbarengan.


Lalu pemeriksaan pun berhenti, dan dokter Wenny mengajak Nisa untuk kembali ke meja kerjanya.


Disana dokter Wenny menjelaskan semua hal pada Nisa dan Fadhil. Mulai dari apa saja yang perlu dilakukan dan tidak. Ia juga memberi tahu kapan jadwal pemeriksaan bisa dilakukan kembali.


Saat itu Nisa juga konsultasi tentang kondisinya saat itu, terlebih ia merasa aneh ketika ia didekati suaminya ia bisa merasakan mual dan bertanya bagaimana mengatasi hal tersebut.


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...