After Married

After Married
KENYATAAN



...Selamat membaca, jangan lupa like, komen dan rate bintang lima-nya kak🙏...


.


.


"Hallo kak, bagaimana kabarmu?" ucap Yo setelah sampai di ruangan kerja Fadhil.


Fadhil mulai melirik Yo dengan ekor matanya.


"Hmm, alhamdulillah baik kok, gimana liburannya kemarin?"


"Dih kakak, mana ada liburan, yang ada aku kakak jejelin pekerjaan yang menumpuk noh di kota sebelah."


"Oh ya?"


"Gak ngaku juga, aku lapor kak Nisa nih!" ancam Yo.


"Hust, main lapor-laporan aja, dah sana balik ke ruanganmu!"


"Ogah, mau curcol kok disuruh balik... tega banget sama adek sendiri!"


Fadhil mulai menutup file map di tangannya dan mulai merapikan berkas-berkas di depannya.


"Dah semua sudah beres, aku siap nih dengarin curcolmu."


"Oke... aku mulai nih."


"Jadi gini kak, minggu depan Alexa sama keluarganya mau berkunjung ke Indonesia."


"Hmm... trus?"


"Aku bingung mau menjamu mereka dimana?"


"Kan kamu bisa mengajak mereka ke rumah kakak. Atau kalau kamu sungkan ajak mereka ke rumah Nisa yang lama."


"Tapi aku sungkan kak."


Fadhil mulai berdiri dari kursi kebesarannya lalu mulai mendekati Yo. Ia menyamakan duduknya di atas meja.


"Bukankah aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, dan kamu juga menganggap aku sebagai kakakmu, kenapa kamu masih sungkan?"


"Tapi kak?"


"Sudahlah kamu jangan hawatir, nanti biar kaka bicarakan hal ini pada Nisa."


"Oke, terimakasih kak."


Ahirnya perbincangan kedua lelaki itu sudah selesai. Mereka kemudian melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Kepulauan Seribu...


"Bu, kita mau kemana? trus gimana bapak?" tanya Cahaya pada ibunya.


"Hust, diem, asal kita berangkat diam-diam pasti tidak akan ketauan."


"Tapi Bu, aku gak mau ninggalin Bapak."


"Ma-mas Fajar? memangnya ibu ketemu dimana?"


"Ketemu dimana pun kamu tidak perlu tau, kalau kamu nurut sama ibu, kamu harus ikut, sekarang!"


"Ta-tapi Bu..."


Cahaya masih tidak mau beranjak dari tempat duduknya dan ia pun tak sengaja menyenggol cangkir yang berada di atas meja makan.


PRANG!!!


Cangkir dari tanah liat itu jatuh berserakan di lantai. Kepingan-kepingan bagiannya kini mengotori lantai yang terbuat dari kayu.


Dug ... Dug ... Dug ...


Suara langkah kaki setengah berlari terdengar mendekati kedua ibu dan anak tersebut.


"Gara-gara kamu nih, bapakmu datang," seru ibu sambil setengah marah."


Sedangkan Cahaya terdiam di tempatnya.


"Ada apa ini?" tanya bapak setengah kaget.


Ia pun melirik gumpalan kain yang disembunyikan di belakang Ibu Cahaya.


"Apa itu?"


"Bu-bukan apa-apa Pak," kilah ibu.


"Gak percaya, sini bapak lihat."


"Jangan Pak, ini bukan apa-apa."


Ahirnya terjadilah perebutan kain diantara ibu dan bapaknya. Mereka saling tarik menarik satu sama lain. Sampai ahirnya kain itu bisa di rebut oleh Ayah Cahaya.


"Ba-bapaakkk ..." teriak ibu.


"Apa ini, kamu mau pergi Bu? mau pergi kemana, huh!"


Ibu memalingkan wajah dan tubuhnya. Kedua matanya sudah berembun sedari tadi. Hingga ahirnya banjirlah kedua pipinya dipenuhi air matanya.


Terlihat jelas jika ia sedang menangis, karena punggungnya terlihat gemetar. Tak tega dengan keadaan istrinya, ia pun memegang kedua bahu istrinya dan mencoba membalik badannya.


Dilihatnya wajah sang istri sudah kacau balau. Ia pun berusaha menenangkannya dengan cara memeluknya.


Diusapnya perlahan punggung istrinya lalu diusap pucuk kepalanya.


"Ada apa Bu, kenapa kamu seperti ini?" tanyanya perlahan.


.


.


...🌹Bersambung🌹...


.


.


...Maaf ya jika update Fany agak telat-telat karena lagi fokus ke novel terbaru, tetapi untuk penggemar setia, novel ini akan tetap Fany update, insyaAllah mulai bulan desember akan aku update rutin......


...Lope-lope buat yang masih setia mampir disini.🙏...