After Married

After Married
KENYATAAN



Sepasang kelopak mata itu ahirnya terbuka kembali setelah beberapa jam kemudian. Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


Tampak asing tetapi sepertinya ia pernah berada disitu.


Ia terlonjak kaget, ketika mengingat keberadaan Cahaya serta kedua orangtuanya.


"Dimana mereka?"


Ia menelisik disetiap sudut kamar itu. Tetapi tidak ada tanda-tanda kalau mereka berada disana.


Pandangannya terpaku pada sebuah bingkai foto yang besar, yang terpajang apik di salah satu dinding di kamar itu.


Ia pun turun dari ranjang king size itu, mencoba mendekati foto yang mengusik indera penglihatannya.


Tangannya meraba bingkai foto itu, sembari pikirannya terus berkelana entah kemana. Seperti mencoba mengingat sesuatu.


"Siapa wanita cantik ini? Kenapa lelaki di dalam foto ini persis seperti diriku."


"Apakah mereka sepasang suami istri?"


Fajar alias Zein mendekati sebuah kaca, mulai meraba setiap inchi di wajahnya.


"Mirip sekali."


Ia pun kembali menoleh ke arah foto itu. Memperhatikan setiap detail yang terlukis disana.


Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut, sakit. Sama seperti di saat ia mencoba mengingat kenangan yang telah hilang. Ia merasa dirinya kehilangan beberapa memory yang telah tersimpan disana.


Ia pun mendudukkan dirinya di sebuah kursi sembari memegang kepalanya yang terus berdenyut akibat ia memaksakan diri untuk mengingat sesuatu.


Fajar alias Zein juga merasakan tubuhnya pegal di sana sini. Rasanya ia tertidur lama sekali. Terakhir kali ia mengingat kalau dirinya sedang mengajak Cahaya untuk duduk di bawah sebuah pohon untuk menunggu kedatangan kedua orangtuanya.


Tiba-tiba di tengah lamunannya, pintu kamarnya terbuka.


Ceklek


.


.


Tatapan kedua orang lelaki beda generasi itu bertemu untuk beberapa saat.


Mata sayu orang tua itu terlihat sembab, karena menahan air mata yang hampir tumpah saat itu. Antara senang dan bahagia bercampur aduk disana.


Ia pun mendekati Fajar yang masih terpaku karena tidak mengenali orangtua di depannya itu.


"Ahirnya aku bisa melihatmu kembali nak," ucapnya lirih sambil menahan airmatanya.


Ia pun memeluk Fajar sembari terisak.


"Nak Zein, bapak sangat merindukanmu.. hu hu hu ..."


Ia masih diam di tempat, membeku. Diam dengan seribu bahasa. Ada getaran aneh yang masuk perlahan di dalam hatinya. Hatinya tiba-tiba menghangat begitu saja.


Fajar berpikir mungkin orangtua didepannya menganggap dirinya sama persis dengan orang yang ada di dalam foto yang barusan ia lihat.


Ia pun membalas pelukan Mang Dede malam itu. Setelah cukup lama terdiam, ahirnya ia pun melepas pelukan diantara keduanya.


Ucapan pertama yang lolos dari bibir Fajar membuat Mang Dede terpaku untuk beberapa saat. Tatapannya memang sedikit berbeda kali ini. Itu bukan tatapan Zein yang biasa ia berikan padanya.


Dugaan Mang Dede tepat sasaran, ternyata kecelakaan itu benar-benar berimbas pada ingatan Zein.


Mungkin orang yang dilihatnya saat itu, saat masih bersama Zein, adalah orang-orang yang merawat tuannya itu sampai saat ini.


"Nak Zein tidak mengingat bapak?"


Fajar mengangguk. Tampak Mang Dede menghela nafas panjangnya lalu melanjutkan pertanyaannya pada Zein.


"Kamu lihat foto besar yang terpasang disana?:


Ia pun mengangguk, "Iya ..."


"Itu adalah Tuan Zein dan istrinya Nyonya Nisa."


"Mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga sudah dikaruniai seorang putra yang sangat tampan dan cerdas."


Fajar masih mendengarkan dengan seksama penuturan dari Mang Dede.


"Mereka hidup bahagia, persis seperti potret sebuah keluarga idaman, sampai suatu saat Tuan Zein harus pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis."


Tampak Mang Dede menghela nafasnya, sesak di dadanya semakin membuat bibirnya kelu untuk mengucapkan kata-kata selanjutnya.


Fajar menunggu kata-kata yang keluar dari orangtua di depannya.


Hening dan hening untuk beberapa saat.


Sampai ahirnya ia pun meneruskan kata-katanya tadi.


"Sampai ahirnya kabar itu muncul, dan membuat semuanya berubah."


"Kabar apa?"


"Kabar kalau Pak Zein mengalami kecelakaan pesawat dan tidak ada penumpang yang selamat."


Deg


Deg


Deg


Jantung Fajar tiba-tiba berhenti berdetak karena sesuatu tiba-tiba menyerangnya.


Seketika ingatan tentang kecelakaan yang menimpanya membuatnya pening.


.


.


.


...Jangan lupa tekan ❤ dan favorit ya kak, agar saat update tidak ketinggalan.. terimakasih...