After Married

After Married
BAB 204. JADI DIA TANTE KAMU



Happy reading all😘


🍃


"Eh, itu anu ...."


Ucapan Sheril menjadi terbata karena ia masih terpukau oleh tubuh Leo. Baru saja, kedua bola matanya juga ternoda karena baru saja ia melihat tubuh sang kekasih bertelanjang dada untuk kedua kali.


Meski samar tetapi Leo tetap bisa melihat dengan jelas ketika Sheril mengagumi tubuhnya yang penuh roti Mr. Bread itu. Apalagi ia melihat semburat merah di kedua pipinya. Entah kenapa jiwa sensitifnya keluar di saat yang kurang tepat.


Untuk menutupinya, Sheril memamerkan kembali barisan giginya yang putih pada Leo. Saat ini, Leo memang sengaja mengerjai Sheril yang sudah dalam keadaan mode On. Ia bahkan semakin melangkahkan kakinya maju ke arah calon istrinya itu.


"Eh, sayang aku pinjem toiletnya boleh?" ucap Sheril ketika melihat Leo sudah satu jengkal darinya.


Sayangnya Sheril kurang cepat, Leo sudah menangkap tubuh kekasihnya itu. Hingga akhirnya ia menyerah.


"Kenapa menghindar sih?"


"Aku nggak menghindar, sayang. Cuma aku gak kuat melihat Mr. Bread milikmu yang membuatku kelaparan itu."


"Em, kenapa malu-malu begitu, bukankah seluruh yang ada di tubuhku dan semua hartaku akan menjadi milikmu?"


Sheril mendongakkan wajahnya memandang Leo.


"Iya juga sih, cuma jangan sekarang. Pernikahan kita kan masih beberapa bulan lagi!"


Ia pun mendorong tubuh Leo menjauh darinya . Lalu Sheril beranjak menuju lemari pendingin untuk mengambil air putih untuknya. Sementara itu, Leo sudah memakai kaos yang ia siapkan di atas kursi. Handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya juga sudah berpindah ke bahunya.


Sheril menoleh dan memandangnya. TERNYATA Leo sudah memakai celana pendek dan kaos. Jadi ia sedikit lega. Bayangan liar yang tadi menyapanya kini sudah menghilang pergi. Setelah meneguk air tersebut, ia menaruh gelasnya di atas meja makan. Lalu ia pun duduk di sana. Tak lama kemudian Leo menyusul dan menemaninya di sana.


"Kamu kenapa, kok wajahnya di tekuk kek gitu?" tanya Leo hati-hati.


Sheril menyodorkan bros yang sedari tadi ia genggam ke arah Leo.


"Punya siapa ini?"


"Enggak tau, sayang. Memangnya kamu menemukannya dimana?"


Deg, ucapan Sheril menyentil jantungnya. Ia pub sedang memikirkan sesuatu cara agar rasa penasaran milik kekasihnya itu berkurang tanpa menyakiti hati Sheril. Ia paham betul karakter wanita di depannya ini sungguh sensitif, jauh berbeda dengan para wanita yang pernah ia kenal.


"Itu punya tante aku, sayang. Kalau tidak salah kapan hari ia sempat datang ke sini untuk minta tolong padaku."


"Jadi begini ceritanya. Kebetulan ia mabuk saat itu, jadi ia limbung trus aku tangkap tubuhnya. Mungkin karena itu parfum miliknya menempel di jas kantor yang belum aku lepas."


"Aku nggak percaya!"


"Kalau kamu nggak percaya, aku bisa kok telpon dia saat ini agar kamu percaya."


"Eh, nggak usah."


Sheril paling anti bertemu ataupun berbicara pada tantenya Leo karena ia amat cerewet. Lagi pula mana mungkin Leo kesayangannya berselingkuh.


🍃Di belahan bumi yang lain.


...⚜⚜⚜...


...Rumah Sakit Internasional...


Saat ini Zein sudah siuman dari pengaruh obat bius yang diberikan oleh dokter beberapa jam yang lalu.


"Eh, kau sudah siuman?" tanya dr. Fariz.


"Ehm, lumayan sih."


"Oke, kita mulai pemeriksaan kali ini."


"Oke dokter."


.


.


...🌹Bersambung🌹...