
.......................
" Ok..ok..aku keluar dulu sayang..kalau butuh bantuan aku siap membantumu.." ucapnya sambil mencium kening Nisa.
Nisa pun ahirnya lega saat Zein melangkahkan kakinya keluar menuju tempat tidur mereka. Ia pun segera mengambil baju dan langsung berganti pakaian. Ia tidak ingin menghabiskan masa honeymoonnya hanya dengan berdiam diri di kamar hotel saja.
Sesudah selesai ia pun keluar dari bathroom..dan ia segera bertemu dengan Zein yg sudah rapi.
Zein yg mengetahui istrinya sudah rapi segera menghampiri Nisa hendak menciumnya. Tapi Nisa segera berlari menuju meja rias dan segera menyisir rambutnya yg masih basah.
Zein hanya tersenyum lalu ia mengambil hair drayer dari dalam laci dan membantu mengeringkan rambut Nisa.
Nisa yg kaget ahirnya tersenyum dan menyadari kalau Zein hanya membantu mengeringkan rambutnya, bukan melakukan hal- hal yg aneh - aneh seperti dugaannya.
" Hayoo...emang dipikirnya mau ngapain ci..." ucap Zein dibuat seimut mungkin.
" Ha..ha..ha..abisnya Nisa baru tau lo kalau kak Zein ternyata mesum abiss.." ucapnya ngasal..padahal emang bener kan..pacarnya jadi mesum sejak sudah resmi menjadi kekasihnya.
" Ha..ha..ha..mesum sama istri sendiri g dosa lo...yg dosa itu mesum sama istri orang.. ha.. ha..ha.." canda Zein sama Nisa..
" Kakk...Zeeiiinnnnn..awas aja kalau berani mesum sama orang lain..." ucap Nisa yg jengah sedari tadi karena terus terusan diisengin sama suaminya.
" Iya..iya..aku minta maaf sayang...tapi janji..yg aku mesumin cuma kamu seorang kok..suerrr..." ucapnya sambil menunjukan 2 jari membentuk arah "V" pada Nisa.
Nisa pun tersenyum kemudian melanjutkan merias dirinya. lalu mereka pun segera pergi ke luar untuk jalan- jalan berdua menikmati indahnya negeri itu.🥰
Sesekali Nisa pun mengabadikan moment terindah dalam hidupnya itu. Begitu pula dengan Zein.
Nisa sempat meminjam boneka dan balon pada pengunjung lain untuk sekedar berfoto.
Lalu sesudah itu mereka kembali berkeliling area bermain itu. Tampak kebahagiaan mengiringi hari mereka. Rasa sakit yg tadi malam dan tadi pagi terasa sudah menghilang entah kemana 😂.
Lalu karena mereka juga capek dan lapar ahirnya mereka pun membeli makanan di salah satu kedai.
Sedari tadi Zein selalu setia menuruti keinginan Nisa kemanapun ia mau..tentu saja itu tidak gratis..he.he.. karena nanti malam Zein pasti akan meminta imbalannya.
Nisa juga kadang suka menjaili Zein dengan berbagai macam ide - ide cemerlangnya.
Kapan lagi coba menggoda Zein..kalau bukan sekarang.
" Kamu kenapa sayang kok tiba - tiba cemberut si..? " ucap Zein.
Nisa yg masih mengerucutkan bibirnya semakin membuat Zein gemas bukan kepalang..kalau saja ini bukan tempat umum pasti ia akan melahap habis- habisan Nisa.
" Nisa pengen ice cream...tapi maunya yg persis seperti yg itu.."sambil menunjuk sebuah cup ice cream yg sedang dinikmati oleh gadis kecil yg baru saja lewat di depan mereka.
Zein kemudian melihatnya dengan seksama lalu menoleh ke kanan dan kiri tapi ia tak menemukan kedai ice cream . Lalu ia pun meminta Nisa untuk menunggu sebentar karena ia mau membelikan Ice cream sesuai permintaannya.
" Tapi jangan lama - lama ya.." ucap Nisa dengan puppy eyes nya..
