After Married

After Married
BERTUNANGAN



"Bapak ibu dari mana saja, Nisa mencari-cari dari tadi?"


"Maaf ibu sama bapak keluar sebentar cari angin," jawab ibu seadanya.


Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Sesampainya didalam rumah, Nisa heran melihat ibunya menenteng paper bag.


"Ibu habis dari belanja?" tanya Nisa keheranan.


Ibu pun memperhatikan arah mata Nisa.


"Oh ini, kamu pengen lihat?" tanya ibunya.


"Emang boleh?" tanyanya keheranan karena tidak seperti biasanya ibu belanja tanpa mengajaknya.


Ibu dan ayahnya saling tatap dan tersenyum. Nisa semakin kebingungan akan hal itu.


"Ga seperti biasanya? atau emang kebiasaan mereka sudah berubah sejak aku tinggal ke kota X?" batin Nisa bertanya-tanya.


"Gimana jadi 'ga lihat bajunya ?" tanya ibu kembali.


"Iya dong, kan Nisa masih penasaran Bu," jawab Nisa tanpa ragu.


Ibu Nisa mengedipkan salah satu matanya ke arah ayah. Lalu ibu pun mengajak Nisa masuk ke kamarnya. Nisa yang masih bingung, hanya bisa pasrah saat ibunya mengajaknya masuk ke kamarnya.


Setelah sampai kamar, ibu Nisa pun memberikan paper bag itu pada Nisa.


"Bukalah nak!" pinta ibu dengan lembut.


"Iya bu," Nisa pun membuka paper bag itu.


Betapa terkejutnya Nisa setelah melihat isinya. Sebuah kebaya dengan warna kesukaan Nisa.


"Bagus banget bu, siapa yang mau menikah? atau menjadi pengiring pengantin?" tanyanya beruntun.


Ibu hanya tersenyum kecil, lalu ibu pun menceritakan semuanya pada Nisa. Nisa yang terkaget hanya melongo dan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Tapi kemudian ia teringat saat Zein melamarnya di kota X beberapa waktu lalu.


Dan ia semakin yakin kalo memang ini rencana Zein semuanya. Tapi ia sadar cepat atau lambat semuanya akan terjadi. Siap atau tidak Zein pasti akan melakukannya agar ia tidak kehilangan dirinya.


Sungguh beruntung bukan,? memiliki seorang kekasih seperti Zein, masih muda, mempunyai pekerjaan yang mapan, dan sangat bertanggung jawab.


Mungkin seusia mereka, kalo pacaran hanya putus nyambung-putus nyambung. Tetapi Zein berbeda.


Melihat putrinya masih bengong, ia pun menegurnya.


"Kamu 'ga jadi nyobain bajunya Put? siapa tau ibu lupa ama ukuran tubuh kamu, nanti kalo kekecilan gimana?" canda ibu pada Nisa.


"Sebentar bu, Nisa pun masuk kamar mandi dan mencobanya. "


Lalu ia pun keluar dari kamar mandi.


Ceklek.


"Cantik banget anak ibu," seru ibunya sambil menangis.


Bukan menangis karena kesedihan yang menderanya, tetapi karena kebahagiaan yang memenuhi seluruh ruang hatinya.


Beberapa bulan lagi atau mungkin beberapa tahun lagi, pasti ia akan menikah dan mempunyai keluarga sendiri.


Nisa yang melihat ibunya menangis pun ikut menitikan air matanya. Lalu mulai mendekati ibunya tersebut.


"Ibu kenapa menangis?"


"Ibu bahagia melihat anak ibu sebentar lagi akan dipinang, he he he ..." canda ibunya.


Ahirnya sore itu mereka semua larut dalam kebahagiaan. Setelah melihat jam di dinding kamar Nisa menunjukan pukul 15.30, ibu Nisa ahirnya pamit mau memasak buat berbuka puasa.


Ahirnya pukul 17.15, semua menu masakan sudah terhidang di meja makan. Dan tepat pukul 17.35 adzan maghrib berkumandang.


Dan mereka berbuka puasa malam itu dengan suasana haru dan bahagia. Ahirnya malam ini kedua orangtua tersebut bisa berbuka dengan putri kecilnya.


🌱 Keesokan harinya.


Rumah Nisa tampak ramai sejak kehadiran kak Adrian, kak Tasya dan baby je. Mereka sudah datang sejak jam 6 pagi.


