
Lalu kak Adrian menjelaskan semua kejadiannya pada Yogi. Yogi pun merasa prihatin karena ia merupakan sahabat Nisa dan Zein. Sampai ahirnya ia pun ikut menjenguk Nisa dan Zein ke rumah sakit bareng kak Adrian yg mau mengantarkan baju ganti pada ayah dan ibunya.
**********
🌱 DI RUMAH SAKIT
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit karena lalu lintas sedang macet, ahirnya sampailah mereka di rumah sakit itu. Adrian pun segera memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.
Lalu mereka berdua menuju ruang perawatan dimana Nisa dirawat, tapi mereka berdua tidak menemukan Nisa didalam. Kata suster yg merawat Nisa...katanya ia minta diantar ke ruangan rawat Zein karena tak ingin jauh darinya.
Lalu mereka berdua ke ruangan ayah dan ibu Zein dirawat. Adrian menemukan kedua orangtuanya sedang berbincang - bincang dengan calon besannya.
Kemudian mereka menyalami ke empat tangan orangtua tadi. Yogi memang sudah dekat dengan keluarga Zein sejak dulu...jadi mereka tidak kaget saat Yogi datang untuk menjenguknya.
Sedangkan orangtua Nisa belum kenal Yogi..dan setelah mengobrol lama..ahirnya mereka mengenal siapa Yogi.
Tangis ibu Zein pecah..saat mengingat kondisi anaknya yg sedang dirawat. Ahirnya ia menceritakan awal mula terjadi kecelakaan itu.
🌱 Flash back on -
Sebenarnya Zein masih lelah karena baru saja pulang dari perjalanan jauh, lebih tepatnya baru sampai dari mudik, tapi ia tetap ngotot untuk menyetir mobil sendiri dan terjadilah kecelakaan tersebut.
Sebenarnya tadi saat Zein melajukan mobilnya awalnya masih baik- baik saja. Karena kecepatan yg diambil Zein masih normal 100km/jam.
Tapi ketika tiba - tiba ada seekor kucing hitam yg menyeberang jalan , Zein yg awalnya menghindari agar tak menabrak kucing itu, malah menabrak pohon... karena saat itu ia lebih memilih membanting stir ke arah kiri..tapi naasnya di sebelah kiri itu ada pohon besar..dan pada ahirnya kecelakaan itu tidak dapat dielakkan.
🌱 Flash back off -
Ketika ibu Zein telah selesai menceritakan awal mula kejadian tersebut, semuanya hening dan larut pada pemikiran masing - masing.
Sampai ahirnya ada suster yg datang dan memberitahukan kabar bahagia kalo Zein sudah sadar kurang dari 24 jam..itu artinya operasinya berhasil.
Semua yg ada di ruangan tersenyum bahagia dan tak lupa berucap alhamdulillah, rasa syukur tak henti terucap dalam hati orang tua Zein.
Ahirnya dengan dibantu perawat , Nisa yg masih memakai kursi roda keluar ruangan sebentar, saat Zein diperiksa dokter.
🌱 Flash back on -
Beberapa menit lalu..Nisa yg terus memanjatkan doa ditelinga Zein , sedang salah satu tangannya menggenggam tangan Zein, merasakan sebuah pergerakan. Ya tangan Zein mulai bergerak dan perlahan dengan pasti, kedua mata Zein terbuka meski dalam kondisi wajahnya yg masih pucat.
Nisa pun memandang kedua manik mata Zein yg sudah terbuka.
" Nisa..." ucap Zein perlahan
" Iya kak..ini aku.." balas Nisa dengan mencoba tersenyum, meski bekas air matanya masih ada di kedua pipinya.
" Maaf...kamu jangan nangis.." pinta Zein yg masih dalam keadaan lemah.
" Aduh..." dia memegangi dadanya yg sakit.
" Jangan banyak begerak dulu kak..Nisa panggilkan dokter." Nisa yg panik menciba meraih tombol yg ada disitu untuk memanggil dokter.
Karena ada panggilan dari dalam kamar ICU, dokter dan beberapa perawat langsung menuju kamar tersebut. Sampai ahirnya dokter melihat Zein sudah sadar, artinya ia sudah melewati masa kritis yg pertama.
Dokter pun meminta ijin pada Nisa untuk memeriksa keadaan Zein, Nisa pun keluar ruangan dibantu salah satu perawat.
🌱 Flash back off -
Nisa pun terduduk di kursi roda di depan kamar ICU. Beberapa menit lalu, ia meminta tolong untuk memberi tahu kepada keluarganya kalo Zein sudah bangun.
