
.....................
" I also really love you my dear wife..i love you so much." ucapnya sungguh sungguh sambil memeluk erat istrinya itu.
Zein yg melihat istrinya bahagia pun ikut bahagia. Ia hanya selalu berdoa..agar ia bisa membahagiakan Nisa dan anak- anaknya kelak dan juga bisa menjaga mereka sampai ahir hanyatnya nanti.
" Kak Zein..ayok kita pulang..Nisa sudah lapar.."
Zein yg ikut hanyut dalam suasana tadi sampai sampai ikutan lupa waktu ." Ayok.." ucapnya sambil memasuki sebuah mobil yg sudah dipesannya tadi.
Mereka langsung menuju rumah makan terdekat lalu menuju tempat yg berjualan oleh - oleh. Setelah itu mereka pulang ke hotel dan keesokan harinya mereka berangkat untuk pulang ke Indonesia.
⚘ Beberapa bulan kemudian
" Hoek..hoek..hoek.." terdengar Nisa setiap pagi selalu memuntahkan semua yg ada di dalam perutnya.
Sudah beberapa hari ini Nisa yg cuma mencium bau parfum atau nasi putih pun sudah mulai merasakan mual mual parah. Bahkan didekat suaminya saja pun ia sudah mual mual parah. Tapi saat siang hari ia akan sehat seperti biasanya. Cuma selera makannya juga mulai berubah.
Nisa yg sudah pindah satu tempat kerja dengan Zein..sudah 1 bulan ini hidup satu rumah dengan suaminya.
Karena sepulang dari honeymoon mereka langsung berpisah untuk melanjutkan pekerjaan masing - masing dan di tempat dan kota yg berbeda. Jadi baru satu bulan ini mereka hidup satu rumah. Lebih tepatnya di bulan ke 3 mereka menikah.
Dan perpindahan Nisa baru saja selesai bulan kemarin. Dan setelah Nisa hidup serumah dengan Zein tentu saja setiap hari Nisa langsung dilumat habis oleh suaminya tersebut. Nisa pun kuwalahan menghadapi sikap mesum suaminya tersebut.
Zein yg merasakan sesuatu pada Nisa ..ahirnya membujuk istrinya tersebut untuk periksa ke dokter.
" Sayang..sebelum kerja nanti kita ijin ke dokter dulu ya.." bujuk Zein pada istrinya tersebut.
Nisa yg mendengar hal itu langsung menggelengkan kepalanya. Baginya Rumah Sakit itu tempat yg tak mau ia kunjungi lagi..karena dulu ia sempat mau kehilangan suami tercintanya ini.
" Enggak mau..lagian aku ga papa mas..nanti siang juga enakan lagi.."
" Tapi aku g mau kamu kenapa - napa sayang.." ucap Zein memohon.
" Hoek..hoek..hoek.." Nisa kembali muntah saat suaminya mau mendekatinya.
" Tu kan kamu mulai mual lagi.."
" Stop..jangan mendekat mas..kamu mandi dulu gih..baukkk.."
Zein pun mengendus- endus badannya yg baru saja bangun tidur.
" Aku g bau sayang...ini badanku masih wangi kok..kalau g percaya sini deh..cium aja.." ucapnya sambil reflek mendekati Nisa yg kembali mual ketika suaminya mendekat. Padahal niat Zein hanya ingin membantu istrinya itu agar tidak terlalu lemas.
" STOP..aku bilang STOP ya STOP..kamu tu ngeselin mas..uda dilarang masih aja ngeyel.." ucapnya sambil menutupi hidungnya saat melewati suaminya yg masih terbengong itu.
Sebenarnya Nisa masih lemas..tapi ia tak mau pingsan di kamar mandi kala suaminya terus mendekatinya di kamar mandi.
Zein pun ahirnya mandi daripada ia harus dimarahi istrinya tersebut. Dan satu lagi..mana mungkin ia menjauhi istrinya..bisa - bisa ia mati kutu kalau disuruh jauh- jauh dari tubuh istrinya itu.
Entah kenapa harum tubuh Nisa itu sangat merelaksasi bagi Zein. Meskipun ia sangat lelah karena bekerja..tapi kalau sudah mencium harum tubuh istrinya itu...penat yg dirasa pun seketika hilang tak berbekas. Maka dari itu ia akan selalu menempel pada istrinya itu.
