After Married

After Married
RUTINITAS KEMBALI NORMAL



Setelah kepulangan dari bulan madu, kehidupan Fadhil dan Nisa sudah seperti biasanya kembali. Kini mereka tinggal di kediaman Fadhil.


Rumah Nisa sekaligus peninggalan Zein kini hanya ditempati sesekali dalam seminggu. Karena Yo sering bertugas ke luar kota untuk menggantikan tugas Fadhil, maka intesitas pertemuan mereka pun menjadi lebih sedikit.


Yo juga jarang ke ibu kota, paling ia hanya sebulan sekali kesana untuk melaporkan hasil kinerjanya secara langsung pada Fadhil.


Sehingga mereka pun lebih banyak mengabiskan waktu dikediaman Fadhil. Di rumah itu pula Fadhil memperkerjakan 1 assisten rumah tangga, 1 tukang kebun, 2 satpam dan 1 supir.


Untuk masalah memasak Nisa sudah masih memasak sendiri untuk suami dan anaknya. Sedangkan urusan bersih-bersih rumah ia percayakan pada Mbok Jah. Beliau berusia sekitar 40 tahun tapi masih saja cekatan dalam mengurus rumah tangga.


Saat pertama kali datang Zi pun langsung cocok dengan beliau, Zi bahkan sudah menganggap Mbok Jah sebagai neneknya. Nisa dan Fadhil pun merasa bahagia karena anaknya tidak pilih-pilih lagi pada assisten rumah tangga mereka.


Mungkin karena sedari kecil Zi sudah terbiasa dengan kehadiran Mbok Iyem, jadi Zi langsung bisa menerima kehadiran Mbok Jah sebagai assisten rumah tangganya.


Meskipun Nisa juga bekerja kantoran tetapi ia tidak melupakan fitrahnya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Segala keperluan anak dan suaminya ia lakukan sendiri. Selebihnya ia membagi tugas pada para pekerja di rumahnya.


Awalnya Fadhil tidak memberikan ijin pada Nisa untuk bekerja, karena takut Nisa melalaikan kewajibannya. Tetapi Nisa membuktikan bahwa ia bisa menyeimbangkan karir dan rumah tangganya. Sehingga sampai saat ini Nisa masih diperbolehkan untuk bekerja.


Tak terasa, pernikahan Nisa dan Fadhil sudah menginjak bulan ketiga. Nisa dan Fadhil sudah sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka semakin sibuk dengan urusan pekerjaan dikantor.


Dan mulailah masalah baru muncul. Sheril yang sudah lama pindah ke luar negeri tiba-tiba saja muncul dan kembali ke Indonesia. Dan mungkinkah kehadirannya untuk mengusik kembali rumah tangga Nisa dan Fadhil?


...***...


Pernikahan nyatanya tidak membuat mereka semakin dekat, malah mereka semakin sibuk dan mengejar ambisi masing-masing. Pekerjaan membuat mereka lupa dengan tujuan pernikahan.


Fadhil selalu pulang larut malam, sampai di rumah Nisa dan Zi pun sudah terlelap. Karena menunggu Fadhil yang terlalu lama mengakibatkan mereka mengantuk dan terkadang Fadhil menemukan mereka sudah tertidur di atas karpet di ruang TV.


Fadhil dengan tubuh lelahnya dengan telaten memindahkan anak dan istrinya ke ruang tidur masing-masing. Setelahnya ia membersihkan dirinya lalu ia pun menyusul istrinya tidur.


Hari itu mungkin ia terlalu capek dan lelah sehingga esok harinya ia bangun terlambat. Tidak biasanya Fadhil bangun siang, Nisa pun membangunkan suaminya.


"Mas ... bangun ...!"


Masih tidak ada respon dari suaminya. Nisa pun mencoba menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


"Mas, jangan becanda ... bangun!" ucap Nisa penuh keputusasaan.


"Mas, bangun dong ... please ..."


Fadhil mulai memberikan responnya. Ia mulai membuka matanya dan cup ... Ia mencium istrinya.


Nisa terkaget sekaligus tersentak akan perlakuan suaminya. Tetapi suaminya semakin erat memeluk tubuh istrinya dan menenggelamkan Nisa dalam pelukannya.


Uwu ... apa yang akan terjadi... silahkan dibayangkan sendiri ya... author lagi mode pusing๐Ÿ™ˆ


Maaf jika beberapa hari ini author belum bisa update secara maksimal. Kondisi kesehatan author lagi naik turun.. maaf kan ya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK๐Ÿ™๐Ÿ˜Š...