Zein yg makin gemas lalu memberikan hukuman sebuah kecupan ringan di bibir Nisa. Nisa pun tersentak karena perbuatan Zein barusan. Blush..pipi Nisa merona dengan tiba - tiba . Ia begitu malu Zein bisa melakukan hal seperti itu di depan umum.
Tapi Zein segera berlalu sebelum Nisa marah - marah padanya. Ia pun berlari kecil dan terkadang membalikan badannya dan melihat Nisa yg menutup wajahnya karena malu. Zein semakin bahagia melihat hal itu.
Dan setelah sekian lama , ahirnya ia bisa menemukan kedai ice cream yg dimaksud Nisa Lalu ia pun meminta yg sama persis sesuai permintaan Nisa.
10 menit berlalu , Zein belum juga kembali. Nisa semakin panik..kenapa tadi ia tak berpikiran untuk ikut saja daripada menunggu sendirian di tempat asing seperti sekarang.
" Dan..HPku dibawa serta olehnya..hiks..hikss." Nisa semakin gelisah dibuatnya
Dan tiba- tiba Zein mempunyai ide untuk menjaili Nisa kembali. Ia mengendap - endap di belakang Nisa lalu mencoba membuatnya terkejut.
" Duuuuaa...aaaa....arrrr..." ucap Zein yang tiba - tiba muncul dari belakang Nisa.
" Aaaaaa.....akkhhhh...tolongggggg.." ucap Nisa dengan bahasa Indonesianya.
Orang yg kebetulan lewat hanya menoleh padanya..karena mereka tidak tau Nisa sedang berucap apa.
" Sayang kenapa ? " ucap Zein pura- pura
Lalu Nisa yg melihat Zein datang segera memeluknya.
" Apa kau begitu merindukannku sampai memelukku begitu eratnya..sayangku " canda Zein dengan mengelus pucuk kepala Nisa.
" Aaa..kuuu takut kak " ucapnya
" Kan ada aku sayang..duduk dulu yuk..ini ice creamnya. " ucapnya.
Nisa yg melihatnya kemudian menatap Zein dengan penuh cinta. " Terimakasih suamiku.." ucap Nisa malu - malu.
" Sama - sama..dimakan yuk.." pinta Zein.
" Kok porsinya gede banget kak..beda dengan yg dimakan anak kecil tadi.." ucap Nisa sambil memakan ice cream di hadapannya.
" Iya dong...kan yg makan dua orang..jadi sekalian aja dijadikan menjadi satu..biar hemat tempat."
" Owh.." Nisa masih belum sadar terus memakan Ice creamnya. Dan ia baru " ngeh " setelah sepersekian detik berikutnya.
" Kak Zein..buka mulutnya dong..aaaa..."
" Nyam..nyam..enak banget..makasih my wife " ucapnya imut- imut.
Nisa makin salah tingkah dibuatnya. Tapi ia berusaha untuk tetap bersikap biasa dan terus menyuapi Zein dan juga dirinya.
" Mmm..enak ya ice creamnya..rasanya beda sama yg di Indonesia. "
" Hu um..enak.. dan beda..semoga besok- besok kalau aku ngidam mintanya g aneh- aneh ya kak.."
" Loh..kok dipanggil kak lagi..panggil sayang atau suami atau honey juga boleh kok..asal jangan kak lagi ya...please..." ucapnya penuh pengharapan.
" Iya- iya suamiku sayang..mmmuuuaaaacchhh." ucapnya sambil mengoda Zein.
" Aissh...kau mau melakukannya disini atau di kamar si.." ucap Zein sambil menaik turunkan alisnya.
Nisa pun semakin paham akan apa yg terjadi jika ia menggoda Zein.
" Sayang..kita lanjut jalan - jalan lagi ya...please .." ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Zein.
Zein juga salting akan kelakuan istrinya. " Makin manis banget si kamu sayangku.."
" Boleh sayang..asal..kamu cium dulu disini.." ucapnya sambil menunjuk pipinya.
Cup..cup..cup..
Nisa yg baru saja melancarkan aksinya segera berlari meninggalkan Zein yg masih diam terpaku. Lalu.." Hmmm..manis sekali...tunggu pembalasanku nanti malam sayangku...my little wife " ucapnya sambil berlari menyusul Nisa.