Hari itu, suasana dirumah itu terasa lebih hangat. Karena semua anggota keluarga berkumpul disitu. Ibu Nisa juga sudah jauh hari mempersiapkan segalanya sehingga hari itu cuma perlu menambahkan beberapa sentuhan agar semua terlihat sempurna.


Dan tepat jam 13.00 Nisa sudah didandani sedemikian rupa untuk menyambut Zein dan keluarganya.


Nisa tampak cantik hari itu, tak sia-sia kak Tasya membantunya berdandan. Hasilnya tidak mengecewakan meski rambut Nisa disanggul dengan sederhana.


Dan 30 menit kemudian keluarga Zein datang dan berkumpul di situ.


Dan sesuai kesepakatan, mereka akan melangsungkan pernikahan 2 tahun lagi, dan acara pertunangan hari ini alhamdulillah berjalan dengan lancar.



Semua yg hadir disitu turut merasakan kebahagian yg dirasakan Nisa dan Zein.


Dan acara tersebut diahiri dengan acara makan-makan dan bercengkerama antar kedua keluarga. Ayah Zein, ayah Nisa dan kak Adrian berbincang-bincang di teras rumah. Sedang ibu Nisa, ibu Zein, kak Tasya dan baby Je berkumpul di ruang tengah.


Tinggallah Nisa dan Zein yg berada di ruang tamu. Mereka terdiam sesaat dan saling mencuri pandang satu dengan yg lain. Sampai ahirnya Nisa yg memulai pembicaraan.


"Kak Zein jahat, kenapa g kasih tau bakal kesini si?"


"Kan namanya surprise, masa iya aku kasih tau, ga seru dong."


"Pake acara 'ga mau angkat telpon Nisa lagi, trus nih ya, dari kemarin kak Zein kenapa susah banget dihubungin si."


"Mau ngetes seberapa kangennya si ama aku, he he he ...."


"Trus kalau udah gini gimana? semua keluarga sudah berada disini, masa iya aku nolak."


Zein pun menoleh ke arah Nisa.. " Jadi kamu g suka dengan acara ini ? "


" Iya ..aku g suka kak.. Ga suka.. kalo kakak tadi g datang kesini..mungkin Nisa akan nangis gulung - gulung..Untung aja kakak beneran datang dan alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar."


Seyum Zein pun seketika mengembang dan segera meraih kedua tangan Nisa dan menciumnya.." Terimakasih Nisa..sudah hadir dalam hidupku...kamu-lah yg menyempurnakan aku."


Nisa hanya tersenyum melihat tingkah Zein. Zein yg sekarang dihadapannya adalah Zein yg berbeda dengan Zein mantan pacar teman Nisa dulu.


Dulu Zein adalah pemuda culun tapi berbakat, dan sekarang ia sudah menjadi Supervisor dan Kepala Bagian Desain Komunikasi Visual di perusahaan tempat ia bekerja.


Zein tumbuh menjadi pemuda yg tampan dan berprestasi. Karirnya sungguh melesat jauh sekarang ini. Itulah kenapa Zein selalu ngotot ingin membawa Nisa ke tempat ia bekerja, agar ia bisa melindungi dan menjaga Nisa sepenuh hatinya, tanpa takut kehilangan Nisa.


Dan tentunya berdekatan dengan orang terkasih membuat kita nyaman bukan? Selain bisa menambah moodboster kita saat bekerja. Kita juga bisa mengajak ia jalan- jalan atau kencan saat weekend.


Jalinan cinta LDR selama hampir satu tahun ini sungguh menyiksa batin Zein. Bayangan Nisa akan di rebut orang lain saat jauh dari dirinya membuatnya sedikit protektif pada Nisa. Untung saja Nisa bisa mengerti akan keadaan itu dan memahami rasa cemburu Zein melebihi rasa cintanya pada pekerjaannya


~ Bersambung ~


.


.


.


SEKALI LAGI AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA SEMUA READERS YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAKASIH BANYAK YA..SEHAT SELALU BUAT SEMUANYA..DAN MAAF BILA UPDATENYA TELATπŸ™πŸ™


OH YA..MAAF AUTHOR BELUM BISA UPDATE RUTIN , KARENA MASIH FOKUS KE NOVEL PERTAMA AUTHOR DENGAN JUDUL" CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL "


JANGAN LUPA UNTUK LIKE , VOTE DAN KOMENTARNYA YA..DITUNGGU YA KAK..MAKASIHπŸ™πŸ˜Š