Dan benar saja, 5 menit kemudian ia melihat keluarga mereka baru saja datang. Sedangkan kiara sudah pulang saat menjelang berbuka puasa.
Lalu ibu Nisa yg melihat putrinya di sana, segera menghampiri putrinya itu. Yogi yg melihat keadaan Nisa pun merasakan perasaan yg sama , yaitu khawatir pada keadaan Zein dan Nisa.
" Nisa ngapain kamu disini nak..harusnya kamu dikamar kamu biar cepet pulih. " ibu Nisa mencoba membujuk Nisa agar mau kembali ke kamarnya.
Ia takut anaknya kembali ngedrop jika tidak kembali ke kamar.
" Nisa gpp bu, Nisa sudah minta ijin dokter kok, yg nganter Nisa juga suster yg jagain Nisa. "
Ibunya mengecek suhu tubuh Nisa dan benar saja..tubuh Nisa suhu badannya sudah normal tidak se- demam tadi.
" Baiklah kalo kamu keras kepala.." sahut Ibu sambil geleng - geleng.
" Hei Nis..apa kabar ?" ucapnya menyapa Nisa.
" Hai Gik...wah lama g ketemu badan kamu tambah item ya..wkwkwkwk " canda Nisa pada sahabatnya itu.
" Ha..ha..ha..iya ni..banyak kerja lapangannya ketimbang ngantornya.."
" Owh.." lalu pandangan Nisa kembali pada ruang ICU tempat Zein dirawat.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruangan tersebut. Lalu dokter pun menghampiri Nisa dan keluarganya.
" Bagaimana dok ?" tanya ayah Nisa
" Alhamdulillah pak buk....operasinya berhasil. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa. "
" Alhamdulillah.." ucap mereka hampir bersamaan.
" Saya permisi dulu. " pamit dokter.
" Terimakasih dok.." ucap Ayah Nisa.
Lalu suster pun keluar dengan membawa ranjang pasien keluar ruangan untuk memindahkan Zein. Ia pun didorong oleh 2 orang perawat menuju ruang perawatan. Beberapa alat kesehatan masih terpasang di tubuh Zein.
Lalu suster yg satunya pun mempersilahkan Nisa dan keluarganya untuk mengikutinya ke arah ruang Zein dirawat dan menunggu di luar sambil merapikan kamar yg akan ditempati Zein.
🌱 Ruang perawatan Zein
Setelah semuanya siap, keluarganya pun diperbolehkan masuk, tapi tetap dalam batasan jumlah pengunjung. Karena pasien masih harus lebih banyak beristirahat.
Hanya diperbolehkan maksimal 3 orang yg masuk ruangan tersebut dan yg lainnya menunggu di depan kamar.
Ahirnya Nisa , ibu dan ayahnya yg masuk terlebih dahulu.
Ceklek.. pintu kamar Zein terbuka.
Nisa masuk didorong oleh ibunya dengan keadaan tetap berada di atas kursi roda.
Zein yg melihat keadaan Nisa pun turut meneteskan air mata.
" Kamu kenapa Nisa? " tanya Zein.
Mereka terdiam dalam kata. Lalu ayah Nisa yg mulai berbicara.
" Kemarin karena kawatir sama keadaan nak Zein, ia sampai lupa berbuka puasa dan sampai nak Zein dinyatakan selesai operasi dan dipindah ke ruang ICU ia tetap ngotot g mau makan. Sampai ahirnya ia pingsan didekat ranjang pasienmu karena demam yg tinggi.." jawab ayah Nisa panjang lebar.
Zein pun meminta Nisa untuk mendekat. Lalu ibunya mendorong kursi roda putrinya mendekati ranjang pasien Zein.
Dipegangnya salah satu tangan Putri. Ia membelainya dengan lembut. " Maafkan aku yg tidak bisa menjagamu. " ucap Zein dengan lembut.
Matanya tampak berkaca - kaca sama dengan yg dialami Nisa. Kedua mata Nisa juga nampak berkaca - kaca.
" Kak Zein jahat..g dengerin aku ngomong waktu itu, andai saja kakak tidak pulang pasti tidak terjadi apa- apa. "
Tatapan mereka saling mengunci. Seolah tidak sadar akan keberadaan kedua orangtua Nisa yg satu ruangan dengannya.
Ahirnya ayah dan ibu Nisa meninggalkan mereka di ruangan itu berdua.
~ Bersambung ~
.
.
.
MAKASIH BUAT PARA READERS YG SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI. 🙏😊
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL PERDANA AKU " CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "
JANGAN LUPA LIKE, SARAN, DAN VOTE NYA..MAKASIH SEMUANYA...SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN DENGAN REZEKI YG BERLIMPAH...AAMIIN 🙏😊