After Married

After Married
PERSIAPAN



" Ya dah..makasih infornya ya Gik..Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Ahirnya sambungan telepon mereka berhenti. Dan Fadhil kembali ke kamarnya. Sedang Yogi kembali bercengkerama bersama teman- teman sebayanya.


**********


Terjawab sudah rasa penasaran Fadhil dua hari ini. Ternyata Nisa sedang terkena musibah. Padahal malam sebelumnya ia masih bisa ngechat sama Nisa. Tapi sesudahnya ia hanya bisa melihat Foto DP WA Nisa tanpa bisa mengobrol lagi padanya.


" Nisa..kenapa semua ini bisa terjadi padamu..? aku sungguh tidak bisa berbuat apa - apa kepadamu, memberikan dukungan pun tak bisa aku lakukan. Semoga kamu mendapat kebahagiaan Nisa." ucap Fadhil penuh pengharapan.


Lalu ia pun beristirahat agar beban di pikirannya sedikit berkurang.


Beberapa hari kemudian.


🌱 Rumah sakit


Nisa yg sejak beberapa hari lalu sudah dinyatakan kembali sehat. Sudah sering bolak - balik ke rumah sakit untuk mengunjungi Zein. Kedua orangtua Zein pun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Karena memang luka yg dialami mereka dikategorikan ringan.


Sedang Zein masih harus menginap 3 hari lagi.


Padahal Hari Raya Idul Fitri pun sudah terjadi 2 hari yg lalu. Dan tentu saja Zein merayakannya di rumah sakit.


Dan keluarganya yg datang kesana untuk sekedar menengok dan bersilaturahmi.


Nisa dan Zein melewati libur Hari Raya kali ini dengan lebih banyak berinteraksi di rumah sakit. Padahal rencana mereka sebenarnya sangat banyak. Ya tentu saja rencananya mereka akan berjalan- jalan ke beberapa destinasi wisata baru di kota itu. Tapi apa daya..rencana tinggal rencana..Tuhan memiliki rencana yg lain buat mereka. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yg menentukan.


Dan karena masa cuti Nisa sudah hampir habis..maka ia pun mengambil inisiatif untuk menambah ijin cutinya 2 hari lagi. Dan alhamdulillah kantor Nisa memberikan izin, dengan alasan Nisa masih dalam keadaan merawat anggota keluarganya yg sedang di rumah sakit.


Memang rencananya Nisa mau menunggu sampai Zein benar- benar keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh. Baru setelahnya ia akan kembali ke kota X untuk bekerja.


" Nisa...bukankah 2 hari lagi kamu akan masuk kerja ?" tanya Zein yg sedang disuapi Nisa makan.


" Iya kak...2 hari lagi..tapi Nisa uda ambil cuti tambahan kok..biar bisa ngantar kak Zein pulang saat keluar dari sini." jawabnya enteng.


" Mmm...emang uda di ACC ? " tanyanya kembali.


" Alhamdulillah sudah di ACC kok..kakak tenang aja, sekarang fokusnya ke kesehatan kakak dulu.."


" Emmm..nyam..nyam..siap bu Boss " jawab Nisa dengan sikap memberi hormat.


Nisa masih tersenyum menanggapi kekonyolan Zein ahir - ahir ini. Ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk melihat Zein kembali...meski kondisi tubuhnya tidak seperti dulu sebelum kecelakaan.


Ya cedera Zein memang berangsur- angsur membaik, tapi suatu saat bila ia kelelahan pasti kondisinya bisa ngedrop.


Dan ketakutan itu selalu membayangi pikiran Nisa.


Zein yg melihat Nisa melamun..mencoba menggodanya.


" Aduh.." Zein mencoba berakting meringis kesakitan di area dadanya.


Nisa yg gelagapan pun menyadari Zein mengaduh.


" Dimana yg sakit kak? perlu Nisa panggilin dokter kah ?"


Zein tersenyum..kemudian memegang tangan Nisa dan menempelkannya di dadanya.


" Ga perlu dokter kok..ni dokternya udah meriksa aku.."canda Zein diiringi kerlingan nakalnya


Nisa yg menyadari dirinya sedang digodain merasa jengkel ..kemudian ia menggigit salah satu jari Zein.


