After Married

After Married
BAB 221. PERNIKAHAN SHERIL DAN LEO



Hari yang ditunggu telah tiba. Kini Sheril sudah memakai pakaian pengantinnya. Sejak subuh, para make up artist sudah berlomba-lomba untuk memoles wajah Sheril dengan make up agar ia tampak seperti seorang ratu di dalam hari bahagianya kali ini.


Begitu pula dengan Leo yang sudah tampak rapi dengan setelan Tuxedo-nya. Di sebuah ballrom sebuah hotel ternama di Ibu Kota, telah disulap menjadi sebuah istana seperti di negeri dongeng. Para tamu undangan yang akan hadir pun harus menggunakan pakaian dengan tema negeri dongeng.


Sebuah tema sesuai permintaan mempelai wanita dan hal itu akan diwujudkan oleh mempelai pria. Apapun permintaan Sheril tentu saja akan ia usahakan apalagi ia amat mencintai calon istrinya itu.


Perjalanan panjang dari Leo untuk mendapatkan hati Sheril tidaklah mudah. Apalagi mengingat masa lalu Leo yang bisa dibilang sangat suram akibat kesalahan satu malam. Tapi niat dan tindakan yang sudah dilakukannya patut mendapatkan jempol.


Leo benar-benar sudah kembali ke jalan yang benar. Berkat didampingi sang ayah dan dukungan dari kedua belah pihak. Semua rintangan yang sempat menghadangnya di depan kini sudah berhasil ditepisnya.


Tepat pukul delapan pagi, semua saksi, mempelai dan penghulu sudah berada di tempat akad nikah akan dilangsungkan. Ketegangan memang sempat terjadi tapi semuanya dapat Leo tepis dengan satu kalimat ijab yang ia lafalkan dalam satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah?"


"Sah!" ucap para saksi.


"Alhamdulillah."


Lalu semua memanjatkan doa untuk kedua pengantin dan setelahnya, Leo memasangkan cincin pengantin di jari manis Sheril begitu juga sebaliknya. Sheril juga memasangkan cincin itu pada tangan Leo. Selepas semua itu, Leo mengecup kening Sheril lalu mulai membacakan sebuah doa.


Hingga tiba di mana mereka harus menandatangi semua berkas-berkas dan buku nikah. Tak lupa setelahnya kedua pengantin itu saling tersenyum sambil memamerkan buku nikah mereka pada hadirin dan untuk memenuhi sesi pemotretan.


Hari itu pula semua kerabat dan kolega bisnis dari pihak Leo dan Sheril mendapatkan undangan untuk hadir di tempat itu.


"Terima kasih sayang, sudah mau menerima semua kekurangan yang ada pada diriku," ucap Leo sambil mengecup punggung tangan istrinya dan memandanginya dengan penuh cinta.


Sheril sangat terharu akan tingkah manis suaminya.


"Beginikah rasanya dicintai? Apakah ini nyata? Ya Allah semoga jodoh yang kau kirimkan padaku ini adalah jodoh dunia akhiratku Ya Allah, Aamiin."


Meski Sheril bukan istri yang sempurna tapi ia berharap bisa menyempurankan kehidupan suaminya kelak.


"Iya, sayang. Sama-sama."


Lalu kedua pengantin baru tersebut kembali menatap dan menyalami para tamu undangan. Raut kebahagian benar-benar terpancar dari keduanya.


"Sungguh beruntung Leo bisa mendapatkan Sheril," ucap Yo dari tempatnya.


"Kalau cemburu bilang, dong. Masa sih nggak peka."


"Lagi pula kau ada Alexa bukan?"


"Sudah jangan dibahas lagi, mungkin dia sudah melupakan aku, jadi untuk apa aku berharap lebih."


"Sabar Yo, semua sudah tertulis di takdir kita. Hanya saja kita bisa terus berjalan maju, atau semakin tenggelam akan masa lalu."


Yo menatap bahagia ke arah kakak ipar-nya ini. Fadhil memang tak salah dalam memilih, oleh karena itu, ia pun mencoba mencari sosok wanita yang sebelas dua belas mirip Nisa.


"Ya sudah, kalian nikmati saja pestanya, aku mau ke toilet sebentar, " pamit Yo pada kedua kakaknya itu.


"Oke, jangan lama-lama loh, nanti aku tinggal pulang loh kalau kamu kelamaan pergi."


"Siap Bos, setidaknya jika itu terjadi aku pasti akan meminjam mobilnya dan membawanya pulang," ucap Yo sambil mengarahkan jari telunjuknya pada pengantin."


"Wkwkwk, dah sana pergi, ganggu aja."


"Duh yang mau modus," ucap Yo menimpali candaan Fadhil dan Nisa tadi.


Sementara Nisa dan Fadhil hanya tersenyum melihat Yo yang sudah pergi meninggalkan mereka.


"Semoga ada sebuah kebahagiaan untuk Yo nanti," ucap Fadhil yang menatap adik angkatnya itu.


Meski Yo bukan adik kandungnya tapi Yo sangat berarti untuk Fadhil.


.


.


...🌹Bersambung🌹...