Lagi pula memang tujuan Zein adalah segera memiliki penerus agar cinta mereka berdua semakin erat dan tak terpisahkan.
" Sudah siap ? " tanya Zein ketika selesai memakai seragam kantornya.
" Udah ..ayo berangkat mas.." ucap Nisa.
Lalu mereka berdua pun segera berangkat ke kantor bersama - sama. 30 menit perjalanan ahirnya mereka sampai di kantor.
Mereka lalu masuk ke ruangan masing- masing. Dalam dunia kerja meskipun mereka suami istri tapi tetap saja mereka akan bersikap formal dan profesional dalam bekerja.
Terbukti dalam 1 bulan bergabung prestasi Nisa semakin meningkat. Jadi ia dengan mudah menepis omongan- omongan miring tentang dia yg dengan mudah masuk ke perusahaan itu.
⚘ Jam istirahat kantor
Zein pun menghampiri meja kerja Nisa.
" Sudah selesai ? " tanyanya.
" Sudah mas..ini baru dirapihin "
" Makan dulu yuk " pintanya
" Ok.."
Lalu mereka berdua pun segera menuju kantin staff bersama. Pandangan orang - orang di sekeliling Nisa dan Zein masih saja sama. Membicarakan kedekatan mereka. Karena mereka belum tau tentang pernikahan Zein dan Nisa.
Itu dilakukan agar Nisa makin nyaman dengan pekerjaan barunya. Nyatanya malah semakin membuat gosip- gosip beredar bebas.
Tapi yg namanya Nisa tak pernah menganggap semua omongan itu dan mengabaikannya. Lagian cincin pernikahan selalu mereka pakai dan Pak Charles pun juga sudah tau tentang hubungan mereka. Jadi mereka membiarkan gosip itu .
Sesampainya di kantin. Nisa memegang tangan Zein. " Mas..perutku mual mencium bau nasi.." ucapnya kembali. "
Zein menyerahkan masker pada Nisa. " Pakai ini dulu..atau kita g usah makan disini? " tanyanya hawatir.
" Mas kan pasti lapar..makan aja mas gpp..aku pesen nasi goreng aja ya mas..yg pedas.." ucapnya sambil memakai masker. Zein agak kebingungan dengan kebiasan baru Nisa. Entah kenapa beberapa hari ini ia suka sekali dengan nasi goreng dengan berbagai varian dan anehnya lagi..ia suka dengan aneka makanan yg pedas pedas.
" Siap sayang.." bisiknya tepat disebelah telinga Nisa.
Blush..seketika rona merah menyembul di kedua pipi Nisa. Untung saja ia memakai masker. Jadi tidak terlalu keliatan.
Lalu Zein pun melangkah memesan makanan untuknya dan untuk istrinya. Rencana untuk ke dokter mereka tunda sampai mereka pulang kerja nanti. Pasalnya banyak sekali pekerjaan yg menumpuk hari ini.
Setelah menerima makanan mereka. Ia pun berjalan ke arah istrinya. Dan melanjutkan makan siang mereka.
⚘ Sore hari
Sore itu sepulang kerja..Zein dan Nisa segera menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan istrinya. Sebelumnya mereka sudah membuat janji dengan salah satu dokter sahabat Zein.
Karena dulu semasa penyembuhan Zein sering chek up disitu. Dan sudah mempunyai sahabat salah satu dokter disitu.
" Dokter OBGYN " batin Nisa setelah melihat papan diatas pintu. Zein pun mengetuk pintunya.
Tok..tok..tok..
" Sore dok.."
" Sore..dengan Bapak Zein dan Ibu Nisa ya.." ucap dokter wanita itu ramah.
" Iya.."
Kemudian mereka pun bersalaman dan membicarakan keluhan Nisa. Kemudian dokter itu menyuruh Nisa berbaring dan mengoleskan sebuah gel ke perut Nisa.
Dokter itu tersenyum..dan mengucapkan selamat pada pasangan suami istri itu.
" Selamat Ibu Nisa..anda positif hamil.."
" Hamil ???" ucap mereka bersamaan.