
Happy reading all😘
.
.
Memendam masalah terlalu lama membuat Nisa dan Fadhil kurang dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, ia pun tak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut.
Melihat suaminya sudah pulang kini ia mulai bangkit dari tempat duduknya. Fadhil memicingkan matanya melihat Nisa masih terjaga di jam seperti ini. Tetapi bukannya menyapa, Fadhil malah melenggang meninggalkannya.
"Mas, mau sampai kapan kita seperti ini!" gertak Nisa yang sudah jengah akan perubahan sikap dan perilaku Fadhil.
"Berhari-hari dibiarkan bukannya semakin membaik, malah semakin runyam."
Nisa mendekati Fadhil yang kini diam mematung. Tangannya mengepal untuk sesaat, sampai akhirnya kini Nisa berada tepat di hadapannya.
"Jika kita mau mempertahankan hubungan ini, aku mohon mengertilah posisiku."
Nisa memandang lekat wajah suaminya yang bersikap seolah membuang muka darinya. Tanpa perlawanan, nyatanya pelukan Nisa mampu meluluhkan pertahanan dinding Fadhil.
Sebenarnya ia juga sudah jengah dengan kondisi seperti ini, apalagi kini ditengah mereka ada Aaron. Fadhil pun mulai membalas pelukan hangat istrinya yang sudah ia rindukan selama beberapa hari ini.
Direngkuhnya tubuh Nisa semakin dalam masuk ke dalam pelukannya. Hingga entah siapa yang memulai, kini bibir mereka sudah saling menempel satu sama lain. Semakin lama semakin dalam dan semakin menuntut.
Fadhil menyadari jika kini mereka masih berada di ruang tengah, oleh karena itu, ia pun menggendong Nisa ala brydal style dan membawanya ke dalam kamarnya.
Pagutan demi pagutan itu terus berlanjut hingga mereka sampai di dalam kamar mereka. Di tekannya pengunci pintu otomatis itu lalu mereka melanjutkan keintiman di antara sepasang suami istri itu.
Kini pakaian mereka sudah berceceran di lantai, menandakan jika permainan mereka sudah dimulai.
Fadhil mengecup kening Nisa dengan sangat lembut. Sedangkan Nisa kini terlelap dalam hangatnya pelukan Fadhil. Kini mereka sama-sama menghabiskan waktu secara indah malam itu dan semoga esok hari tak ada lagi masalah diantara mereka.
...⚜⚜⚜...
Cahaya adalah sebuah kisah yang pernah hadir dalam kehidupan Zein tapi ia juga hanya singgah sementara. Karena takdir memang tidak akan pernah menyatukan mereka berdua.
Sebuah benang rumit yang terjalin diantara mereka tak akan pernah berujung. Karena mereka saling mengikat satu sama lain. Sebuah masa lalu yang tak akan bisa menjadi satu dengan masa depan tetapi tidak bisa dihapus begitu saja. Rumit, memang begitulah kehidupan.
Sheril pernah mempunyai rasa pada Fadhil tetapi ia sama dengan cahaya hanya datang untuk singgah dan tak akan pernah menjadi bagian hidup dari Fadhil.
...⚜⚜⚜...
.
.
Seberkas cahaya itu muncul menerobos tirai motif floral di kamar milik Sheril. Mencoba mengusik sang pemilik kamar, agar ia segera bangkit dan melakukan aktivitas hariannya.
Sheril memang sengaja bermalas-malasan hari ini karena ia malas untuk datang ke kantor. Karena hari ini ia ada rapat dengan Keluarga Uvano pagi itu. Uvano adalah nama keluarga besar milik Leo.
Tetapi selama ini ia menyembunyikan hal itu agar Sheril tidak keberatan jika ia mendekatinya. Sayang kemarin keluarga besarnya mendesaknya untuk segera naik jabatan sebagai CEO di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang interior design. Dan sialnya, Sheril mengetahui hal itu, jadi sepertinya ia akan semakin sulit untuk mendekatinya kembali.
Kesalahpahaman yang kemarin belum usai, tapi ia tidak yakin akan bisa menyelesaikan hal ini secepatnya, terlebih jarak pemisah yang diciptakan Sheril begitu tebal dan sulit di tembus.
.
.
...🌹Bersambung🌹...