" Aduh...sakit dok..ampunn" rintihnya..ia pun mengibas- ibaskan jarinya yg digigit Nisa tadi.


Nisa pun memanyunkan bibirnya .." Makanya jangan isengin Nisa pake hal kayak tadi..ga lucu tau..."


" Mm..tu bibir kenapa di monyong - monyongin sih...kangen dicium ya..he..he.." canda Zein kembali.


Blush...seketika kedua pipi Nisa memerah.


" Iya..iya..kak Zein minta maaf..tapi kak Zein bener- bener lagi butuh Vit. C ni.." pintanya dengan wajah memelas..seperti seorang anak yg minta dibelikan jajan oleh ibunya.


" Kak Zeinnnn..." teriak Nisa sebal kemudian ia berdiri dari kursinya.


Kebetulan kedua orang tua Zein sedang mau mengunjungi putranya. Dan baru saja membuka pintu kamar perawatan Zein.


" Ada apa Nis ? kok teriak - teriak..? " tanya ayah Zein.


Nisa dan Zein mengarahkan pandangannya ke arah pintu.


" Mm..tidak ada om..ini kak Zein dari tadi isengin Nisa mulu " jawabnya , sambil ia melangkahkan kaki untuk menyambut calon mertuanya itu sembari mencium punggung tangan kedua orangtua itu.


Ibu Zein hanya tersenyum menanggapi keusilan Zein.


" Sudah - sudah..kalian jangan bertingkah kayak anak kecil...Nisa kamu bisa berisitirahat sekarang, biar Ibu dan ayah yg menjaga Zein."


" Baik tante..kalo gitu Nisa permisi mau pulang dulu ..." pamitnya.


Lalu ia berpamitan dengan Zein dan kedua orangtua Zein.


Ia pun keluar dari rumah sakit, lalu memesan ojol online untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya.


🌱 Fadhil pov-


Fadhil sudah bersiap - siap mengemasi barangnya yg akan ia bawa kembali ke kota X. Ia tak sabar untuk segera kembali kesana. Dan lagi sekarang ia sudah membawa motor sendiri, jadi ia bisa setiap saat untuk pulang.


Alhamdulillah gaji yg ia kumpulkan setahun ini..sudah bisa digunakan untuk membeli motor, meskipun ia masih diberi tambahan uang oleh kedua orangtuanya.


Fadhil mempunyai adik laki - laki yg masih sekolah..jadi tidak mungkin kedua orangtuanya membelikan sebuah motor baru padanya, karena mereka masih membiayai sekolah adiknya. Maka dari itu orangtuanya hanya bisa membantu sedikit. Tapi ia tak mempermasalahkan itu , yg penting ia tidak terlalu merepotkan kedua orangtuanya.


Sejak kecil Fadhil sudah terbiasa hidup susah, jadi kalo soal menghemat uang dan lain sebagainya , ia sudah biasa melakukannya. Maka dari itu ia bersyukur masih bisa mendapatkan pekerjaan meskipun jauh dari rumah.


Ijazah sekolahnya alhamdulillah masih berguna untuk melamar pekerjaan, meskipun ia tidak sempat kuliah.


Dan beruntungnya ia menemukan Boss yang baik dan lingkungan kerja yg kondusif.


Ia juga sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang - orang yg baik disana..seperti Nisa dan Yogi, meskipun sekarang Yogi sudah kembali lagi ke kampung halamannya, setidaknya silaturahmi mereka tidak terputus.


Tiba - tiba adik lelaki Fadhil masuk ke kamarnya.


" Kak..sudah selesai berkemas - kemasnya? " tanya adiknya.


" Hampir..kenapa? "


" Itu diluar ada saudara ibu, kakak disuruh keluar untuk menemuinya. "


" Ya..sebentar lagi ya.." jawabnya


" Ya dah..aku keluar dulu kak.."


" Ok ."


Lalu ia pun segera memberesi keperluannya di sana agar tidak ada yg ketinggalan. Dan sesudah memastikan semuanya lengkap, ia pun keluar kamar untuk menemui kerabat ibu dan ayahnya itu.


~ Bersambung ~


.


.


.


MAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "


JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